UNIDA Bogor Gelar Bimtek Aplikasi JAD, Tingkatkan Kepangkatan Dosen Menuju Universitas Unggul
Universitas
Djuanda (UNIDA) Bogor menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Jabatan Akademik Dosen (JAD)
untuk Tim (Penilaian Angka Kredit) PAK dan Operator Aplikasi JAD, Kamis
(28/7/2022) di Ruang Kelas Sekolah Pascasarjana, Kampus UNIDA Bogor.
Kegiatan
ini dihadiri oleh Chancellor UNIDA Bogor Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH,
Direktur Eksekutif Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia
(YPSPIAI) Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, serta Rektor UNIDA Bogor Prof.
Dr. Suhaidi, SH., MH dan para Wakil Rektor.
Adapun kegiatan ini mengundang narasumber, diantaranya
Prof. Dr. Hj. Henny Nuraeny, SH., MH (Asesor BKD LLDIKTI Wilayah IV), Gina
Indriani, ST., MT (Koordinator Fungsi Pendidik dan Tenaga Kependidikan LLDIKTI
Wilayah IV), Miskarniati (Admin JAD / Pengolah
Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan
LLDIKTI Wilayah IV), dan Lenya Agustina (Admin JAD / Pengolah Data Pendidik
dan Tenaga Kependidikan LLDIKTI Wilayah IV) dengan diikuti oleh peserta Tim PAK
dan Operator dari setiap fakultas.
Rektor
UNIDA Bogor Prof.
Dr. Suhaidi, SH., MH dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Bimtek terkait
dengan JAD ini sangat penting. Sebab, saat ini Sumber Daya Manusia (SDM)
menjadi permasalahan yang menjadi perhatian mengingat tujuan UNIDA Bogor untuk
menjadi universitas unggul pada tahun 2026.
“Acara
pagi ini sangat
menarik, saya mengharapkan para peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini karena begitu pentingnya, terutama bagi dosen dan operator. Untuk operator, akan belajar bagaimana cara menjalankan aplikasi JAD.
Sementara bagi para dosen, semoga tidak ada lagi difikiran kita
semua yang mengatakan bahwa naik pangkat itu susah,”
ujarnya.
Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH menuturkan, kegiatan ini
merupakan salah satu upaya dari universitas terhadap para dosen yang diharapkan
para dosen dapat meningkatkan jabatan akademik secara tepat waktu. Prof. Dr.
Suhaidi, SH., MH juga berharap para Dekan yang hadir dalam kegiatan ini untuk
selanjutnya dapat menyampaikan kembali kepada para dosen agar dapat sesegera mungkin
mengurus persyaratan kenaikan JAD tersebut.
“Ini merupakan salah satu upaya, jemput bola. Maka silakan segera siapkan persyaratannya, khususnya terkait
dengan kegiatan tridarma dan atau
pancadarma yang kita miliki. Terima kasih kepada Prof. Henny, narasumber kita yang luar biasa, mudah-mudahan dengan bimbingan profesor nanti kita dapat mengaplikasikan hasil
bimtek ini," tutur
Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH yang sekaligus
membuka secara
resmi jalannya kegiatan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif YPSPIAI
Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I mengungkapkan bahwasanya UNIDA pada tahun
akademik 2022/2023 dicanangkan sebagai tahun Kesadaran Peningkatan JAD (DRAJAD), yaitu tahun kesadaran tentang jabatan akademik
dosen.
“Jika dalam bahasa
Sunda, ‘Drajat’ yaitu ‘Darajat’ yang
berarti kedudukan tinggi. Mudah-mudahan ketika ‘DRAJAD ’
sudah bisa sukses, maka
derajatnya itu juga senantiasa
dapat naik,” ungkapnya.
Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menyampaikan,
sebelumnya sudah dilaksanakan kegiatan Pra Muker sebagai persiapan dari
pelaksanaan Muker ke-XV. Dalam hal ini, terkait dengan komisi yang membidangi
SDM akan dipimpin langsung oleh Rektor sebagai Ketua komisi.
“Kita
baru melaksanakan Pra Muker dalam dua hari kemarin, Yayasan sengaja agar lebih fokus, khusu
dan sukses nantinya untuk
komisi yang mengurus jabatan akademik dosen dipimpin langsung oleh Pak Rektor. Ini
agar sesuatunya dapat diselesaikan lebih cepat, sehingga lebih
baik,” tambahnya.
Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I mengingatkan,
agar para pimpinan universitas harus senantiasa istiqomah menjadi
uswah, serta
harus juga senantiasa belajar untuk membangun kesadaran para dosen agar
dapat meningkatkan jabatan akademiknya tepat waktu.
“InsyaAllah, dengan bekal pengarahan Prof Henny, kita
tidak hanya punya semangat lebih baik, tetapi
juga keterampilan, dan kepedulian. Jadi ini adalah kegiatan yang
sangat bermanfaat, terima
kasih Prof Henny yang sudah berkenan hadir menjadi narasumber. Mari
niatkan yang hadir hari ini disini, bukan
hanya mengurus
jabatan akademik sendiri tetapi juga
membantu dosen yang lain untuk bisa bersama-sama menaikkan jabatan akademiknya. Sehingga di tahun akademik
ini, tahun ‘DRAJAD’
dapat tercapai,” pungkasya.
Sementara itu pada sesi pemaparan, Prof. Dr. Hj. Henny
Nuraeni, SH., MH mengatakan pentingnya peningkatan jabatan akademik dosen. Hal
ini berdasarkan pada tugas dan peran dosen sebagai bagian dari pendidikan
tinggi.
“Apa dan
untuk apa jabatan akademik dosen? Ini bertujuan untuk mendapatkan pengakuan pribadi maupun institusi, selain itu juga dengan peningkatan
jabatan akademik ini bisa mendapatkan
reward semacam tunjangan
sertifikasi. Tetapi,
untuk mencapai itu semua memang tidak semudah itu,” ujarnya mengawali pemaparan.
Dalam peningkatan JAD, perguruan tinggi dapat
melakukan upaya pembinaan karir para dosen, disamping
tetap perlu adanya kesadaran
dosen itu sendiri. Selain itu, dapat dengan memacu publikasi hasil penelitian, membentuk tim penilai PAK internal, membentuk tim validasi
penelitian, dukungan
dari pimpinan, dan Senat harus dapat
memamahi pengembangan karir dosen. Lebih jauh, Prof. Dr. Hj. Henny
Nuraeni, SH., MH juga menyebutkan kiat serta upaya yang harus dilakukan oleh para dosen.
“Pertama, niat dan
semangat, bagaimanapun
ini harus dimulai. Kedua, menentukan JAD sesuai pendidikan atau keahlian, ini
harus linier. Ketiga, siapkan berkas dan bukti kinerja. Keempat, sesuaikan dengan BKD dan Sister. Kelima, harus ada surat tugas untuk setiap kegiatan
tridarma. Keenam,
bahwa di seetiap semester harus terisi kegiatan. Ketujuh, upayakan setiap kegiatan itu terdokumentasi.
Kedelapan, jangan lupa dan malas berkoordinasi dengan
prodi, fakultas, universitas dan LLDIKTI. Terakhir, yaitu berdoa, berusaha dan tetap semangat,” sebutnya.
Pada sesi pemaparan berikutnya, Gina Indriani, S.SI.,
MT memaparkan mengenai Jabatan Akademik Dosen menuju Dosen profesional. Dalam
paparannya tersebut Gina Indriani, S.SI., MT menjelaskan tentang kondisi
jabatan akademik dosen di LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat-Banten.
“Saat ini, di Wilayah LLDIKTI IV Jabar-Banten memang masih didominasi oleh dosen yang belum memiliki jabatan akademik dosen. Maka untuk itu perlu diperhatikan. Harapannya nanti setiap tahun akan berangsur, berkurang dan para dosen bisa lebih sadar akan pentingnya mengurus jabatan akademik dosen untuk jenjang karir seorang dosen itu sendiri,” terangnya.
Sementara itu, Chancellor UNIDA Bogor Dr. H. Martin
Roestamy, SH., MH dalam closing statement-nya
menyampaikan, ke depan diharapkan adanya peningkatan JAD yang terencana sesuai target.
“Kita perlu sering-sering melakukan Bimtek, kedepan
sudah mengarah pada fokus personal sehingga kita sudah memiliki target untuk
peningkatan JAD setiap dosen. Pada dasarnya JAD harus kita penuhi dan kita
targetkan tidak ada lagi status dosen tenaga pengajar,” pungkasnya.