[email protected] 0251-8240773
Berita

UNIDA Adakan Penentuan Akhir Seleksi Penerima Program Beasiswa PKD

Setelah melewati rangkaian tahapan seleksi, sebanyak 23 orang calon mahasiswa program beasiswa Pendidikan Kader Dakwah (PKD) Universitas Djuanda (UNIDA) akan melewati tahapan final, yaitu penentuan akhir seleksi untuk dapat dinyatakan lulus dalam program beasiswa PKD.

Penentuan akhir ini dilaksanakan pada Selasa (23/8/2022) di Ruang Pascasarjana UNIDA dengan dihadiri oleh Chancellor UNIDA Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Rektor UNIDA Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H, Mufti UNIDA Dr. Syamsudin Ali Nasution, MA, Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Mahasiswa Bina Tauhid (MABIT) UNIDA H. Muhammad Syafi’i Lubis, S.H, Pimpinan PP MABIT UNIDA Dr. Sudiman Sihotang, S.H., M.H, Para Dekan, serta pejabat struktural lainnya.

Chancellor UNIDA Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H dalam arahannya menyampaikan, pada dasarnya mahasiswa yang diterima menjadi santri mahasiswa PKD telah melalui proses seleksi terlebih dahulu. Para mahasiswa yang terpilih dan melewati proses seleksi tersebut, selanjutnya akan mendapat 3 pilihan untuk menentukan arah dan tujuan selama menjadi mahasiswa program beasiswa PKD. Setiap pilihan diharapkan menjadi motivasi bagi para mahasiswa PKD sehingga dapat memberikan yang terbaik sebagaimana tujuan program beasiswa PKD diselenggarakan.

Kami ucapkan selamat datang, selamat bergabung di PP MABIT. Silakan untuk memilih dan dibicarakan dengan pimpinan ponpes, apakah akan menjadi mahasiswa jalur santri hafidz, akademik, atau jalur entrepreneur,” ujar Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.

Sementara itu, Rektor UNIDA Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H menuturkan, mahasiswa PKD memiliki keistimewaan, karena disamping lulus menjadi sarjana, juga akan dibekali lebih untuk dapat mengamalkan nilai islam. Oleh karena itu, diharapkan para calon mahasiswa PKD yang dinyatakan lulus dapat lebih semangat dan tekun dalam belajar.

Selama beberapa hari yang lalu, adik-adik sudah melewati tahapan demi tahapan, dan hari ini terakhir untuk menetapkan adik-adik calon mahasiswa supaya dapat disini kita berkumpul belajar menuntut ilmu. Saya sebagai Rektor, juga para pimpinan ponpes dan para Dekan disini pasti sepakat bahwasanya harapan kami seluruhnya lulus semua mengingat semangat juang yang tinggi adik-adik untuk menjadi calon mahasiswa UNIDA. Tetapi hanya saja ini merupakan sebuah proses seleksi, yang mana biasanya ada yang lulus dan ada yang gugur,” ungkapnya.

“Saya yakin adik-adik disini niatnya lillahita’ala, siap belajar menuntut ilmu di UNIDA untuk menjadi manusia bertaqwa. Dalam proses belajar nantinya harapan kami juga adik-adik bisa lebih unggul dari mahasiswa lainnya. Tunjukkan ketekunan dan semangat lebih. Belajarlah dengan baik, tanpa belajar kita tidak akan mendapatkan apa-apa,” tambahnya.

Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H juga berpesan agar para mahasiswa dapat mengatur waktu dengan baik, menjaga shalat 5 waktu, serta menghormati dan menyayangi orang tua.

Pada kesempatan yang sama, Gugun Gunadi, M.Pd selaku Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dalam laporannya menjelaskan, proses seleksi penerimaan mahasiswa baru program beasiswa PKD diawali dengan pendaftaran yang dilaksanakan dari mulai tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 1 Juli. Tercatat, ada 116 pendaftar yang mengikuti seleksi tahap awal, yakni Psikotest dan Tes Potensi Akademik (TPA). Selanjutnya, tahap wawancara dan tes tahfidz, kemudian i’tikaf yang dilaksanakan selama satu minggu hingga akhirnya terpilih 23 orang hari ini yang dipertemukan terlebih dahulu dengan para pimpinan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan yayasan, pimpinan universitas, pimpinan pondok pesantren Mabit, para Dekan, dan pihak lainnya yang sudah memberikan support, membimbing dan mengarahkan dalam proses seleksi ini. Mudah-mudahan proses ini menghasilkan mahasiswa PKD yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Adapun pengasuh PP MABIT, H. Muhammad Syafi’i Lubis, S.H., M.Kn berharap, para calon mahasiswa PKD yang hari ini dipertemukan dapat lebih mengenal lingkungan kampus, khususnya mengenal para pimpinan UNIDA.

Pada sore hari ini kami menghadirkan calon santri yang terakhir telah mengikuti Itikaf. Ini belum akhir, sebelumnya ada 24 calon mahasiswa PKD, tetapi 1 orang calon mundur. Mudah-mudahan yang 23 bisa menghadapi ujian seleksi ini dengan penuh semangat. Selama seminggu dalam I’tikaf sudah diajarkan 21 nilai karakter tauhid, semoga bisa diserap dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.