UNIDA Gembleng Dosen Muda Dalam Djuanda Reborn, Siapkan Penerus Jadi Pemimpin Berkarakter Tauhid
Guna mengasah
potensi para dosen muda yang tergabung dalam “Djuanda Reborn”, Penasehat
Bidang Pendidikan Tinggi Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Prof. Dr. Uman
Suherman AS, M.Pd adakan kegiatan sharing session, Kamis (27/07/2023) di
Ruang Aula Anton Timur Jaelani (ATJ).
Turut hadir juga
Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H beserta Direktur
Eksekutif Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah,
M.Pd.I, Wakil Rektor I UNIDA, Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H dan para dosen muda
UNIDA yang tergabung dalam Djuanda Reborn.
Prof. Dr. Uman
Suherman AS, M.Pd menuturkan, Djuanda Reborn adalah orang-orang terpilih
yang akan menjadi calon pemimpin di masa yang akan datang. Oleh karena itu, hal
ini perlu diiringi akan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.
“Anda adalah
calon pemimpin masa depan, walaupun sekarang sudah ada yang menjadi Kepala di
BPM, Ketua Prodi, Sekprodi, dan apapun itu tetapi kita tidak cukup sampai
disitu saja, ternyata perlu adanya persiapan diri. Untuk itu, alhamdulillah
anda ditakdirkan memiliki kapasitas lebih daripada yang lain, itu yang pertama.
Kedua, perlu disyukuri anda hidup di dalam sebuah lingkungan yang sangat
kondusif dan dari UNIDA inilah saya bisa belajar bahwa orang yang cerdas itu
bukanlah orang yang memiliki mentality-nya 150. Artinya seorang pemimpin
tidak hanya memiliki idealis untuk membangun sebuah organisasi, tetapi harus
ideal untuk membangun dirinya sendiri,” ujarnya.
“Akhir-akhir ini
saya selalu mengatakan, mari kita berjalan bukan dimulai dari awal, tetapi kita
mulai dari akhir karena Google Maps
itu memberikan petunjuk bukan dari awal melainkan dari akhir. Apabila anda
sudah mengisbatkan diri sebagai dosen, maka titik akhir anda adalah menjadi guru
besar dan mudah atau sulitnya menjadi guru besar itu tergantung kepada
bagaimana kita menyikapinya serta tergantung pada kita yang akan menjalani,”
tambahnya.
Pada kesempatan
yang sama, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd menjelaskan bahwasanya menjadi
seorang dosen untuk mempromosikan diri tidak hanya dalam nama dan jabatan, tetapi
perlu adanya sebuah pengalaman.
“Jadikan sebuah
kebanggaan dengan sebuah informasi, dengan sebuah pemahaman karena mereka memiliki
potensi dan harapan. Dan siapa yang akan menyampaikan itu saya pikir kalian
adalah orang-orang yang terpilih bukan berdasarkan dengan cerita, tetapi itu
adalah sebuah pengalaman kehidupan yang memang menjadi bagian dari diri anda.
Tetapi yang paling penting bagaimana kita mempromosikan diri tidak hanya dalam
nama dan jabatan tetapi dalam sebuah pengalaman yang akhirnya kita bisa menjadi
orang yang sukses. Saya selalu mengatakan, menjadi seorang dosen itu
aktualisasi diri menjadi lebih baik, bukan menjadi dosen yang sombong,”
jelasnya.
Sementara itu, Wakil
Rektor I UNIDA Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menyampaikan bahwa akan diadakan
semacam Inhouse Training bagi dosen, khususnya untuk dosen muda yang
tergabung pada Djuanda Reborn dengan tujuan untuk memaksimalkan
pelayanan kepada mahasiswa.
“Tadi kami
rencana akan diadakan semacam Inhouse Training bagi dosen seperti pelatihan
Pekerti tata cara atau proses pembelajaran dan bagaimana mengoptimalkan
kawan-kawan Djuanda Reborn ini khususnya agar dapat memajukan minimal
yang memaksimalkan pelayanan kepada mahasiswa,” terangnya.
Kemudian
pertemuan dilanjutkan dengan pengarahan lebih dalam oleh Chancellor UNIDA,
Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H. Dalam arahannya, Prof. Dr. H. Martin
Roestamy, S.H., M.H berpesan kepada para Djuanda Reborn agar dapat terus
meningkatkan kualitas diri dengan tidak mudah merasa cukup atas pencapaian, harus
terus berkembang dari tahap ke tahap dan harus penuh kesabaran, jangan sampai
putus asa.
“Djuanda Reborn
adalah harapan UNIDA di masa depan, harus memiliki semangat untuk maju. Semoga pertemuan
kali ini memberikan banyak manfaat dan motivasi untuk para Djuanda Reborn agar
terus maju dan berkembang,” ujarnya.