[email protected] 0251-8240773
Berita

UNIDA Gelar Pra-Muker I, Awali Rangkaian Musyawarah Kerja XVIII untuk Penguatan Peringkat Unggul Nasional dan Internasional

Universitas Djuanda (UNIDA) memulai rangkaian Musyawarah Kerja (Muker) ke-XVIII tahun 2025 dengan pelaksanaan Pra-Muker I pada Senin, 4 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun Akademik 2025/2026, sekaligus bagian dari upaya strategis untuk memperkuat posisi UNIDA sebagai perguruan tinggi unggul di tingkat nasional dan internasional.

Mengusung tema “Penguatan Universitas Djuanda Unggul”, Pra-Muker I UNIDA difokuskan pada konsolidasi target serta penyusunan draf awal RKAT oleh seluruh unit kerja di lingkungan universitas. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Pembina Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H., Penasehat Yayasan Bidang Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd., Ketua Umum YPSPIAI Dr. Nova Monaya, S.H., M.Kn., serta jajaran pimpinan yayasan.

Hadir pula Rektor UNIDA Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd bersama para Wakil Rektor, Ketua Dewan Pengawas Universitas (DPU), Ketua Senat Akademik Universitas, Direktur Treasury, para Kepala Badan, Direktur dan Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana, para Dekan dan Wakil Dekan, Kepala Sekolah Vokasi, para Ketua Program Studi, serta para Kepala Biro dan Kepala Bidang di lingkungan Universitas Djuanda.

Ketua DPU yang juga sebagai Ketua Pelaksana Muker UNIDA 2025, Dr. Samsuri, S.E., M.M, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ajang evaluasi terhadap capaian Rencana Strategis (Renstra) periode sebelumnya.

Dr. Samsuri, S.E., M.M mengatakan, hasil utama yang ditargetkan dari Muker ini adalah tersusunnya Rencana Kerja Prioritas yang mencakup penguatan sumber daya manusia, pengembangan akademik, tata kelola kelembagaan, serta perluasan kerja sama internasional. Selain itu, RKAT yang dihasilkan akan menjadi acuan penganggaran untuk seluruh fakultas dan unit kerja pada tahun akademik mendatang.

Kemudian, dalam rangka memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi unggul, UNIDA juga menegaskan komitmennya terhadap standar akreditasi nasional dan internasional. Beberapa indikator yang menjadi acuan antara lain adalah lulusan tepat waktu minimal 50 persen, rata-rata IPK minimal 3,25, persentase dosen bergelar doktor minimal 50 persen, serta peningkatan publikasi ilmiah dan kerja sama tridharma.

Sebagai langkah lanjutan, UNIDA menetapkan sejumlah target dalam Renstra 2026–2029, antara lain 20 program studi terakreditasi unggul secara nasional, tiga program studi memperoleh akreditasi internasional, 50 persen dosen tersertifikasi internasional, serta peningkatan peringkat universitas dalam pemeringkatan nasional seperti Unirank dan Webometrics ke posisi di bawah 100. Selain itu, UNIDA menargetkan peningkatan jumlah penerimaan mahasiswa baru (PMB) sebesar 15 persen setiap tahun.

Pada kesempatan yang sama, Penasehat Bidang Pendidikan Tinggi YPSPIAI, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd menyampaikan pentingnya seluruh elemen kampus untuk menguatkan kekuatan Leadership, Organisasi, Ownership, Transformasi, Entrepreneurship, Efisiensi, dan Kreativitas atau yang dikenal dengan konsep LOOTEEK sebagai landasan menuju kampus bereputasi dunia.

“Setiap unsur kepemimpinan harus memiliki leadership yang kuat, membangun organisasi yang sehat dengan prinsip check and balance, memiliki rasa ownership terhadap kampus sebagai kapal induk yang harus didayung bersama, serta berani bertransformasi demi masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd juga menekankan pentingnya semangat entrepreneurship, efisiensi dalam pengelolaan anggaran, serta peningkatan kreativitas dan kolaborasi dalam penguatan karakter sivitas akademika.

“Maka hal ini diharapkan mampu mendorong UNIDA menjadi universitas yang tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga relevan, adaptif, dan kompetitif dalam skala internasional,” pungkasnya.

Rektor UNIDA Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I pada kesempatan yang sama menuturkan bahwa melalui pelaksanaan Pra-Muker I dan rangkaian kegiatan Muker XVIII, UNIDA menegaskan komitmen untuk terus berbenah dan berinovasi, guna mencapai visi sebagai perguruan tinggi unggul di tingkat nasional maupun internasional.

Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I juga menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga, penguatan budaya kerja unggul, serta integrasi nilai-nilai pancadarma dalam setiap aspek pengelolaan universitas.

“Rangkaian Muker ini bukan sekadar agenda administratif tahunan, tetapi merupakan momentum strategis untuk menata langkah ke depan secara lebih sistematis, terukur, dan berbasis capaian. Kami ingin memastikan bahwa setiap program kerja yang disusun benar-benar selaras dengan Renstra baru, sekaligus menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pembina YPSPIAI yang juga Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menekankan bahwa keunggulan UNIDA harus dibangun secara terstruktur dan berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga pada sistem tata kelola dan orientasi internasional.

Ia juga menambahkan bahwa setiap unsur di lingkungan UNIDA harus memiliki kesamaan visi dan semangat transformasi untuk mewujudkan universitas yang berdaya saing dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Sinergi dan komitmen bersama menjadi kunci dalam mendorong akselerasi transformasi UNIDA untuk mewujudkan visi berstandar internasional,” tegasnya.

Sebagai informasi, Muker XVIII dilaksanakan secara bertahap. Tahapan dimulai dari Pra-Muker I pada 4 Agustus 2025 yang berfokus pada konsolidasi target dan penyusunan draf RKAT, dilanjutkan dengan finalisasi draf dan RAPB pada 5–7 Agustus. Diskusi dan rekomendasi terhadap RKAT dilakukan dalam Pra-Muker II pada 8 Agustus. Tahap finalisasi RKAT berlangsung pada 9–13 Agustus, sebelum ditutup dengan pelaksanaan pleno Muker XVIII pada 14 Agustus yang mencakup presentasi RKAT serta penandatanganan kontrak kinerja seluruh unit kerja.