[email protected] 0251-8240773
Kegiatan Kemahasiswaan

UNIDA Angkat Isu Kesehatan Mental dan Edukasi Perilaku Higienitas dalam Seminar Tauhid sebagai Pondasi untuk Generasi Unggul

Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar seminar bertajuk “Tauhid sebagai Pondasi Generasi Unggul: Mitigasi Penggunaan Narkoba, HIV dan TBC dengan Edukasi Perilaku dan Higienitas di Kalangan Mahasiswa” pada Senin, 14 Juli 2025 di Aula Gedung C UNIDA.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Lakudus S.Psi., M.M., C.Ht seorang praktisi kesehatan mental, dan dr. Chantika Maharani, yang membawakan materi tentang mitigasi penggunaan narkoba serta edukasi HIV, TBC, dan higienitas mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Lakudus S.Psi., M.M., C.Ht menjelaskan pentingnya kesehatan mental sebagai fondasi dalam mengedukasi generasi muda agar mampu melakukan mitigasi terhadap perilaku berisiko.

“Kondisi kesehatan mental di Indonesia memasuki fase darurat, dengan meningkatnya prevalensi gangguan jiwa, tingginya angka bunuh diri, dan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa kesehatan mental tidak hanya berkaitan dengan tidak adanya gangguan psikologis, namun juga mencakup kesejahteraan emosional, sosial, dan psikologis. Selain itu, ia menjelaskan pentingnya kemampuan coping dalam menjaga kestabilan diri di tengah tantangan hidup.

“Dengan memiliki kesehatan mental yang baik, seseorang tidak hanya menjadi produktif, tetapi juga dapat merasa bahagia dan berdaya dalam menjalani hidup,” tutupnya.

 

Sementara itu, dr. Chantika Maharani menyoroti isu HIV sebagai permasalahan kesehatan global yang memerlukan pendekatan preventif dan edukatif, terutama di lingkungan mahasiswa.

 

“Memahami tahapan perkembangan infeksi HIV menjadi langkah penting untuk intervensi medis yang lebih efektif,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa terapi antiretroviral (ARV) saat ini menjadi standar utama dalam pengobatan HIV. Walau belum menyembuhkan, ARV dapat menghambat replikasi virus, menjaga jumlah virus tetap rendah dalam tubuh.

“Mari bersama wujudkan lingkungan yang inklusif, bebas diskriminasi, dan mendukung upaya pencegahan serta pengobatan HIV/AIDS demi Indonesia yang lebih sehat,” pungkasnya.

Kepala BKA UNIDA, Berry Sastrawan, S.Sos., M.A.P menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam membentuk generasi yang beriman, sehat, dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Seminar ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya tauhid sebagai landasan hidup serta pentingnya perilaku sehat dan preventif dalam menghadapi tantangan kesehatan global di era modern.

“Melalui seminar ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa pondasi keimanan dan edukasi kesehatan harus berjalan beriringan. Mahasiswa bukan hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter kuat dan pola hidup sehat,” ujar Berry.