UNIDA Pacu Peningkatan Pengelolaan Jurnal, Targetkan Semua Jurnal Terindeks WoS
Dalam
rangka meningkatkan kualitas maupun kuantitas penulisan juga publikasi karya
ilmiah para dosen, Badan Pengembangan Keilmuan (BPK) Universitas Djuanda (UNIDA)
selenggarakan kegiatan “Sharing Session”
bersama dengan para Dekan Fakultas, Direktur Sekolah Pascasarjana, dan
Pengelola Jurnal di lingkungan UNIDA, Jum’at (16/12/2022). Kegiatan yang
bertempat di Ruang Senat UNIDA ini turut dihadiri juga oleh Wakil Rektor III
Dr. Ir. Ristika Handari, M.P.
Kepala
BPK UNIDA, Prof. Dr. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D dalam laporannya menyampaikan,
saat ini seluruh pengelolaan jurnal di UNIDA akan diarahkan untuk menjadi
jurnal internasional. Oleh karena itu, diperlukan strategi dalam mencapai apa
yang ditargetkan tersebut.
“Ujung-ujungnya
kita akan kesana nanti, dengan kita bekerja keras, mudah-mudahan akan tercapai. Tentu ini pelan-pelan. Targetnya dalam 2 tahun
ke depan bisa masuk di Scopus, yang ultimate
goals-nya terindeks pada Web of Science (WoS),” ungkapnya.
Prof. Dr.
Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D juga menyampaikan terkait dengan pemilihan SINTA
UNIDA Awards dan Pemilihan Jurnal UNIDA Awards tahun 2022 yang akan
diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi bagi para dosen dan pengelola jurnal
berprestasi, sehingga diharapkan dapat lebih memotivasi menjadi lebih baik.
Sementara
itu, Wakil Rektor III UNIDA Dr. Ir. Ristika Handari, M.P mengatakan, untuk
mencapai yang dicita-citakan perlu adanya kerja sama diantara seluruh stakeholder, baik editor in chief atau pengelola jurnal, reviewer, juga dosen. Dalam hal ini, peran BPK sangat besar untuk memajukan
kualitas jurnal di UNIDA.
“Tentu sharing session ini penting, agar bisa
kita mengetahui arah guna mencapai target yang telah ditentukan. Dalam kesempatan ini juga saya
sampaikan selamat kepada editor
in chief yang pada pemeringkatan akreditasi
IJAR menjadi SINTA 2 dan IJSR menjadi SINTA 3, tentu
kuncinya adalah kerja keras, ditambah dengan kerja cerdas dan kerja berjamaah
sehingga bisa membuahkan hasil. Ini sangat
membanggakan
kita semua,” tuturnya.
Dr. Ir.
Ristika Handari, M.P menambahkan, setiap jurnal memiliki tantangan dan peluang
yang berbeda, sehingga perlu memiliki strategi sesuai dengan masing-masing
jurnal. Namun, ultimate goals yang
dirancang sudah jelas sehingga dapat lebih mudah dalam menentukan arah strategi
yang dilakukan.
“Tentu ini
membutuhkan effort yang
berbeda-beda, masing-masing pengelola jurnal harus
nemiliki
strategi. Yang jelas
ini tidak mudah, namun kita bisa. Maka untuk itu kita perlu melakukan evaluasi setiap jurnal. Ini menjadi bagian penting untuk mencapai ultimate goals,” tambahnya.
Pada
kesempatan yang sama, Kepala Bidang UNIDA Writing Center (UWC) Dr. Rasmitadila,
S.T., M.Pd menuturkan, melihat apa yang menjadi ultimate goals maka hal penting yang tidak dapat dikesampingkan
ialah perlu adanya komitmen dan konsistensi para pengelola jurnal dalam
memajukan jurnal yang dikelolanya.
“Karena
seperti apa yang dikatakan Prof Ali, bahwa ultimate
goals-nya adalah bagaimana jurnal kita terindeks minimal Scopus. Berat
memang, tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa dicapai. Jurnal IJAR dan
IJSR ini merupakan pengajuan pertama, awal, untuk itu saya mengucapkan terima
kasih atas semua dukungan seluruh pihak sehingga IJAR dan IJSR ini mendapatkan
tingkat cukup baik pada SINTA,” ujarnya.
“Kemudian
bagaimana untuk berproses memajukan jurnal kita agar lebih baik yaitu yang paling
penting adalah pertama perlu komitmen, dan yang kedua adalah konsistensi. Dua
kunci inilah yang harus dipegang oleh kita semua. IJAR dan IJSR ini menjadi
modal bagi kami untuk meningkatkan kualitas jurnal ke depan. Tahun depan, kami
berharap kedua jurnal ini sudah dapat dikirimkan ke Scopus,” jelasnya.
Selain
itu, Dr. Rasmitadila, S.T., M.Pd mengungkapkan, hal lain yang perlu
diperhatikan oleh para pengelola jurnal ialah Scientific Review dan Scientific
Process. Kedua hal ini tidak boleh terlupakan, karena penilaian jurnal
berdasarkan hal tersebut.
“Sekali
lagi, memang yang diperlukan itu komitmen dan konsistensi kita. Saya pikir pengelola
jurnal sudah paham terkait dengan tugasnya. Untuk itu, scientific review dan scientific
process-nya lah yang harus berjalan, jangan sampai tidak dilakukan. Ini
yang paling penting, aktivitasnya, manajemennya, sehingga ini menjadi tugas
kita bersama,” pungkasnya.