UNIDA Gelar Sarasehan Tauhid Academia, Bahas Integrasi 21 Nilai Karakter Tauhid dalam RPS
Biro Pendidikan dan Pengajaran (DIKJAR) berkolaborasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid (BPPT) UNIDA selenggarakan Sarasehan Tauhid Academia: Penyesuaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Terintegrasi 21 Nilai Karakter Tauhid (NKT) melalui platform Zoom Meeting pada Senin, 19 Mei 2025.
Turut hadir dalam kegiatan ini Rektor UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd., Wakil Rektor I UNIDA, Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H beserta jajarannya, dan diikuti para dosen di lingkungan UNIDA.
Rektor UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sarasehan ini bertujuan untuk menyempurnakan penerapan 21 NKT di UNIDA.
“Ini adalah usaha menyempurnakan ikhtiar kita untuk menerapkan 21 NKT dalam berbagai segi mehidupan kampus, yang menjadi cita-cita lembaga ini,” ungkapnya.
“Hal ini dimulai dari pembuatan RPS, yang merupakan persiapan seorang dosen melaksanakan tugas dan mencapai target pada matkulnya masing-masing. Dengan RPS, bisa direncakanan bagaimana mahasiswa akan memahami dan mampu menerapkan 21 NKT,” tambah Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.
Kemudian Kepala Biro DIKJAR, Dr. La Ode Amril, M.Pd menjelaskan Capaian Pembelajaran (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) beserta 21 NKT dalam format RPS terbaru UNIDA.
“CPL akan dikembangkan prodi, CPMK akan dikembangkan dosen pengampu mata kuliah, tetapi RPS ini akan berbasis 21 NKT dan tidak akan menyimpang dari model Outcome-Based Education (OBE), dimana matkul berfokus pada pembuatan project dan apa saja penilaiannya,” jelasnya.
Sementara itu Kepala BPPT UNIDA, Muhammad Rendi Ramdani, S.Pd.I., M.Pd memaparkan kodefikasi 21 NKT pada RPS.
“UNIDA adalah kampus bertauhid, dimana visi tauhid perlu dijalankan dalam setiap aspek kehidupan, baik akademik, penelitian pengabdian dan dalam pengajaran. Visi ini mengarah ke benerapa aspek yaitu intelektual, emosional, sosial dan spiritual sehingga dikembangkan dalam 21 NKT yang berasas Al-Qur’an dan Hadist,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UNIDA, Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menuturkan outcome yang perlu dihasilkan dari sarasehan ini.
“Output dan outcome-nya adalah pada akhir bulan Mei hingga pertengahan Juni, seluruh mata kuliah harus dilengkapi dengan dokumen RPS berbasis 21 NKT di sistem sevima,” ungkapnya.