[email protected] 0251-8240773
Kerjasama

UNIDA Bersama YIAK KAMUSU dan Perkumpulan Batak Muslim Indonesia Adakan FGD, Bahas Peradaban Islam di Nusantara

Universitas Djuanda (UNIDA) bersama Yayasan Izzatul Amaliyah Komunitas Alumni Muslim Universitas Sumatera Utara (KAMUSU) dan Perkumpulan Batak Muslim Indonesia sebagai Inisiator gagasan pembahasan Peradaban Islam di Nusantara mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada Selasa (08/08/2023) di Ruang Serba Guna Sekolah Pascasarjana.

Hadir dalam FGD, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengungkapkan bahwa UNIDA berada di bawah naungan Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliah Indonesia yang waktu itu dirintis oleh H. Alamsyah Ratuperwiranegara. UNIDA sebagai kampus yang memiliki visi tauhid berkomitmen mendukung setiap upaya untuk pengembangan peradaban Islam di Nusantara.

“Selamat datang di Kampus Bertauhid, Universitas Djuanda. Kenapa dibangun di persimpangan Ciawi ini, seperti kata Pak Alamsyah apabila dibangun disini, maka disini akan menjadi Pusat Peradaban Islam Indonesia. Sejalan dengan itu, UNIDA memiliki visi yakni Menjadi Universitas Riset Bertauhid yang diakui Dunia,” ungkapnya.

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H mengatakan, saat ini UNIDA juga dipimpin oleh Rektor Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D yang termasuk ke dalam Top 2% Scientist yang diakui dunia, seorang ahli air lingkungan di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D mengapresiasi kegiatan FGD bertema Kondisi Peradaban Islam di Nusantara yang diselenggarakan di UNIDA. Diharapkan melalui kegiatan FGD ini dapat bermanfaat serta banyak temuan baru hasil dari diskusi yang dilaksanakan.

“Yang saya hormati seluruh para Cendekiawan yang sudah bergabung disini di Universitas Djuanda, saya ucapkan selamat datang. Alhamdulillah ini menjadi sebuah penghormatan, dengan adanya acara ini tentu kita bisa saling belajar bersama, berbagi wawasan dan pengalaman yang mudah-mudahan ada manfaat yang tersebar untuk orang lain,” tuturnya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Izzatul Amaliyah KAMUSU Prof. Dr. Muhammad Zilah Hamzah, S.E., M.M mengatakan bahwa FGD ini terbentuk karena sebuah ikatan para Alumni USU yang masih tererat hingga saat ini.

“Terkait kegiatan kita pada hari ini, semata-mata hanyalah ide hasil diskusi kita di Ikatan Alumni bahwa kita harus bermanfaat di hidup kita. Apakah untuk pribadi kita sendiri, atau lingkungan internal keluarga,” ujarnya.

“Dan apa yang ada hari ini dalam bentuk sekecil apapun kita mesti menorehkan sesuatu, untuk itulah kita yang berada di negara yang mayoritas besar populasi Islamnya, kita hadir bersama-sama dalam kegiatan Focus Group Discussion ini,” sambungnya.

Setelah pembukaan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan isi materi dan sesi diskusi.