UNIDA Bersama YIAK KAMUSU dan Perkumpulan Batak Muslim Indonesia Adakan FGD, Bahas Peradaban Islam di Nusantara
Universitas
Djuanda (UNIDA) bersama Yayasan Izzatul Amaliyah Komunitas Alumni Muslim
Universitas Sumatera Utara (KAMUSU) dan Perkumpulan Batak Muslim Indonesia
sebagai Inisiator gagasan pembahasan Peradaban Islam di Nusantara mengadakan
kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada Selasa (08/08/2023) di Ruang
Serba Guna Sekolah Pascasarjana.
Hadir
dalam FGD, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengungkapkan
bahwa UNIDA berada di bawah naungan Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam
Amaliah Indonesia yang waktu itu dirintis oleh H. Alamsyah Ratuperwiranegara. UNIDA
sebagai kampus yang memiliki visi tauhid berkomitmen mendukung setiap upaya
untuk pengembangan peradaban Islam di Nusantara.
“Selamat
datang di Kampus Bertauhid, Universitas Djuanda. Kenapa dibangun di
persimpangan Ciawi ini, seperti kata Pak Alamsyah apabila dibangun disini, maka
disini akan menjadi Pusat Peradaban Islam Indonesia. Sejalan dengan itu, UNIDA memiliki
visi yakni Menjadi Universitas Riset Bertauhid yang diakui Dunia,” ungkapnya.
Prof.
Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengatakan, saat ini UNIDA juga dipimpin oleh
Rektor Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D yang termasuk ke dalam Top 2%
Scientist yang diakui dunia, seorang ahli air lingkungan di Indonesia.
Dalam
kesempatan yang sama, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D mengapresiasi
kegiatan FGD bertema Kondisi Peradaban Islam di Nusantara yang diselenggarakan
di UNIDA. Diharapkan melalui kegiatan FGD ini dapat bermanfaat serta banyak
temuan baru hasil dari diskusi yang dilaksanakan.
“Yang
saya hormati seluruh para Cendekiawan yang sudah bergabung disini di Universitas
Djuanda, saya ucapkan selamat datang. Alhamdulillah ini menjadi sebuah
penghormatan, dengan adanya acara ini tentu kita bisa saling belajar bersama, berbagi
wawasan dan pengalaman yang mudah-mudahan ada manfaat yang tersebar untuk orang
lain,” tuturnya.
Sementara
itu, Pembina Yayasan Izzatul Amaliyah KAMUSU Prof. Dr. Muhammad Zilah Hamzah, S.E.,
M.M mengatakan bahwa FGD ini terbentuk karena sebuah ikatan para Alumni USU
yang masih tererat hingga saat ini.
“Terkait
kegiatan kita pada hari ini, semata-mata hanyalah ide hasil diskusi kita di
Ikatan Alumni bahwa kita harus bermanfaat di hidup kita. Apakah untuk pribadi
kita sendiri, atau lingkungan internal keluarga,” ujarnya.
“Dan
apa yang ada hari ini dalam bentuk sekecil apapun kita mesti menorehkan
sesuatu, untuk itulah kita yang berada di negara yang mayoritas besar populasi Islamnya,
kita hadir bersama-sama dalam kegiatan Focus Group Discussion ini,” sambungnya.
Setelah
pembukaan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan isi materi dan sesi
diskusi.