Tumbuhkan Jiwa Entrepreneur Muda Menuju Indonesia Emas 2045, Himagrotek UNIDA Bersama Pemuda Tani DPC Kabupaten Bogor Selenggarakan Seminar Kewirausahaan
Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagrotek) Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda
(UNIDA) bersama dengan Pemuda Tani Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bogor selenggarakan
Seminar Kewirausahaan 2023 dengan tema "Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur
Muda, Melalui Ekonomi Kreatif Menuju Indonesia Emas 2045". Kegiatan
tersebut diisi oleh Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si selaku Keynote
Speaker, Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz
B. IRK., MM, Ketua Umum One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK
OCE) Indonesia, Iim Rusyamsi, S.T., MM dan Sekjen Dewan Pengurus Pusat (DPP)
Pemuda Tani Indonesia, R.S. Suroyo. Jr, S.P., M.Si.
Ketua Program Studi
(Prodi) Agroteknologi FAPERTA UNIDA, Yuliawati, SP., M.Si dalam sambutannya
menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah mendukung
kegiatan seminar kewirausahaan ini. Yuliawati, SP., M.Si mengatakan, Prodi
Agroteknologi berkomitmen
akan selalu membentuk para alumni yang bergelut dalam
bidang kewirausahaan terkhusus dalam bidang pertanian.
“Tingkat angka
pengangguran terutama pengangguran yang berpendidikan cukup tinggi dikarenakan
lapangan pekerjaan terbatas, sedangkan di Indonesia ini untuk sumber daya tidak
terbatas maka sangat dibutuhkan para wirausahawan dalam meningkatkan lapangan
pekerjaan. Maka kegiatan ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa menjadi wirausaha-wirausaha
dalam bidang pertanian, sehingga pertanian di Indonesia dapat meningkat dan
berkembang dalam menyambut Indonesia Emas 2045,” ungkap Yuliawati, SP., M.Si.
Selanjutnya Dekan
FAPERTA UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam paparannya menyampaikan
bahwa Allah menurunkan alam semesta ini untuk menjadi nikmat, sehingga tinggal bagaimana
kita bisa menjadi pribadi yang selalu bersyukur akan nikmat dan anugerah
tersebut. Sebagai rasa syukur, maka mahasiswa Agroteknologi selaku agrotegnologer
diharapakan untuk berupaya meningkatkan dan mengembangkan pertanian di
Indonesia.
Mahasiswa sebagai pemuda yang tercantum dalam Undang-Undang
No. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan menyebutkan bahwa pemuda adalah warga
negera Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan dari
usia 16 sampai 30 tahun. Dalam visi Indonesia termaktub tujuan yakni mewujudkan
Indonesia Emas tahun 2045 yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,
oleh karena itu dibutuhkan pemuda cerdas dan bertakwa disertai ilmu yang padat,
amal kreatif, luas pandangan dan akrab lingungan.
“Pemuda harus berani menjadi wirausaha karena
bisa dikatakan bahwa wirausaha menurut Kamus Besar Indonesia yaitu gabungan
dari dua kata yang masing-masing memiliki arti, wira dapat diartikan sebagai
pahlawan atau laki-laki dan usaha merupakan sebuah kegiatan dengan mengerahkan
tenaga dan pikiran untuk mencapai suatu maksud. Jadi wirausaha adalah seorang
pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Maka diharapkan mahasiswa-mahasiswa
dapat menjadi wirausaha khususnya wirausaha di bidang pertanian karena
wirausaha bisa dikatakan seorang pahlawan dan mahasiswa hendaknya menjadi
pahlawan tersebut,” tutur Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si.
Pada kesempatan
yang sama, Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz B.
IRK., MM dalam paparan materinya menyatakan bahwa ada 5 kunci sukses menjadi
seorang pengusaha, khususnya dalam bidang pertanian.
“Diantaranya yaitu pertama perlu membebaskan
diri dari rasa takut, harapan dan cara berpikir harus senantiasa ditingkatkan. Kedua,
harus mau belajar dan berpikir kreatif. Ketiga, hendaknya jangan berhenti
belajar yang dimana sebagai seorang wirausaha juga harus belajar dari
pengalaman orang lain. Keempat, yaitu berani mengambil resiko dan action. Lalu kunci sukses kelima adalah kerja keras dan
kerja cerdas,” terangnya.
Kemudian Ketua Umum OK OCE
Indonesia, Iim Rusyamsi, S.T., MM dalam paparan materinya menyampaikan
bahwasanya ada beberapa faktor yang menjadi tantangan bagi para pemuda menjadi
seorang petani. Faktor-faktor
tersebut antara lain faktor orang tua, lingkungan, media dan
pendidikan.
“Faktor lainnya yaitu faktor resepsi, ekonomi,
peluang, produksi dan faktor pasar, yang dimana faktor produksi dan pasar ini
tantangannya berupa lahan, modal usaha, saprotan, teknologi serta jaringan. Untuk
menangani faktor tersebut tentunya mengharuskan pemuda atau mahasiswa yang
hendak menjadi petani harus menjadi SDM unggul yang harus memiliki mental yang
kuat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen DPP Pemuda Tani
Indonesia, R.S. Suroyo. Jr, S.P., M.Si dalam paparan materinya menyebutkan bahwa
setelah sekian lama menjadi wirausaha tentu banyak pengalaman yang didapat.
“Dalam pengalaman yang kiranya saya dapatkan
itu ada 8 hambatan mental untuk memulai bisnis. Adapun 8 hambatan tersebut
diantaranya rasa takut, modal, waktu, ketidaktahuan, malu atau gengsi, mapan,
trauma dan tidak bakat. 8 hal ini harus diatasi jika memang benar kita ingin
menjadi wirausaha yang sukses, diharapkan mahasiswa memahami ini dan kedepannya
dapat menjadi wirausaha sukses untuk menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045,”
pungkas R.S. Suroyo. Jr, S.P., M.Si.