[email protected] 0251-8240773
Berita

UNIDA Bogor Gelar Bimtek Aplikasi JAD, Tingkatkan Kepangkatan Dosen Menuju Universitas Unggul

Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Jabatan Akademik Dosen (JAD) untuk Tim (Penilaian Angka Kredit) PAK dan Operator Aplikasi JAD, Kamis (28/7/2022) di Ruang Kelas Sekolah Pascasarjana, Kampus UNIDA Bogor.

Kegiatan ini dihadiri oleh Chancellor UNIDA Bogor Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH, Direktur Eksekutif Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, serta Rektor UNIDA Bogor Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH dan para Wakil Rektor.

Adapun kegiatan ini mengundang narasumber, diantaranya Prof. Dr. Hj. Henny Nuraeny, SH., MH (Asesor BKD LLDIKTI Wilayah IV), Gina Indriani, ST., MT (Koordinator Fungsi Pendidik dan Tenaga Kependidikan LLDIKTI Wilayah IV), Miskarniati (Admin JAD / Pengolah Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan LLDIKTI Wilayah IV), dan Lenya Agustina (Admin JAD / Pengolah Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan LLDIKTI Wilayah IV) dengan diikuti oleh peserta Tim PAK dan Operator dari setiap fakultas.

Rektor UNIDA Bogor Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Bimtek terkait dengan JAD ini sangat penting. Sebab, saat ini Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi permasalahan yang menjadi perhatian mengingat tujuan UNIDA Bogor untuk menjadi universitas unggul pada tahun 2026.

Acara pagi ini sangat menarik, saya mengharapkan para peserta agar dapat mengikuti kegiatan ini karena begitu pentingnya, terutama bagi dosen dan operator. Untuk operator, akan belajar bagaimana cara menjalankan aplikasi JAD. Sementara bagi para dosen, semoga tidak ada lagi difikiran kita semua yang mengatakan bahwa naik pangkat itu susah,” ujarnya.

Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya dari universitas terhadap para dosen yang diharapkan para dosen dapat meningkatkan jabatan akademik secara tepat waktu. Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH juga berharap para Dekan yang hadir dalam kegiatan ini untuk selanjutnya dapat menyampaikan kembali kepada para dosen agar dapat sesegera mungkin mengurus persyaratan kenaikan JAD tersebut.

“Ini merupakan salah satu upaya, jemput bola. Maka silakan segera siapkan persyaratannya, khususnya terkait dengan kegiatan tridarma dan atau pancadarma yang kita miliki. Terima kasih kepada Prof. Henny, narasumber kita yang luar biasa, mudah-mudahan dengan bimbingan profesor nanti kita dapat mengaplikasikan hasil bimtek ini," tutur Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH yang sekaligus membuka secara resmi jalannya kegiatan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif YPSPIAI Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I mengungkapkan bahwasanya UNIDA pada tahun akademik 2022/2023 dicanangkan sebagai tahun Kesadaran Peningkatan JAD (DRAJAD), yaitu tahun kesadaran tentang jabatan akademik dosen.

“Jika dalam bahasa Sunda, ‘Drajat’ yaitu ‘Darajat yang berarti kedudukan tinggi. Mudah-mudahan ketika ‘DRAJAD ’ sudah bisa sukses, maka derajatnya itu juga senantiasa dapat naik,” ungkapnya.

Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I menyampaikan, sebelumnya sudah dilaksanakan kegiatan Pra Muker sebagai persiapan dari pelaksanaan Muker ke-XV. Dalam hal ini, terkait dengan komisi yang membidangi SDM akan dipimpin langsung oleh Rektor sebagai Ketua komisi.

Kita baru melaksanakan Pra Muker dalam dua hari kemarin, Yayasan sengaja agar lebih fokus, khusu dan sukses nantinya untuk komisi yang mengurus jabatan akademik dosen dipimpin langsung oleh Pak Rektor. Ini agar sesuatunya dapat diselesaikan lebih cepat, sehingga lebih baik,” tambahnya.

Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I mengingatkan, agar para pimpinan universitas harus senantiasa istiqomah menjadi uswah, serta harus juga senantiasa belajar untuk membangun kesadaran para dosen agar dapat meningkatkan jabatan akademiknya tepat waktu.

InsyaAllah, dengan bekal pengarahan Prof Henny, kita tidak hanya punya semangat lebih baik, tetapi juga keterampilan, dan kepedulian. Jadi ini adalah kegiatan yang sangat bermanfaat, terima kasih Prof Henny yang sudah berkenan hadir menjadi narasumber. Mari niatkan yang hadir hari ini disini, bukan hanya mengurus jabatan akademik sendiri tetapi juga membantu dosen yang lain untuk bisa bersama-sama menaikkan jabatan akademiknya. Sehingga di tahun akademik ini, tahun ‘DRAJAD’ dapat tercapai,” pungkasya.

Sementara itu pada sesi pemaparan, Prof. Dr. Hj. Henny Nuraeni, SH., MH mengatakan pentingnya peningkatan jabatan akademik dosen. Hal ini berdasarkan pada tugas dan peran dosen sebagai bagian dari pendidikan tinggi.

Apa dan untuk apa jabatan akademik dosen? Ini bertujuan untuk mendapatkan pengakuan pribadi maupun institusi, selain itu juga dengan peningkatan jabatan akademik ini bisa mendapatkan reward semacam tunjangan sertifikasi. Tetapi, untuk mencapai itu semua memang tidak semudah itu,” ujarnya mengawali pemaparan.  

Dalam peningkatan JAD, perguruan tinggi dapat melakukan upaya pembinaan karir para dosen, disamping tetap perlu adanya kesadaran dosen itu sendiri. Selain itu, dapat dengan memacu publikasi hasil penelitian, membentuk tim penilai PAK internal, membentuk tim validasi penelitian, dukungan dari pimpinan, dan Senat harus dapat memamahi pengembangan karir dosen. Lebih jauh, Prof. Dr. Hj. Henny Nuraeni, SH., MH juga menyebutkan kiat serta upaya yang harus dilakukan oleh para dosen.

“Pertama, niat dan semangat, bagaimanapun ini harus dimulai. Kedua, menentukan JAD sesuai pendidikan atau keahlian, ini harus linier. Ketiga, siapkan berkas dan bukti kinerja. Keempat, sesuaikan dengan BKD dan Sister. Kelima, harus ada surat tugas untuk setiap kegiatan tridarma. Keenam, bahwa di seetiap semester harus terisi kegiatan. Ketujuh, upayakan setiap kegiatan itu terdokumentasi. Kedelapan, jangan lupa dan malas berkoordinasi dengan prodi, fakultas, universitas dan LLDIKTI. Terakhir, yaitu berdoa, berusaha dan tetap semangat,” sebutnya.

Pada sesi pemaparan berikutnya, Gina Indriani, S.SI., MT memaparkan mengenai Jabatan Akademik Dosen menuju Dosen profesional. Dalam paparannya tersebut Gina Indriani, S.SI., MT menjelaskan tentang kondisi jabatan akademik dosen di LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat-Banten.

“Saat ini, di Wilayah LLDIKTI IV Jabar-Banten memang masih didominasi oleh dosen yang belum memiliki jabatan akademik dosen. Maka untuk itu perlu diperhatikan. Harapannya nanti setiap tahun akan berangsur, berkurang dan para dosen bisa lebih sadar akan pentingnya mengurus jabatan akademik dosen untuk jenjang karir seorang dosen itu sendiri,” terangnya. 

Sementara itu, Chancellor UNIDA Bogor Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH dalam closing statement-nya menyampaikan, ke depan diharapkan adanya peningkatan JAD yang terencana sesuai target.

“Kita perlu sering-sering melakukan Bimtek, kedepan sudah mengarah pada fokus personal sehingga kita sudah memiliki target untuk peningkatan JAD setiap dosen. Pada dasarnya JAD harus kita penuhi dan kita targetkan tidak ada lagi status dosen tenaga pengajar,” pungkasnya.