UNIDA Bogor Selenggarakan Seminar Hasil, Dorong Peningkatan Kualitas Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor menggelar Seminar Hasil
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam rangkaian kegiatan Bantuan
Pendanaan Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)
dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS di
Horison Ultima Bhuvana Ciawi Bogor yang dilaksanakan selama 2 hari, dari
tanggal 24-25 Desember 2021.
Kegiatan ini diisi oleh Rektor UNIDA Bogor Dr. Ir. Dede
Kardaya, M.Si sebagai Keynote Speaker
yang diikuti oleh dosen penerima hibah penelitian dan pengabdian masyarakat
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun
2021 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Wakil Rektor I UNIDA Bogor Dr. Ir. Ristika Handarini, MP dalam
sambutannya menyampaikan syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang
terlibat, yang mana kegiatan program penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat pada hari ini merupakan kerja bersama seluruh pihak.
?Sampailah kita pada seminar hasil, ini semua tidak akan tercapai
tanpa kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dari seluruh pihak yang
terlibat. Konsep pemerataan kegiatan dan kerja berjamaah juga diimplementasikan
melalui peningkatan semua prodi yang tergabung dalam 3 proposal PKM besar yang
merupakan hilirisasi dari penelitian terbaik di masing-masing prodi. Untuk itu,
pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada pimpinan yang telah
mendukung terhadap semua kegiatan dan capaian yang telah kita peroleh saat ini,?
ujarnya.
?Tentunya juga ucapan terima kasih setinggi-tingginya kami
ucapkan kepada Sekretariat Ditjen Dikti, Riset dan Teknologi, Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek yang telah
memberikan dana pengabdian melalui bantuan pendanaan program penelitian kebijakan
MBKM dan pengabdian masyarakat berbasis hasil penelitian dan Purwarupa PTS,? tambah
Dr. Ir. Ristika Handarini, MP.
Turut hadir secara virtual, Ketua Umum Yayasan Pusat Studi
Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) Dr. H. Bambang Widjojanto, SH.,
M.Sc mengatakan, kehebatan seseorang, terutama peneliti tidak saja ditentukan
oleh kemampuannya menjawab dan menganalisa. Tapi lebih dulu kemampuan
penelitian didasarkan pada pijakan seberapa hebat kecerdasannya untuk
merumuskan pertanyaan yang berpijak pada keingintahuan itu sendiri.
?Saya merasa bersyukur hari ini diperkenankan oleh teman-teman
akademisi untuk memberikan sambutan. Ini satu proses yang luar biasa. Saya
ingin menyampaikan beberapa hal. Sebenarnya ada sunnatullah yang bekerja dalam proses penelitian, yakni penelitian
yang baik itu hanya bisa dilakukan oleh Peneliti yang baik. Sementara peneliti
yang baik mempunyai kebiasaan, yaitu bertanya. Bertanya menjadi kata kunci
dalam sebuah penelitian, pertanyaan itu bisa jadi berpijak dari keingintahuan
seorang peneliti serta diajukan untuk hal yang tidak diketahuinya, atau bisa
saja ingin memahami sesuatu secara lebih rinci dan detail. Jadi suatu
pertanyaan muncul dan diajukan karena adanya keingintahuan, sedangkan proses
berfikir adalah respon atas masalah yang muncul atau klarifikasi atas masalah
yang dipertanyakan,? ungkap Dr. H. Bambang Widjojanto, SH., M.Sc.
Pada kesempatan yang sama, Chancellor UNIDA Bogor Dr. H.
Martin Roestamy, SH., MH menyampaikan bahwasanya penelitian merupakan jantung
perguruan tinggi, maka Universitas yang selama ini menjadi menara gading perlu
menyentuh masyarakat. Ujung daripada penelitian ialah hilirisasi, sehingga
diharapkan jangan berhenti pada penelitian, tetapi dilanjutkan melalui pengabdian
dari penelitian tersebut dengan tetap melakukan segala sesuatu dari hati.
?Mudah-mudahan dengan acara hari ini kita bisa mengembangkan
diri untuk terus melangkah mencapai visi menjadi universitas riset yang menyatu
dalam tauhid dan diakui dunia, untuk menggenggam dunia meraih akhirat,? ujar Dr.
H. Martin Roestamy, SH., MH pada saat memberikan pengarahan.
Kemudian pada sesi pemaparan materi, Dr. Ir. Dede Kardaya,
M.Si menjelaskan mengenai implementasi program MBKM di UNIDA Bogor.
Implementasi ini diawali oleh 6 Program Studi (Prodi) yang menerima program
bantuan Prodi menerapkan kerja sama kurikulum MBKM, diantaranya Prodi
Manajemen, Akuntansi, Administrasi Publik, Peternakan, Agribisnis dan Ekonomi
Syariah.
Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si
memaparkan, pelaksanaan MBKM di UNIDA Bogor mencakup perumusan kebijakan
terkait implementasi program kerja sama kurikulum MBKM, penyusunan panduan atau
pedoman yang menjadi acuan implementasi program kerja sama kurikulum MBKM di
tingkat Prodi, pengembangan kurikulum Prodi berbasis pada CPL, hingga dampak
implementasi program MBKM tersebut.
?Tahapan dan waktu pelaksanaan MBKM semester genap tahun
akademik 2020/2021 diawali oleh sosialiasi pada sebelum Februari yang
dilaksanakan oleh prodi dan fakultas. Kemudian dilanjutkan dengan pengisian
data Dikti Kampus Merdeka, lalu pelaksanaan kegiatan, monitoring, evaluasi
akademik, serta input nilai dan evaluasi program MBKM,? paparnya.
Setelah
paparan materi, acara dilanjutkan dengan pemaparan hasil penelitian tingkat
universitas, fakultas dan program studi, lalu pemaparan hasil pengabdian
tingkat universitas oleh masing-masing tim pengabdian. Dalam seminar hasil ini
diberikan juga apresiasi bagi penelitian terbaik, pengabdian terbaik, hingga
pemakalah terbaik.