UNIDA Bersama AII Dorong Budaya Inovasi dan Komersialisasi Invensi di Indonesia
Lembaga
Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Djuanda (UNIDA) dan
Asosiasi Inventor Indonesia (AII) adakan pertemuan bersama para pemegang hak
paten pada Rabu, 12 April 2023 di Ruang Serba Guna Pascasarjana. Bertemakan
“Peran AII dalam Mendorong Budaya Inovasi dan Komersialisasi Invensi di
Indonesia”, kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali
Fulazzaky, Ph.D, Wakil Rektor III UNIDA Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si, serta Prof.
Dr. Ir. Jonbi, MT., MM., M.Si., INV selaku Sekretaris Jenderal AII sebagai
narasumber.
Rektor
UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa
diharapkan melalui pertemuan ini dapat memunculkan ide baru bagi para inventor serta
menghasilkan payung kerja sama yang konkret.
“Ini
adalah pertemuan kita yang pertama dengan AII, sudah lama kita memikirkan bagaimana
agar ide-ide pemikiran ini bisa kita salurkan dan bisa kita implementasikan
kepada masyarakat. Mudah-mudahan bisa meningkatkan kapasitas dalam diri kita
maupun universitas. Jadi ada payung dari kerja sama yang kita buat ini,” tutur Prof.
Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D.
Sementara
itu Prof. Dr. Ir. Jonbi, MT., MM., M.Si., INV dalam paparannya menjelaskan, hakikat
sebuah paten itu perlu untuk segera di implementasikan sehingga dapat dirasakan
manfaatnya oleh masyarakat.
“Pada
kesempatan ini saya akan menjelaskan bagaimana kita mengkomersialisasikan suatu
paten. Kita harus segera mulai mendekatkan diri atau mencari jalan bagaimana
temuannya itu dapat di implementasikan. Jadi apabila diperhatikan, kelemahan
daripada kita sebagai inventor barangkali penelitian kita tidak berdasarkan
pada kebutuhan industri, ini yang menjadi problem
dan hampir semua terjadi, disinilah peran kami untuk membimbing dan
mengevaluasi kembali para inventor,” ungkapnya.
Lebih
lanjut, Prof. Dr. Ir. Jonbi, MT., MM., M.Si., INV menyampaikan mengenai pentingnya
strategi promosi dan peran AII dalam membina para inventor untuk dapat lebih
berperan dalam meningkatkan dan menghasilkan IPTEK di dunia internasional.
“Kemudian
strategi promosi kegiatan inventor ini penting. Jadi kita melihat riset-riset kita
dikalangan perguruan tinggi itu sering kali berhenti di tengah jalan, sehingga
banyak yang terjebak di lembah kematian ini atau yang sering kita sebut valley
of death. Peran kami di AII ini adalah mempertemukan inventor dan investor
dengan meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan pembudayaan IPTEK serta
menghimpun, membina, mengembangkan dan mewujudkan kepribadian dan moral untuk
dapat lebih berperan dalam meningkatkan dan menghasilkan IPTEK Indonesia di
dunia Internasional,” pungkasnya.