[email protected] 0251-8240773
Berita

UNIDA Adakan Rapat Koordinasi Pimpinan, Akselerasi Persiapan AIPT Menuju Unggul

Universitas Djuanda (UNIDA) laksanakan Rapat Persiapan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dan Evaluasi Dewan Pengawas Universitas (DPU) pada Kamis, 6 Februari 2024 di Ruang ATJ UNIDA.

Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H dalam sambutannya mengungkapkan bahwa rapat ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dalam proses persiapan AIPT.

“Kita sudah mau deklarasikan dan memproses meraih unggul, tetapi ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mencapai unggul. Hal ini bisa diantisipasi dengan melihat tingkat kepuasan mahasiswa dengan melakukan sampel dan melakukan perbaikan dari sampel tersebut,” ungkapnya.

Rektor UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menjelaskan bahwa hasil survei kepuasan mahasiswa dari DPU memiliki peran penting dalam pelaksanaan AIPT.

“Hasil survei dari DPU bisa menjadi acuan untuk memperhatikan dan menyusun tindak lanjut lebih bagus menuju kemajuan, kebaikan dan kesesuain dengan harapan mahasiswa, karena kepuasan mahasiswa merupakan marketing paling jitu untuk Universitas,” jelasnya.

Kemudian, Ketua DPU UNIDA, Dr. Samsuri, S.E., M.M memaparkan bahwa survei dilakukan untuk mendiagnosa apa yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kepuasan mahasiswa.

“Kita melakukan survei pada mahasiswa untuk mendiagnosa apa instrumen yang perlu diperbaiki dari Universitas, sehingga ketika disempurnakan mahasiswa merasakan layanan yang lebih baik dari Universitas,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Penasehat Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) Bidang Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa bisa ditingkatkan dengan profesionalitas dosen untuk memberikan pelayanan terbaik.

“Dosen memiliki peran penting untuk memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa sebagai bagian dari profesionalitas, salah satunya dalam pertemuan perdana, karena nuansa yang diberikan dosen dengan pengalamana tebraik akan menyelamatkan mahasiswa,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi.