[email protected] 0251-8240773
Berita

Tumbuhkan Jiwa Entrepreneur Muda Menuju Indonesia Emas 2045, Himagrotek UNIDA Bersama Pemuda Tani DPC Kabupaten Bogor Selenggarakan Seminar Kewirausahaan

Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagrotek) Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) bersama dengan Pemuda Tani Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bogor selenggarakan Seminar Kewirausahaan 2023 dengan tema "Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Muda, Melalui Ekonomi Kreatif Menuju Indonesia Emas 2045". Kegiatan tersebut diisi oleh Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si selaku Keynote Speaker, Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz B. IRK., MM, Ketua Umum One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OCE) Indonesia, Iim Rusyamsi, S.T., MM dan Sekjen Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, R.S. Suroyo. Jr, S.P., M.Si.

Ketua Program Studi (Prodi) Agroteknologi FAPERTA UNIDA, Yuliawati, SP., M.Si dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang telah mendukung kegiatan seminar kewirausahaan ini. Yuliawati, SP., M.Si mengatakan, Prodi Agroteknologi berkomitmen akan selalu membentuk para alumni yang bergelut dalam bidang kewirausahaan terkhusus dalam bidang pertanian.

“Tingkat angka pengangguran terutama pengangguran yang berpendidikan cukup tinggi dikarenakan lapangan pekerjaan terbatas, sedangkan di Indonesia ini untuk sumber daya tidak terbatas maka sangat dibutuhkan para wirausahawan dalam meningkatkan lapangan pekerjaan. Maka kegiatan ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa menjadi wirausaha-wirausaha dalam bidang pertanian, sehingga pertanian di Indonesia dapat meningkat dan berkembang dalam menyambut Indonesia Emas 2045,” ungkap Yuliawati, SP., M.Si.

Selanjutnya Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si dalam paparannya menyampaikan bahwa Allah menurunkan alam semesta ini untuk menjadi nikmat, sehingga tinggal bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang selalu bersyukur akan nikmat dan anugerah tersebut. Sebagai rasa syukur, maka mahasiswa Agroteknologi selaku agrotegnologer diharapakan untuk berupaya meningkatkan dan mengembangkan pertanian di Indonesia.

Mahasiswa sebagai pemuda yang tercantum dalam Undang-Undang No. 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan menyebutkan bahwa pemuda adalah warga negera Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan dari usia 16 sampai 30 tahun. Dalam visi Indonesia termaktub tujuan yakni mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045 yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, oleh karena itu dibutuhkan pemuda cerdas dan bertakwa disertai ilmu yang padat, amal kreatif, luas pandangan dan akrab lingungan.

“Pemuda harus berani menjadi wirausaha karena bisa dikatakan bahwa wirausaha menurut Kamus Besar Indonesia yaitu gabungan dari dua kata yang masing-masing memiliki arti, wira dapat diartikan sebagai pahlawan atau laki-laki dan usaha merupakan sebuah kegiatan dengan mengerahkan tenaga dan pikiran untuk mencapai suatu maksud. Jadi wirausaha adalah seorang pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Maka diharapkan mahasiswa-mahasiswa dapat menjadi wirausaha khususnya wirausaha di bidang pertanian karena wirausaha bisa dikatakan seorang pahlawan dan mahasiswa hendaknya menjadi pahlawan tersebut,” tutur Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Serikat Tani Islam Indonesia, H. Fathurrahman Mahfudz B. IRK., MM dalam paparan materinya menyatakan bahwa ada 5 kunci sukses menjadi seorang pengusaha, khususnya dalam bidang pertanian.

“Diantaranya yaitu pertama perlu membebaskan diri dari rasa takut, harapan dan cara berpikir harus senantiasa ditingkatkan. Kedua, harus mau belajar dan berpikir kreatif. Ketiga, hendaknya jangan berhenti belajar yang dimana sebagai seorang wirausaha juga harus belajar dari pengalaman orang lain. Keempat, yaitu berani mengambil resiko dan action. Lalu kunci sukses kelima adalah kerja keras dan kerja cerdas,” terangnya.

Kemudian Ketua Umum OK OCE Indonesia, Iim Rusyamsi, S.T., MM dalam paparan materinya menyampaikan bahwasanya ada beberapa faktor yang menjadi tantangan bagi para pemuda menjadi seorang petani. Faktor-faktor tersebut antara lain faktor orang tua, lingkungan, media dan pendidikan.  

“Faktor lainnya yaitu faktor resepsi, ekonomi, peluang, produksi dan faktor pasar, yang dimana faktor produksi dan pasar ini tantangannya berupa lahan, modal usaha, saprotan, teknologi serta jaringan. Untuk menangani faktor tersebut tentunya mengharuskan pemuda atau mahasiswa yang hendak menjadi petani harus menjadi SDM unggul yang harus memiliki mental yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen DPP Pemuda Tani Indonesia, R.S. Suroyo. Jr, S.P., M.Si dalam paparan materinya menyebutkan bahwa setelah sekian lama menjadi wirausaha tentu banyak pengalaman yang didapat.  

“Dalam pengalaman yang kiranya saya dapatkan itu ada 8 hambatan mental untuk memulai bisnis. Adapun 8 hambatan tersebut diantaranya rasa takut, modal, waktu, ketidaktahuan, malu atau gengsi, mapan, trauma dan tidak bakat. 8 hal ini harus diatasi jika memang benar kita ingin menjadi wirausaha yang sukses, diharapkan mahasiswa memahami ini dan kedepannya dapat menjadi wirausaha sukses untuk menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045,” pungkas R.S. Suroyo. Jr, S.P., M.Si.