UNIDA dan Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia Tandatangani Nota Kesepahaman, Sepakat Jalin Kerja Sama Wujudkan SDM Unggul
Biro Kerja Sama (BKS)
Universitas Djuanda (UNIDA) pada Senin (20/02/2023) menerima kunjungan dari Asosiasi
Profesi Fotografi Indonesia (APFI) dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus melakukan
penandatangan Nota Kesepahaman antara UNIDA dengan APFI tentang penguatan
kelembagaan Tridarma Perguruan Tinggi serta Implementasi Merdeka Belajar Kampus
Merdeka (MBKM).
Dalam kunjungan
tersebut dihadiri oleh Ketua Umum APFI Ridha Nugrotopo Kusumabrata dan Kepala
Bidang Sertifikasi APFI Bambang Heryanto, S.E. yang diterima oleh Kepala
Sekolah Vokasi UNIDA Ir. Himmatul Miftah, M.Si, Kepala Biro Perpustakaan UNIDA Ruhimat,
S.Sos., M.I.kom., serta Kepala Bagian Kerja Sama Dalam Negeri Nurul Annisa
Yuniarti, M.Pd.
Dalam kesempatan
ini juga membahas tentang bentuk kegiatan kerja sama lain yang lebih
implementatif yang dituangkan ke dalam naskah Perjanjian Kerja Sama antara
Sekolah Vokasi UNIDA dan APFI, khususnya dalam bidang sertifikasi dan
pemanfaatan sumber daya lainnya.
Kepala Biro Perpustakaan,
Ruhimat, S.Sos., M.I.Kom mengungkapkan, kerja sama yang terjalin antara UNIDA
dan APFI diharapkan dapat membawa kebermanfaatan yang lebih luas bagi kedua
belah pihak sebagai upaya penguatan dan peningkatan kompetensi Sumber Daya
Manusia (SDM) unggul.
“Semoga
kedepannya akan segera dilaksanakan kegiatan implementasi kerja sama, seperti
kuliah umum bagi mahasiswa yang berminat dalam bidang fotografi dengan
narasumber dari APFI,” ujarnya.
Pada kesempatan
yang sama Ketua Umum APFI Ridha Nugrotopo Kusumabrata menyambut baik kerja sama
yang telah disepakati bersama. Ridha Nugrotopo Kusumabrata berharap ini menjadi
trigger untuk mewujudkan kerja sama
yang berkelanjutan.
“Dengan telah ditandatanganinya payung kerja sama ini, semoga ke depannya akan mempercepat proses tindaklanjut kegiatan lainnya, dan kami siap berdiskusi dalam mengakomodir kebutuhan yang dibutuhkan di setiap kegiatan kerja sama. Jika ada hal-hal yang dianggap sulit, itu tidak menjadi masalah tetapi sebagai tantangan yang harus terus diupayakan karena hal penting harus segera dilakukan dan jangan sampai tertunda,” tuturnya.