[email protected] 0251-8240773
Kegiatan Kemahasiswaan

UNIDA Gelar Seminar Karir dan Pembekalan Alumni: Meniti Karir di Era Disrupsi

Universitas Djuanda (UNIDA) menggelar Seminar Karir dan Pembekalan Alumni dengan tema "Meniti Karir di Era Disrupsi: Dari Kampus ke Dunia Kerja, Birokrasi, dan Startup", bertempat di Aula Gedung C UNIDA, pada Sabtu 18 Oktober 2025. Kegiatan ini ditujukan bagi alumni serta mahasiswa yang akan mengikuti Wisuda ke-52 sebagai bekal untuk memasuki dunia industri.

Seminar ini menghadirkan narasumber Dr. Ir. Herry Nugraha, S.Si., M.M., MPP, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UNIDA Berry Sastrawan, S.Sos., M.A.P dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk membantu mahasiswa memetakan langkah karir pasca lulus serta memberikan wawasan tentang tantangan dunia industri di era digital.

“Melalui seminar ini, para calon wisudawan diharapkan dapat memperoleh insight dan pemahaman tentang berbagai pilihan karir, baik sebagai akademisi, profesional di sektor swasta maupun birokrasi, atau bahkan membangun usaha sendiri. Pemateri akan mengupas tuntas hardskill dan softskill yang relevan dengan kebutuhan dunia industri saat ini,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi mengingat persaingan kerja di masa depan yang semakin ketat.

“Sepuluh tahun ke depan, lulusan S1 akan semakin banyak. Oleh karena itu, studi lanjut menjadi salah satu cara untuk memperkuat daya saing,” tegasnya.

Pada sesi penyampaian materi, narasumber Dr. Ir. Herry Nugraha, S.Si., M.M., MPP menekankan pentingnya jejaring antar alumni lintas fakultas dan lintas disiplin sebagai modal membangun kolaborasi di masa depan, terutama dalam membentuk tim-tim kerja yang solid untuk dunia bisnis dan kewirausahaan.

“Kita harus adaptif terhadap perubahan dan perkembangan teknologi. Dunia kerja kini menuntut reskilling dan upskilling. Penggunaan AI bukan untuk menggantikan manusia, tetapi untuk memperkuat keterampilan yang kita miliki,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya pembelajaran berkelanjutan (continuous learning) sebagai syarat untuk tetap relevan di tengah perubahan yang cepat.

“Lulus bukan berarti berhenti belajar. Kita harus terus belajar hal-hal baru agar tidak tertinggal zaman,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kecerdasan emosional, kolaborasi, dan inklusivitas kini menjadi kunci sukses dalam dunia kerja masa depan.

“IPK penting, tapi bukan segalanya. Kecerdasan emosional lebih dibutuhkan untuk menghadapi dinamika kerja. Dunia tidak hanya bisa diselesaikan dengan matematika dan fisika. Kita harus bisa mengelola stres dan memahami manusia,” ungkapnya.

Ia juga membagikan formula ideal dalam membangun tim, terutama di dunia startup, yakni hacker (pemecah masalah), hipster (pemikir kreatif), dan hustler (pemasar handal).

“Kolaborasi yang baik terjadi ketika anggota tim saling melengkapi. Temukan teman-teman yang bisa menutup kekurangan kita, dan bangun tim yang inklusif, bekerja sama dengan siapa pun yang bisa memberi nilai tambah,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Non Akademik Sekolah Pascasarjana UNIDA, Dr. Saprudin, M.Si, turut menyampaikan data terkait kebutuhan perusahaan terhadap lulusan magister yang semakin meningkat seiring dengan tuntutan kualitas sumber daya manusia yang lebih tinggi.

“Indeks pembangunan manusia kita masih tertinggal dibandingkan negara lain. Sekolah Pascasarjana UNIDA hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan beragam program studi yang linier dengan jenjang S1. Alumni adalah kekuatan utama yang membesarkan UNIDA,” tuturnya.

Sebagai informasi tambahan, UNIDA memberikan kemudahan pendaftaran bagi alumni yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister dengan bebas biaya pendaftaran, yang bisa langsung dilakukan melalui PMB UNIDA. Selain itu, UNIDA saat ini juga telah resmi membuka program studi jenjang S3 Doktor Hukum sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi dan mencetak lebih banyak akademisi serta praktisi hukum yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing global. Program ini menjadi langkah strategis UNIDA dalam memperkuat kontribusi terhadap pengembangan keilmuan hukum dan pembangunan nasional.