Turunkan Angka Stunting di Desa Cipelang, Kelompok 12 KKN-T FAPERTA UNIDA Adakan Penyuluhan
Mahasiswa Fakultas Pertanian (FAPERTA)
Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam Kelompok 12 Kuliah Keja Nyata
Tematik (KKN-T) selenggarakan Penyuluhan Stunting yang digelar secara luring di
Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Penyuluhan tersebut diisi
oleh Tim dari Kelompok 12 KKN-T FAPERTA UNIDA dan dihadiri oleh Kader Posyandu
serta masyarakat Desa Cipelang.
Kecamatan Cijeruk memiliki angka tertinggi
dengan jumlah Stunting paling banyak
termasuk Desa Cipelang, data tersebut diperoleh dari Bapedda litbang.
Maka dengan informasi tersebut Mahasiswa Kelompok 12 KKN-T FAPERTA UNIDA
mengadakan penyuluhan stunting pada kegiatan Posyandu rutin.
Ketua Kader Posyandu Desa Cipelang, Ooy
dalam sambutannya menyatakan bahwasanya dengan pemberian materi penyuluhan
stanting ini di harapkan ibu-ibu disini yang memiliki balita bisa lebih
memperhatikan asupan dan gizi yang di berikan kepada anak anaknya.
“Setelah penyuluhan ini diharapkan
masyarakat Desa Cipelang lebih peduli terhadap asupan gizi pada anak-anaknya
dan memiliki lebih banyak pengetahuan mengenai stunting sehingga dapat
menurunkan angka stunting di Desa Cipelang,” ungkapnya.
Sementara itu, Mahasiswa dari Kelompok 12
KKN-T FAPERTA UNIDA, Fattur Rahman selaku narasumber dalam paparannya
menyampaikan mengenai sebab dan akibat stunting pada anak. Serta pemberin tips
bagaimna memilih makanan yang baik di berikan kepada anak dan pola hidup yang
sehat.
“Kita harus lebih peduli terhadap asupan
gizi anak, karena jika kita tidak perhatikan maka akan bahaya dan tentu rentan
terhadap stunting. Pada dasarnya semua ibu-ibu ingin anaknya sehat selalu, maka
dari itu hendaknya anak-anak selalu mengonsumsi makanan yang bergizi sehingga
tumbuh kembang anak dapat terjaga dengan baik,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Omah selaku
peserta dan masyarakat Desa Cipelang dalam sesi wawancara menyatakan bahwasanya
kegitan ini sangat bermaanfaat untuk menambah wawasan ibu-ibu terkhusus yang
memiliki balita agar tahu makanan apa
saja yang baik untuk dii konsumsi sehingga mencegah terjadinya dampak buruk
stunting seperti kurang gizi, postur tubuh lebih kecil dari kebanyakan anak-anak
sebayanya dan dampak buruk lainnya.