[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

UNIDA Gembleng Dosen Muda Dalam Djuanda Reborn, Siapkan Penerus Jadi Pemimpin Berkarakter Tauhid

Guna mengasah potensi para dosen muda yang tergabung dalam “Djuanda Reborn”, Penasehat Bidang Pendidikan Tinggi Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd adakan kegiatan sharing session, Kamis (27/07/2023) di Ruang Aula Anton Timur Jaelani (ATJ).

Turut hadir juga Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H beserta Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, Wakil Rektor I UNIDA, Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H dan para dosen muda UNIDA yang tergabung dalam Djuanda Reborn.

Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd menuturkan, Djuanda Reborn adalah orang-orang terpilih yang akan menjadi calon pemimpin di masa yang akan datang. Oleh karena itu, hal ini perlu diiringi akan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.

“Anda adalah calon pemimpin masa depan, walaupun sekarang sudah ada yang menjadi Kepala di BPM, Ketua Prodi, Sekprodi, dan apapun itu tetapi kita tidak cukup sampai disitu saja, ternyata perlu adanya persiapan diri. Untuk itu, alhamdulillah anda ditakdirkan memiliki kapasitas lebih daripada yang lain, itu yang pertama. Kedua, perlu disyukuri anda hidup di dalam sebuah lingkungan yang sangat kondusif dan dari UNIDA inilah saya bisa belajar bahwa orang yang cerdas itu bukanlah orang yang memiliki mentality-nya 150. Artinya seorang pemimpin tidak hanya memiliki idealis untuk membangun sebuah organisasi, tetapi harus ideal untuk membangun dirinya sendiri,” ujarnya.

“Akhir-akhir ini saya selalu mengatakan, mari kita berjalan bukan dimulai dari awal, tetapi kita mulai dari akhir karena  Google Maps itu memberikan petunjuk bukan dari awal melainkan dari akhir. Apabila anda sudah mengisbatkan diri sebagai dosen, maka titik akhir anda adalah menjadi guru besar dan mudah atau sulitnya menjadi guru besar itu tergantung kepada bagaimana kita menyikapinya serta tergantung pada kita yang akan menjalani,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd menjelaskan bahwasanya menjadi seorang dosen untuk mempromosikan diri tidak hanya dalam nama dan jabatan, tetapi perlu adanya sebuah pengalaman.

“Jadikan sebuah kebanggaan dengan sebuah informasi, dengan sebuah pemahaman karena mereka memiliki potensi dan harapan. Dan siapa yang akan menyampaikan itu saya pikir kalian adalah orang-orang yang terpilih bukan berdasarkan dengan cerita, tetapi itu adalah sebuah pengalaman kehidupan yang memang menjadi bagian dari diri anda. Tetapi yang paling penting bagaimana kita mempromosikan diri tidak hanya dalam nama dan jabatan tetapi dalam sebuah pengalaman yang akhirnya kita bisa menjadi orang yang sukses. Saya selalu mengatakan, menjadi seorang dosen itu aktualisasi diri menjadi lebih baik, bukan menjadi dosen yang sombong,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UNIDA Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menyampaikan bahwa akan diadakan semacam Inhouse Training bagi dosen, khususnya untuk dosen muda yang tergabung pada Djuanda Reborn dengan tujuan untuk memaksimalkan pelayanan kepada mahasiswa.

“Tadi kami rencana akan diadakan semacam Inhouse Training bagi dosen seperti pelatihan Pekerti tata cara atau proses pembelajaran dan bagaimana mengoptimalkan kawan-kawan Djuanda Reborn ini khususnya agar dapat memajukan minimal yang memaksimalkan pelayanan kepada mahasiswa,” terangnya.

Kemudian pertemuan dilanjutkan dengan pengarahan lebih dalam oleh Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H. Dalam arahannya, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H berpesan kepada para Djuanda Reborn agar dapat terus meningkatkan kualitas diri dengan tidak mudah merasa cukup atas pencapaian, harus terus berkembang dari tahap ke tahap dan harus penuh kesabaran, jangan sampai putus asa.

“Djuanda Reborn adalah harapan UNIDA di masa depan, harus memiliki semangat untuk maju. Semoga pertemuan kali ini memberikan banyak manfaat dan motivasi untuk para Djuanda Reborn agar terus maju dan berkembang,” ujarnya.