[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

UNIDA Laksanakan PkM Internasional di Thailand, Angkat Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Global

Universitas Djuanda (UNIDA) bersama Perguruan Amaliah melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional di SMA Islahiah, Yala, Thailand Selatan. Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Agreement (IA), sebagai langkah strategis memperkuat sinergi pendidikan lintas negara.

Tim pengabdian merupakan delegasi gabungan yang terdiri dari mahasiswa Sekolah Pascasarjana UNIDA, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNIDA, serta dosen dari Fatoni University, yang turut berperan penting sebagai fasilitator kolaborasi sekaligus jembatan budaya dan akademik antara Indonesia dan komunitas lokal di wilayah Thailand Selatan.

Fokus utama dari agenda pengabdian ini adalah pembekalan Pendidikan Karakter Terintegrasi. Materi yang diberikan menekankan nilai-nilai dalam 21 Nilai Karakter Tauhid sebagai pilar kekhasan UNIDA, yang dibingkai dalam perspektif nilai-nilai kearifan lokal masyarakat setempat.

Mewakili delegasi UNIDA, Dekan FISIP UNIDA, Dr. Hj. Rita Rahmawati, Dra., M.Si dalam keterangannya menyampaikan bahwa pendidikan karakter menjadi isu mendesak di tengah dinamika global saat ini.

“Di era disrupsi seperti sekarang, keunggulan akademik saja belum cukup. Dunia memerlukan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki keteguhan karakter. Program ini merupakan bentuk nyata dari semangat Kampus Bertauhid dalam menghadirkan manfaat bagi sesama,” tegasnya.

Dr. Hj. Rita Rahmawati, Dra., M.Si menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi cerminan implementasi nilai-nilai Pancadarma UNIDA, yang mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, ketauhidan, dan profesionalitas.

"Selain memperluas jaringan kerja sama internasional, program ini juga mempertegas komitmen UNIDA dalam mencetak generasi muda berakhlakul karimah serta berkontribusi pada pembangunan masyarakat global yang beradab dan inklusif," pungkasnya.