UNIDA Adakan Pertemuan Lanjutan Bahas Pengelolaan Sampah
Biro Sumber Dana
(BSD)
bersama Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Universitas Djuanda (UNIDA) melakukan pertemuan kembali dengan
Agus Supriyatna selaku Konsultan Pengelolaan Sampah pada Jum’at (17/03/2023) untuk menindaklanjuti pertemuan
sebelumnya yang membicarakan
mengenai
pengelolaan sampah di
lingkungan Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda dan UNIDA. Pertemuan
ini turut
dihadiri juga oleh Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, Wakil Rektor II Dr. Hj. Endeh Suhartini, S.H., M.H, Kepala Biro Sumber Dana UNIDA Djuniarsono, S.H., M.H, Kepala Bidang Umum
dan Logistik Asep Thobibudin Qolyubi, S.H., M.H, dan jajaran lainnya.
Wakil Rektor II Dr. Hj. Endeh
Suhartini, S.H., M.H menuturkan, secara umum tujuan utama dari
pertemuan ini ialah untuk segera menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman dengan perilaku manusia yang mendukung
kelestarian lingkungan serta menciptakan circular
ekonomi berkelanjutan.
Sedangkan
tujuan secara khusus yakni untuk memahami dampak
kontaminasi lingkungan dari sampah yang tidak dikelola dengan benar,
memahami pentingnya melakukan gerakan 3R dan pemilahan sampah, dipahami sistem
pengelolaan sampah dengan tata kelola berbasis kelestarian lingkungan dan circular ekonomi, terbangun sarana
tempat pengelolaan sampah Reduce, Reuse
dan Recycle skala mini (Mini TPS3R),
terlatihnya petugas yang
dapat melakukan pemilahan sampah anorganik, serta pengolahan sampah organik
dengan metode komposter dan maggot.
“Rencana
kedepan yang akan dilakukan adalah Sosialisasi Pemilahan Sampah, Pengembangan
media pemilahan sampah dan Pelatihan Pengolahan Sampah dengan model komposter,” tutur Wakil
Rektor II Dr. Hj. Endeh Suhartini, S.H., M.H.
Dalam kesempatan kali ini, Agus Supriyatna
memaparkan bahwa jika dihitung untuk
total populasi yang
beraktivitas di UNIDA sebanyak
4.500 orang setiap hari dengan
estimasi volume sampah 1.120kg sampah/hari, maka pengelolaan sampah di UNIDA dapat menggunakan model kumpul, angkut,
dan lalu buang. Adapun potensi
sampah anorganik dan organik belum tergarap.
Agus
Supriyatna
juga menyampaikan
mengenai aspek sarana dan prasarana, yaitu diantaranya pembuatan Mini TPS3R, pengadaan tong sampah,
pengadaan timbangan, pengadaan alat press
sampah plastik manual, dan pengadaan drum plastik untuk komposter.
“Untuk
alur pengelolaan sampahnya antara lain pertama melalui pewadahan sampah organik dan anorganik di
setiap unit gedung, sampah
terpilah setiap hari diangkut ke TPS3R, sortir
sampah anorganik dan sortir sampah organik di TPS3R, sampah anorganik yang bernilai ekonomi dikelompokkan
dan dikemas,” paparnya.
“Sampah yang tidak bisa dijual menjadi residu yangg diangkut truk sampah seperti kardus, duplek, PET, kaleng, dan lainnya dijual ke BASIBA atau lapak
barang bekas dan styroform, sedotan, baterai
bekas, popok bayi sebagai residu diangkut ke truk sampah, sementara sampah organik berupa daun daunan
dan kulit buah dimasukkan ke dalam komposter seperti kompos padat dan pupuk
organik cair untuk tanaman.
Kemudian sampah organik berupa sisa makanan
dan tulang diolah oleh maggot BSF, maggot segar untuk pakan ternak,” sambungnya.