UNIDA Adakan Penentuan Akhir Seleksi Penerima Program Beasiswa PKD
Setelah
melewati rangkaian tahapan seleksi, sebanyak 23 orang calon mahasiswa program beasiswa
Pendidikan Kader Dakwah (PKD) Universitas
Djuanda (UNIDA) akan
melewati tahapan final, yaitu penentuan akhir seleksi untuk dapat dinyatakan lulus dalam program beasiswa PKD.
Penentuan akhir ini dilaksanakan pada Selasa
(23/8/2022) di Ruang Pascasarjana UNIDA dengan dihadiri oleh Chancellor UNIDA Dr. H. Martin Roestamy, S.H.,
M.H, Rektor UNIDA Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H, Mufti UNIDA Dr. Syamsudin Ali
Nasution, MA, Pengasuh Pondok
Pesantren (PP) Mahasiswa
Bina Tauhid (MABIT) UNIDA
H. Muhammad Syafi’i Lubis, S.H, Pimpinan
PP MABIT UNIDA Dr.
Sudiman Sihotang, S.H., M.H, Para
Dekan, serta pejabat struktural lainnya.
Chancellor
UNIDA Dr. H. Martin
Roestamy, S.H., M.H dalam arahannya menyampaikan, pada dasarnya mahasiswa yang diterima menjadi santri mahasiswa PKD telah melalui proses
seleksi terlebih dahulu. Para mahasiswa yang terpilih dan melewati proses
seleksi tersebut, selanjutnya akan mendapat 3 pilihan untuk menentukan arah dan
tujuan selama menjadi mahasiswa program beasiswa PKD. Setiap pilihan diharapkan
menjadi motivasi bagi para mahasiswa PKD sehingga dapat memberikan yang terbaik
sebagaimana tujuan program beasiswa PKD diselenggarakan.
“Kami
ucapkan selamat datang, selamat bergabung di PP MABIT. Silakan untuk memilih dan dibicarakan dengan
pimpinan ponpes, apakah akan menjadi mahasiswa jalur santri hafidz, akademik,
atau jalur entrepreneur,” ujar Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.
Sementara itu, Rektor
UNIDA Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H menuturkan, mahasiswa PKD memiliki keistimewaan, karena
disamping lulus menjadi sarjana, juga akan dibekali lebih untuk dapat mengamalkan nilai islam. Oleh karena itu, diharapkan para
calon mahasiswa PKD yang dinyatakan lulus dapat lebih semangat dan tekun dalam
belajar.
“Selama
beberapa hari yang lalu, adik-adik sudah melewati tahapan demi tahapan, dan hari
ini terakhir untuk menetapkan adik-adik calon mahasiswa supaya dapat disini kita berkumpul belajar menuntut ilmu. Saya
sebagai Rektor, juga para pimpinan ponpes dan para Dekan disini pasti sepakat
bahwasanya harapan kami seluruhnya lulus semua mengingat semangat juang yang
tinggi adik-adik untuk menjadi calon mahasiswa UNIDA. Tetapi hanya saja
ini merupakan sebuah proses seleksi, yang mana biasanya ada yang lulus dan ada yang gugur,”
ungkapnya.
“Saya yakin adik-adik disini niatnya lillahita’ala, siap belajar menuntut ilmu di UNIDA untuk menjadi
manusia bertaqwa. Dalam proses belajar nantinya harapan kami juga adik-adik bisa lebih unggul dari mahasiswa lainnya. Tunjukkan
ketekunan dan semangat lebih. Belajarlah dengan
baik, tanpa belajar kita tidak
akan mendapatkan apa-apa,”
tambahnya.
Prof.
Dr. Suhaidi, S.H., M.H juga
berpesan agar para mahasiswa dapat mengatur waktu dengan baik, menjaga shalat 5
waktu, serta menghormati dan menyayangi orang tua.
Pada
kesempatan yang sama, Gugun Gunadi, M.Pd selaku Kepala Biro Penerimaan
Mahasiswa Baru (PMB) dalam laporannya menjelaskan, proses seleksi penerimaan
mahasiswa baru program beasiswa PKD diawali dengan pendaftaran yang
dilaksanakan dari mulai tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 1 Juli. Tercatat, ada 116 pendaftar yang
mengikuti seleksi tahap awal, yakni Psikotest dan Tes Potensi Akademik (TPA).
Selanjutnya, tahap wawancara dan tes tahfidz, kemudian i’tikaf yang
dilaksanakan selama satu minggu hingga akhirnya terpilih 23 orang hari ini yang
dipertemukan terlebih dahulu dengan para pimpinan.
“Kami
mengucapkan terima kasih kepada
seluruh pimpinan yayasan, pimpinan universitas, pimpinan pondok pesantren Mabit, para
Dekan, dan pihak lainnya yang sudah memberikan
support, membimbing dan mengarahkan dalam proses seleksi
ini. Mudah-mudahan proses ini menghasilkan mahasiswa PKD yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Adapun pengasuh PP MABIT, H. Muhammad Syafi’i Lubis,
S.H., M.Kn berharap, para calon mahasiswa PKD yang hari ini dipertemukan dapat lebih
mengenal lingkungan kampus, khususnya mengenal para pimpinan UNIDA.
“Pada sore hari ini kami menghadirkan
calon santri yang terakhir telah
mengikuti I’tikaf. Ini belum akhir, sebelumnya ada 24 calon mahasiswa PKD, tetapi 1 orang calon mundur. Mudah-mudahan yang 23
bisa menghadapi ujian seleksi ini dengan penuh semangat. Selama seminggu dalam I’tikaf sudah diajarkan 21 nilai
karakter tauhid, semoga bisa diserap dan diimplementasikan dalam kehidupan
sehari-hari,” ungkapnya.