[email protected] 0251-8240773
Berita

UNIDA Pacu Peningkatan Pengelolaan Jurnal, Targetkan Semua Jurnal Terindeks WoS

Dalam rangka meningkatkan kualitas maupun kuantitas penulisan juga publikasi karya ilmiah para dosen, Badan Pengembangan Keilmuan (BPK) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan kegiatan “Sharing Session” bersama dengan para Dekan Fakultas, Direktur Sekolah Pascasarjana, dan Pengelola Jurnal di lingkungan UNIDA, Jum’at (16/12/2022). Kegiatan yang bertempat di Ruang Senat UNIDA ini turut dihadiri juga oleh Wakil Rektor III Dr. Ir. Ristika Handari, M.P.

Kepala BPK UNIDA, Prof. Dr. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D dalam laporannya menyampaikan, saat ini seluruh pengelolaan jurnal di UNIDA akan diarahkan untuk menjadi jurnal internasional. Oleh karena itu, diperlukan strategi dalam mencapai apa yang ditargetkan tersebut.

Ujung-ujungnya kita akan kesana nanti, dengan kita bekerja keras, mudah-mudahan akan tercapai. Tentu ini pelan-pelan. Targetnya dalam 2 tahun ke depan bisa masuk di Scopus, yang ultimate goals-nya terindeks pada Web of Science (WoS),” ungkapnya.

Prof. Dr. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D juga menyampaikan terkait dengan pemilihan SINTA UNIDA Awards dan Pemilihan Jurnal UNIDA Awards tahun 2022 yang akan diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi bagi para dosen dan pengelola jurnal berprestasi, sehingga diharapkan dapat lebih memotivasi menjadi lebih baik.

Sementara itu, Wakil Rektor III UNIDA Dr. Ir. Ristika Handari, M.P mengatakan, untuk mencapai yang dicita-citakan perlu adanya kerja sama diantara seluruh stakeholder, baik editor in chief atau pengelola jurnal, reviewer, juga dosen. Dalam hal ini, peran BPK sangat besar untuk memajukan kualitas jurnal di UNIDA.

Tentu sharing session ini penting, agar bisa kita mengetahui arah guna mencapai target yang telah ditentukan. Dalam kesempatan ini juga saya sampaikan selamat kepada editor in chief yang pada pemeringkatan akreditasi IJAR menjadi SINTA 2 dan IJSR menjadi SINTA 3, tentu kuncinya adalah kerja keras, ditambah dengan kerja cerdas dan kerja berjamaah sehingga bisa membuahkan hasil. Ini sangat membanggakan kita semua,” tuturnya.

Dr. Ir. Ristika Handari, M.P menambahkan, setiap jurnal memiliki tantangan dan peluang yang berbeda, sehingga perlu memiliki strategi sesuai dengan masing-masing jurnal. Namun, ultimate goals yang dirancang sudah jelas sehingga dapat lebih mudah dalam menentukan arah strategi yang dilakukan.

“Tentu ini membutuhkan effort yang berbeda-beda, masing-masing pengelola jurnal harus nemiliki strategi. Yang jelas ini tidak mudah, namun kita bisa. Maka untuk itu kita perlu melakukan evaluasi setiap jurnal. Ini menjadi bagian penting untuk mencapai ultimate goals,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang UNIDA Writing Center (UWC) Dr. Rasmitadila, S.T., M.Pd menuturkan, melihat apa yang menjadi ultimate goals maka hal penting yang tidak dapat dikesampingkan ialah perlu adanya komitmen dan konsistensi para pengelola jurnal dalam memajukan jurnal yang dikelolanya.

“Karena seperti apa yang dikatakan Prof Ali, bahwa ultimate goals-nya adalah bagaimana jurnal kita terindeks minimal Scopus. Berat memang, tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa dicapai. Jurnal IJAR dan IJSR ini merupakan pengajuan pertama, awal, untuk itu saya mengucapkan terima kasih atas semua dukungan seluruh pihak sehingga IJAR dan IJSR ini mendapatkan tingkat cukup baik pada SINTA,” ujarnya.

“Kemudian bagaimana untuk berproses memajukan jurnal kita agar lebih baik yaitu yang paling penting adalah pertama perlu komitmen, dan yang kedua adalah konsistensi. Dua kunci inilah yang harus dipegang oleh kita semua. IJAR dan IJSR ini menjadi modal bagi kami untuk meningkatkan kualitas jurnal ke depan. Tahun depan, kami berharap kedua jurnal ini sudah dapat dikirimkan ke Scopus,” jelasnya.

Selain itu, Dr. Rasmitadila, S.T., M.Pd mengungkapkan, hal lain yang perlu diperhatikan oleh para pengelola jurnal ialah Scientific Review dan Scientific Process. Kedua hal ini tidak boleh terlupakan, karena penilaian jurnal berdasarkan hal tersebut.

“Sekali lagi, memang yang diperlukan itu komitmen dan konsistensi kita. Saya pikir pengelola jurnal sudah paham terkait dengan tugasnya. Untuk itu, scientific review dan scientific process-nya lah yang harus berjalan, jangan sampai tidak dilakukan. Ini yang paling penting, aktivitasnya, manajemennya, sehingga ini menjadi tugas kita bersama,” pungkasnya.