[email protected] 0251-8240773
Berita

UNIDA Reflesikan Akhir Tahun dengan Majelis Dhuha

Yayasan Pusat Pendidikan Amaliyah Djuanda (YPSPIAI) dan Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian Penerapan Tauhid (BPPT) selenggarakan Majelis Dhuha yang bertajuk Refleksi Akhir Tahun di Mesjid Baitul Hamdi UNIDA pada Selasa, 20 Desember 2022. Majelis Dhuha tersebut diisi oleh Pimpinan Dzikir Majelis Al-Ihya Bogor, Ust. Hisyam Mukhlas Arruyani, S.Pd serta diikuti oleh Pimpinan dan insan YPSPIAI serta UNIDA.

Kepala BPPT, Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA dalam sesi wawancara menyatakan bahwa Majelis Dhuha ini merupakan zikir dan menuntut ilmu pengetahuan karena pada dasarnya menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim. Menuntut ilmu juga tidak harus selalu dalam kelas tetapi termasuk juga mendengarkan kajian-kajian yang diadakan oleh majelis-majelis seperti Majelis Dhuha ini.

“Dalam menghadiri majelis-majelis ini yang terpenting adalah keihklasan, ikhlas karena Allah SWT. Kalau kita ikhlas, InsyAllah ilmu itu akan berkah akan tetapi jika tidak ikhlas dan terpaksa maka ilmu dari majelis itu akan hilang ketika kita keluar dari majelis tersebut. Kegiatan yang diselenggarakan oleh BPPT ini merupakan agenda rutin dalam rangka menambah ilmu dan wawasan mengenai ajaran Allah SWT,” tuturnya.

“Harapan kedepannya dengan diselenggarakan Majelis Dhuha ini wawasan kita mengenai ajaran agama Islam ini lebih bagus dan lebih luas serta dapat memahami hakikat islam secara luas bukan hanya secara sempit saja karena Islam itu luar biasa luasnya, seluas dunia dan alam semesta ini. Setiap muslim itu haruslah memahami bagaimana Islam, jangan hanya memahami Islam mengenai masalah keduniaannya saja akan tetapi harus memahami masalah dunia dan akhirat karena keduanya tidak dapat dipisahkan,” pungkas Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA.

Selanjutnya, Pimpinan Dzikir Majelis Al-Ihya Bogor, Ust. Hisyam Mukhlas Arruyani, S.Pd dalam tausyiahnya yang berjudul Rezeki Tidak Selalu Materi menyatakan bahwasanya duduk dalam majelis ilmu itu akan memiliki hikmah dari Allah yang pertama yaitu hikmah diberikannya anugerah pada kita kesadaran di dalam beragama, sadar bahwa kita adalah umat Islam. Dimana menuntut ilmu wajib bagi setiap orang Islam baik laki-laki maupun perempuan maka disini untuk mencari ilmu dan diberi kesabaran dalam beragama islam termasuk dalam menuntut ilmu. Hikmah kedua yaitu Allah akan berikan ketenangan, semua orang yang duduk dimesjid, bermajelis ilmu, berzikir dan bersolawat maka InsyAllah hati akan diberi ketenangan oleh Allah dan dengan duduk di Majelis Dhuha ini maka hati kita akan tenang. Hikmah ketiga yaitu Allah kucurkan rahmat bagi kita dan hikmah yang keempat yaitu hikmah dimana orang-orang yang duduk dalam majelis ini namanya akan selalu disebut-sebut oleh para malaikat.

“Mungkin ada persepsi bahwa yang namanya rezeki itu selalu mengenai uang atau materi karena hal itu sudah termindset dalam pikiran kita yang membuat kita menjadi makhluk yang hedonisme. Rezeki kata Imam Gozali memiliki 4 kategori yaitu rezeki yang di jamin yaitu gizi yang masuk ke dalam diri kita apapkah itu udara, makanan dan lain sebagainya. Kedua yaitu rezeki yang dibagi yaitu rezeki kepada setiap manusia, rezeki sudah tertakar dan tidak pernah tertukar. Ketiga rezeki yang dimiliki saat ini seperti kita memiliki kendaraan, rumah atau minimal kesehatan maka itu rezeki yang dimiliki dan ketegori rezeki yang keempat adalah rezeki yang dijanjikan, Allah berikan 3 janji yaitu kalau kita bertaqwa kepada Allah maka Allah berjani akan memberikan jalan keluar dan Allah berikan rezeki yang tidak diduga-duga, Allah akan mudahkan segala urusan janji ketiga Allah angkat derajat kita dan memberikan pahala yang berlimpah. Mudah-mudahan materi kali ini memberikan pencerahan bagi kita semua mengenai hakikat rezeki dan semoga pertemuan kali ini memberikan berkah dan manfaat juga untuk kita semua,” ungkap Ust. Hisyam Mukhlas Arruyani, S.Pd.