UNIDA dan PT DNA Gelar Diskusi Publik, Bangun Tata Kelola Riset dan Inovasi yang Baik di BUMN Dalam Rangka Menuju Indonesia Emas
Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda (UNIDA) bersama PT Dinamika Nusantara Abadi (DNA) berkolaborasi menggelar Diskusi Publik dengan tema “Mendorong Tata Kelola Riset dan Inovasi yang Baik di BUMN Dalam Rangka Menuju Indonesia Emas”, pada Rabu (22/11/2023) di Aula Gedung C, Kampus UNIDA.
Diskusi Publik ini mengundang Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIDA), Dr. Bambang Widjojanto (Wakil Ketua KPK Periode 2011-2015/Dosen Sekolah Pascasarjana UNIDA), Ahmad Azhar, S.T., M.B.A (VP Planning and Commercial, Development Research & Innovation PT Pertamina), dan Qintara Sarah, S.Ak., CFE (Manager Forensic Accounting PWC) sebagai narasumber. Adapun moderator ialah Danardono Siradjudin, S.I.Kom.
Hadir membuka jalannya acara secara resmi, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D dalam sambutannya mengatakan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, seperti kemitraan UNIDA dengan PT DNA dalam penyelenggaraan acara ini. Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang telah berkenan hadir dan berbagi pengetahuan di forum ini.
“Alhamdulillah bahwa pada hari ini kita akan mendengar 4 panelis luar biasa yang akan memaparkan serta berdiskusi mengenai riset dan inovasi yang baik di BUMN dalam menuju Indonesia emas. Acara ini tentu sangat baik dan bermanfaat untuk bisa kita membuka wawasan bahwa riset maupun inovasi ini menjadi hal yang sangat penting untuk kemajuan negeri kita tercinta,” ujarnya.
Lebih jauh, Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D bercerita mengenai pengalamannya pada saat menempuh pendidikan program Magister dan Doktoral di Prancis. Menurutnya, riset adalah suatu keharusan yang berperan besar terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, riset juga berhubungan dengan inovasi yang menjadi dasar bagi kemajuan segala aspek kehidupan.
“Acara pagi hari ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kita untuk terus berinovasi dan berkreasi, yang ujungnya dapat berdampak memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Sesuai dengan yang disampaikan Rasulullah SAW bahwa sebaik-baiknya manusia ialah manusia yang bermanfaat bagi yang lainnya,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT DNA Hendra, S.Kom., M.B.A menyampaikan terima kasih kepada UNIDA yang telah berkenan untuk bersama-sama berkolaborasi menyelenggarakan dan menyukseskan diskusi publik ini. Diharapkan dari kegiatan ini dapat menghasilkan suatu hasil pemikiran yang menambah wawasan mengenai peran riset dan inovasi dalam rangka mendukung Indonesia emas.
“Pertama, kami sangat berterima kasih kepada Pak Chancellor, Pak Rektor beserta para Wakil Rektor dan para Dekan di UNIDA. Kami, dengan gembira dan semangat menyambut kehadiran Bapak/Ibu, tamu undangan dan para mahasiswa sebagai peserta. Ini menjadi suatu kesempatan yang berharga untuk kita,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini sebelumnya juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNIDA dan PT DNA, dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Sekolah Pascasarjana dan Fakultas di lingkungan UNIDA dengan PT DNA, serta penandatanganan Implementation of Arrangement (IA) antara Program Studi di Sekolah Pascasarjana UNIDA dengan PT DNA.
Baca Juga: UNIDA dan PT DNA Sepakat Jalin Kerja Sama, Kembangkan Sumber Daya Institusi Unggul
Sementara itu pada sesi pemaparan materi, Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si sebagai narasumber pertama menyampaikan mengenai manajemen talenta dalam mendorong budaya riset dan inovasi di BUMN.
Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si memaparkan, Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan dengan melalui beberapa pilar pembangunan, yakni pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan.
“Budaya riset dan inovasi dibutuhkan untuk daya saing di era global (a competitive advantage), membangun budaya kuat membutuhkan pemimpin kelembagaan maupun unit-unit yang berada dibawahnya untuk dapat menetapkan sejelas-jelasnya tujuan, yang selanjutnya dapat dikomunikasikan secara efektif (transformational leadership), serta membangun budaya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat berkembang dengan baik, ketika sudah terbentuk, membutuhkan pemeliharaan rutin (talent management),” tutur Prof. Dr. Sri Harini, Dra., M.Si dalam penutup pemaparannya.
