[email protected] 0251-8240773
Berita

UNIDA Adakan Pertemuan Lanjutan Bahas Pengelolaan Sampah

Biro Sumber Dana (BSD) bersama Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Universitas Djuanda (UNIDA) melakukan pertemuan kembali dengan Agus Supriyatna selaku Konsultan Pengelolaan Sampah pada Jum’at (17/03/2023) untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya yang membicarakan mengenai pengelolaan sampah di lingkungan Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda dan UNIDA. Pertemuan ini turut dihadiri juga oleh Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, Wakil Rektor II Dr. Hj. Endeh Suhartini, S.H., M.H, Kepala Biro Sumber Dana UNIDA Djuniarsono, S.H., M.H, Kepala Bidang Umum dan Logistik Asep Thobibudin Qolyubi, S.H., M.H, dan jajaran lainnya.

Wakil Rektor II Dr. Hj. Endeh Suhartini, S.H., M.H menuturkan, secara umum tujuan utama dari pertemuan ini ialah untuk segera menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman dengan perilaku manusia yang mendukung kelestarian lingkungan serta menciptakan circular ekonomi berkelanjutan.

Sedangkan tujuan secara khusus yakni untuk memahami dampak  kontaminasi lingkungan dari sampah yang tidak dikelola dengan benar, memahami pentingnya melakukan gerakan 3R dan pemilahan sampah, dipahami sistem pengelolaan sampah dengan tata kelola berbasis kelestarian lingkungan dan circular ekonomi, terbangun sarana tempat pengelolaan sampah Reduce, Reuse dan Recycle skala mini (Mini TPS3R), terlatihnya petugas yang dapat melakukan pemilahan sampah anorganik, serta pengolahan sampah organik dengan metode komposter dan maggot.

Rencana kedepan yang akan dilakukan adalah Sosialisasi Pemilahan Sampah, Pengembangan media pemilahan sampah dan Pelatihan Pengolahan Sampah dengan model komposter,” tutur Wakil Rektor II Dr. Hj. Endeh Suhartini, S.H., M.H.

Dalam kesempatan kali ini, Agus  Supriyatna memaparkan bahwa jika dihitung untuk total populasi yang beraktivitas di UNIDA sebanyak 4.500 orang setiap hari dengan estimasi volume sampah 1.120kg sampah/hari, maka pengelolaan sampah di UNIDA dapat menggunakan model kumpul, angkut, dan lalu buang. Adapun potensi sampah anorganik dan organik belum tergarap.

Agus Supriyatna juga menyampaikan mengenai aspek sarana dan prasarana, yaitu diantaranya pembuatan Mini TPS3R, pengadaan tong sampah, pengadaan timbangan, pengadaan alat press sampah plastik manual, dan pengadaan drum plastik untuk komposter.

Untuk alur pengelolaan sampahnya antara lain pertama melalui pewadahan sampah organik dan anorganik di setiap unit gedung, sampah terpilah setiap hari diangkut ke TPS3R, sortir sampah anorganik dan sortir sampah organik di TPS3R, sampah anorganik yang bernilai ekonomi dikelompokkan dan dikemas,” paparnya.

Sampah yang tidak bisa dijual  menjadi residu yangg  diangkut truk sampah seperti kardus, duplek, PET,  kaleng, dan lainnya dijual ke BASIBA atau lapak barang bekas dan styroform, sedotan, baterai bekas, popok bayi sebagai residu diangkut ke truk sampah, sementara sampah organik berupa daun daunan dan kulit buah dimasukkan ke dalam komposter seperti kompos padat dan pupuk organik cair untuk tanaman. Kemudian sampah organik berupa sisa makanan dan tulang diolah oleh maggot BSF, maggot segar untuk pakan ternak,” sambungnya.