UNIDA dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Perkuat Sinergi Melalui Workshop Pendidikan Inklusif bagi Guru SD
Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor bersama dengan Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar Workshop Pendidikan Inklusif pada Kurikulum Merdeka bagi Guru di Kabupaten Bogor. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari dari 19-22 Februari 2025 di Hotel Grand Pesona, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor ini diikuti oleh 100 guru tingkat Sekolah Dasar.
Kegiatan tersebut melibatkan tiga narasumber utama dari dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) UNIDA, yaitu Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd selaku ketua tim pelaksana, Teguh Prasetyo, S.Pd., M.Pd., dan Hanrezi Dhania Hasnin, S.Pd., M.Si.
Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd menyampaikan bahwasanya pelatihan workshop ini ditujukan bagi guru kelas dan guru pendamping khusus di sekolah dasar yang menyelenggarakan pendidikan inklusif. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru terkait dasar dan pelaksanaan pendidikan inklusif serta meningkatkan kompetensi guru dalam pendidikan inklusif di sekolah dasar.
“Pelatihan pendidikan inklusif sangat penting bagi guru sekolah dasar (SD) karena membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan beragam siswa, menciptakan lingkungan belajar yang suportif, dan meningkatkan hasil belajar siswa. Pelatihan ini memberikan guru pengetahuan dan keterampilan untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa, menyesuaikan metode pengajaran, dan berkolaborasi dengan orang tua dan profesional lainnya,” ujarnya.
“Rangkaian kegiatan ini juga tidak hanya berupa pemberian materi, tetapi juga melibatkan praktik langsung seperti simulasi identifikasi sederhana di kelas inklusif, implementasi kurikulum inklusif, penyusunan RPP berbasis diferensiasi, dan penyusunan instrumen penilaian dan evaluasi,” tambahnya.
Sementara itu, terdapat beberapa materi yang disampaikan selama empat hari kegiatan diantaranya tentang prinsip dasar pendidikan inklusif, regulasi terbaru, jenis-jenis siswa dengan disabilitas, strategi mengenali kebutuhan siswa melalui observasi dan asesmen awal, karakteristik guru inklusif yang efektif, kurikulum inklusif, model pembelajaran yang efektif di kelas inklusif, Program Pembelajaran Individual (PPI), hingga penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran inklusif.
Melalui workshop ini, diharapkan para guru dapat memahami praktik pendidikan inklusif di kelas, melaksanakan identifikasi secara mandiri kepada semua siswa, serta menjalin kolaborasi antara universitas dan sekolah dalam memajukan pendidikan inklusif. Kegiatan pendampingan juga direncanakan akan terus dilakukan oleh Universitas kepada sekolah dasar inklusif secara berkelanjutan dengan materi inklusif lainnya.