[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

UNIDA Gelar Isra Mi’raj, Tarhib Ramadan dan Halal Bihalal, Kembali Hadirkan K.H. Samsul Arifin Nababan

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) menggelar kegiatan Pengajian Isra Mi’raj, Tarhib Ramadan, dan Halal Bihalal pada Jumat (13/2/2026) di Masjid Baitul Hamdi UNIDA. Kegiatan ini menghadirkan K.H. Samsul Arifin Nababan selaku Pimpinan dan Pengasuh PP Darul Ilmi Indonesia, serta diikuti oleh civitas akademika UNIDA.

Kegiatan tersebut menjadi momentum spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadan sekaligus mempererat ukhuwah di lingkungan kampus. Dalam sambutannya, Rektor UNIDA, Prof. Dr. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kehadiran penceramah dan seluruh civitas akademika yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Rektor menegaskan bahwa pengajian ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan bagian dari ikhtiar kampus dalam menguatkan nilai-nilai tauhid sebagai fondasi kehidupan akademik.

“Momentum Isra Mi’raj dan Tarhib Ramadan harus dimaknai sebagai ajang refleksi diri, peningkatan kualitas ibadah, serta penguatan karakter,” ungkapnya. Lebih lanjut Rektor UNIDA menekankan bahwa dalam kehidupan tidak semua profesi dan usaha memberikan kepastian, namun Allah SWT telah memberikan janji terbaik bagi hamba-Nya yang senantiasa bersabar, berikhtiar, dan bertawakal.

Pada sesi tausiyah, K.H. Samsul Arifin Nababan menyampaikan bahwa peristiwa perpindahan arah kiblat dan Isra Mi’raj merupakan bentuk seleksi keimanan bagi umat Islam. Perubahan tersebut, menurutnya, menguji ketaatan dan keyakinan umat terhadap perintah Allah SWT.

“Iman itu pasti diuji. Isra Mi’raj dan perpindahan kiblat menjadi bukti bahwa Allah sedang menyeleksi siapa yang benar-benar taat dan siapa yang ragu,” ujarnya.

K.H. Samsul Arifin Nababan menambahkan bahwa bulan Sya’ban dan momentum menjelang Ramadan hendaknya dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas ibadah. Menutup tausyiahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan dalam rangka menyambut Ramadan, sehingga semangat halal bihalal dapat dimaknai sebagai upaya membersihkan hati sebelum memasuki bulan suci 1447 Hijriah.