UNIDA Adakan Monitoring dan Evaluasi, Dukung Percepatan Peningkatan Jabatan Akademik Para Dosen
Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan
Rapat Monitoring dan Evaluasi Dosen Serdos 2023 di Ruang Aula Anton Timur
Jaelani (ATJ) pada Jumat, 16 Juni 2023. Kegiatan tersebut dihadiri oleh
Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Penasehat Yayasan
Bidang Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd, Rektor UNIDA Prof.
Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D beserta jajaran dan para Dekan Fakultas yang ada di
lingkungan UNIDA serta para dosen yang diundang.
Wakil Rektor I UNIDA, Aal Lukmanul Hakim,
S.H., M.H dalam sambutannya menyatakan bahwa pertemuan kali ini sangat penting
untuk merencanakan seperti apa kiranya langkah-langkah meningkatkan dan
percepatan Serdos para dosen, pengembangan dosen, percepatan Jabatan Akademik
Dosen dan lainnya. Pada pertemuan kali ini juga sama-sama akan mendengarkan
arahan dari Chancellor UNIDA, Penasehat Yayasan Bidang Pendidikan Tinggi dan
juga Rektor UNIDA yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi percepatan
pengembangan dan peningkatan jabatan akademik dosen.
Selanjutnya Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H.
Martin Roestamy, S.H., M.H dalam paparannya menuturkan bahwasanya Serdos
merupakan pengakuan dasar untuk menjadi seorang akademisi. Oleh karena itu, Chancellor
UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengajak agar para dosen terus
saling mendukung dan memberi semangat satu sama lain.
“Dosen UNIDA harus semangat untuk
memperoleh Serdos karena UNIDA memiliki tujuan untuk terus meningkatkan jumlah
dosen yang memiliki Serdos dan juga harapan lebih besarnya terus menciptakan
profesor-profesor di UNIDA. Mari sama-sama saling memberi semangat dan doa
untuk kemajuan UNIDA,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Rektor UNIDA,
Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D menyampaikan bahwa UNIDA dapat terus melaju
kencang mencapai apa yang menjadi tujuan jika itu dilakukan secara bersama-sama.
“Mari kita berpikir dinamis dan produktif,
pikirkan apa yang perlu dilakukan sehingga dapat selalu berkontribusi baik bagi
diri sendiri, universitas dan negara,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Penasehat
Yayasan Bidang Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd dalam
paparannya menyampaikan bahwasanya Serdos adalah martabat dan harga diri
seorang dosen, jika ingin dikatakan dosen maka harus lulus Serdos terlebih
dahulu. Pada dasarnya Serdos adalah upaya pemerintah untuk melakukan
profesionalisasi dosen, sehingga Serdos menjadi penciri utama bagi seorang
dosen yang memiliki dua subjek, yakni yang pertama sebagai sebagai pendidik
profesional dan kedua sebagai ilmuan sejati.
“Pendidik profesional harus memiliki
sertifikat pendidik atau Serdos dan ketika kita memiliki Serdos hendaknya memiliki
keinginan yang kuat untuk mencapai jabatan akademik tertinggi, jika seperti itu
maka kita dapat dikatakan sebagai ilmuan sejati. Ilmuan sejati harus memiliki
kesombongan yang dengan ilmu yang dimiliki, kesombongan itu tentu harus positif
dan tidak berbentuk narasi akan tetapi orang dapat melihat dan membuktikannya
sehingga dosen harus benar-benar menjadi seorang pakar,” paparnya.
“Serdos ini bukan hanya harapan
universitas, bukan juga hanya harapan fakultas akan tetapi Serdos harapan dosen
sendiri yang menjadikan dosen memiliki martabat. Dan untuk memiliki Serdos juga
tentu harus mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku seperti mengikuti
Pekerti tingkat nasional dan peraturan lainnya. Diharapkan dosen di UNIDA terus
berusaha dan bersemangat dalam meraih Serdos dan selalu berkeinginan untuk
mencapai jabatan akademik tertinggi,” tambah Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd.