[email protected] 0251-8240773
Berita

UNIDA Bersama AII Dorong Budaya Inovasi dan Komersialisasi Invensi di Indonesia

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Djuanda (UNIDA) dan Asosiasi Inventor Indonesia (AII) adakan pertemuan bersama para pemegang hak paten pada Rabu, 12 April 2023 di Ruang Serba Guna Pascasarjana. Bertemakan “Peran AII dalam Mendorong Budaya Inovasi dan Komersialisasi Invensi di Indonesia”, kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D, Wakil Rektor III UNIDA Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi., M.Si, serta Prof. Dr. Ir. Jonbi, MT., MM., M.Si., INV selaku Sekretaris Jenderal AII sebagai narasumber.

Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa diharapkan melalui pertemuan ini dapat memunculkan ide baru bagi para inventor serta menghasilkan payung kerja sama yang konkret.

“Ini adalah pertemuan kita yang pertama dengan AII, sudah lama kita memikirkan bagaimana agar ide-ide pemikiran ini bisa kita salurkan dan bisa kita implementasikan kepada masyarakat. Mudah-mudahan bisa meningkatkan kapasitas dalam diri kita maupun universitas. Jadi ada payung dari kerja sama yang kita buat ini,” tutur Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D.

Sementara itu Prof. Dr. Ir. Jonbi, MT., MM., M.Si., INV dalam paparannya menjelaskan, hakikat sebuah paten itu perlu untuk segera di implementasikan sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan bagaimana kita mengkomersialisasikan suatu paten. Kita harus segera mulai mendekatkan diri atau mencari jalan bagaimana temuannya itu dapat di implementasikan. Jadi apabila diperhatikan, kelemahan daripada kita sebagai inventor barangkali penelitian kita tidak berdasarkan pada kebutuhan industri, ini yang menjadi problem dan hampir semua terjadi, disinilah peran kami untuk membimbing dan mengevaluasi kembali para inventor,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Dr. Ir. Jonbi, MT., MM., M.Si., INV menyampaikan mengenai pentingnya strategi promosi dan peran AII dalam membina para inventor untuk dapat lebih berperan dalam meningkatkan dan menghasilkan IPTEK di dunia internasional.

“Kemudian strategi promosi kegiatan inventor ini penting. Jadi kita melihat riset-riset kita dikalangan perguruan tinggi itu sering kali berhenti di tengah jalan, sehingga banyak yang terjebak di lembah kematian ini atau yang sering kita sebut valley of death. Peran kami di AII ini adalah mempertemukan inventor dan investor dengan meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan pembudayaan IPTEK serta menghimpun, membina, mengembangkan dan mewujudkan kepribadian dan moral untuk dapat lebih berperan dalam meningkatkan dan menghasilkan IPTEK Indonesia di dunia Internasional,” pungkasnya.