[email protected] 0251-8240773
Kegiatan Kemahasiswaan

Turunkan Angka Stunting di Desa Cipelang, Kelompok 12 KKN-T FAPERTA UNIDA Adakan Penyuluhan

Mahasiswa Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam Kelompok 12 Kuliah Keja Nyata Tematik (KKN-T) selenggarakan Penyuluhan Stunting yang digelar secara luring di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Penyuluhan tersebut diisi oleh Tim dari Kelompok 12 KKN-T FAPERTA UNIDA dan dihadiri oleh Kader Posyandu serta masyarakat Desa Cipelang.

Kecamatan Cijeruk memiliki angka tertinggi dengan jumlah Stunting paling banyak  termasuk Desa Cipelang, data tersebut diperoleh dari Bapedda litbang. Maka dengan informasi tersebut Mahasiswa Kelompok 12 KKN-T FAPERTA UNIDA mengadakan penyuluhan stunting pada kegiatan Posyandu rutin.

Ketua Kader Posyandu Desa Cipelang, Ooy dalam sambutannya menyatakan bahwasanya dengan pemberian materi penyuluhan stanting ini di harapkan ibu-ibu disini yang memiliki balita bisa lebih memperhatikan asupan dan gizi yang di berikan kepada anak anaknya.

“Setelah penyuluhan ini diharapkan masyarakat Desa Cipelang lebih peduli terhadap asupan gizi pada anak-anaknya dan memiliki lebih banyak pengetahuan mengenai stunting sehingga dapat menurunkan angka stunting di Desa Cipelang,” ungkapnya.

Sementara itu, Mahasiswa dari Kelompok 12 KKN-T FAPERTA UNIDA, Fattur Rahman selaku narasumber dalam paparannya menyampaikan mengenai sebab dan akibat stunting pada anak. Serta pemberin tips bagaimna memilih makanan yang baik di berikan kepada anak dan pola hidup yang sehat.

“Kita harus lebih peduli terhadap asupan gizi anak, karena jika kita tidak perhatikan maka akan bahaya dan tentu rentan terhadap stunting. Pada dasarnya semua ibu-ibu ingin anaknya sehat selalu, maka dari itu hendaknya anak-anak selalu mengonsumsi makanan yang bergizi sehingga tumbuh kembang anak dapat terjaga dengan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Omah selaku peserta dan masyarakat Desa Cipelang dalam sesi wawancara menyatakan bahwasanya kegitan ini sangat bermaanfaat untuk menambah wawasan ibu-ibu terkhusus yang memiliki balita agar tahu makanan  apa saja yang baik untuk dii konsumsi sehingga mencegah terjadinya dampak buruk stunting seperti kurang gizi, postur tubuh lebih kecil dari kebanyakan anak-anak sebayanya dan dampak buruk lainnya.