UNIDA Reflesikan Akhir Tahun dengan Majelis Dhuha
Yayasan Pusat Pendidikan Amaliyah Djuanda
(YPSPIAI) dan Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Badan Pengkajian Penerapan
Tauhid (BPPT) selenggarakan Majelis Dhuha yang bertajuk Refleksi Akhir Tahun di
Mesjid Baitul Hamdi UNIDA pada Selasa, 20 Desember 2022. Majelis Dhuha tersebut
diisi oleh Pimpinan Dzikir Majelis Al-Ihya Bogor, Ust. Hisyam Mukhlas Arruyani,
S.Pd serta diikuti oleh Pimpinan dan insan YPSPIAI serta UNIDA.
Kepala BPPT, Dr. H. Syamsuddin Ali Nasution, MA
dalam sesi wawancara menyatakan bahwa Majelis Dhuha ini merupakan zikir dan
menuntut ilmu pengetahuan karena pada dasarnya menuntut ilmu adalah kewajiban
bagi setiap muslim. Menuntut ilmu juga tidak harus selalu dalam kelas tetapi
termasuk juga mendengarkan kajian-kajian yang diadakan oleh majelis-majelis
seperti Majelis Dhuha ini.
“Dalam menghadiri majelis-majelis ini yang terpenting
adalah keihklasan, ikhlas karena Allah SWT. Kalau kita ikhlas, InsyAllah
ilmu itu akan berkah akan tetapi jika tidak ikhlas dan terpaksa maka ilmu dari
majelis itu akan hilang ketika kita keluar dari majelis tersebut. Kegiatan yang
diselenggarakan oleh BPPT ini merupakan agenda rutin dalam rangka menambah ilmu
dan wawasan mengenai ajaran Allah SWT,” tuturnya.
“Harapan kedepannya dengan diselenggarakan Majelis
Dhuha ini wawasan kita mengenai ajaran agama Islam ini lebih bagus dan lebih luas
serta dapat memahami hakikat islam secara luas bukan hanya secara sempit saja
karena Islam itu luar biasa luasnya, seluas dunia dan alam semesta ini. Setiap
muslim itu haruslah memahami bagaimana Islam, jangan hanya memahami Islam mengenai
masalah keduniaannya saja akan tetapi harus memahami masalah dunia dan akhirat
karena keduanya tidak dapat dipisahkan,” pungkas Dr. H. Syamsuddin Ali
Nasution, MA.
Selanjutnya, Pimpinan Dzikir Majelis Al-Ihya
Bogor, Ust. Hisyam Mukhlas Arruyani, S.Pd dalam tausyiahnya yang berjudul Rezeki
Tidak Selalu Materi menyatakan bahwasanya duduk dalam majelis ilmu itu akan memiliki
hikmah dari Allah yang pertama yaitu hikmah diberikannya anugerah pada kita kesadaran di dalam beragama, sadar bahwa kita adalah umat Islam. Dimana menuntut ilmu
wajib bagi setiap orang Islam baik laki-laki maupun perempuan maka disini untuk
mencari ilmu dan diberi kesabaran dalam beragama islam termasuk dalam menuntut
ilmu. Hikmah kedua yaitu Allah akan berikan ketenangan, semua orang yang duduk
dimesjid, bermajelis ilmu, berzikir dan bersolawat maka InsyAllah hati akan
diberi ketenangan oleh Allah dan dengan duduk di Majelis Dhuha ini maka hati
kita akan tenang. Hikmah ketiga yaitu Allah kucurkan rahmat bagi kita dan
hikmah yang keempat yaitu hikmah dimana orang-orang yang duduk dalam majelis
ini namanya akan selalu disebut-sebut oleh para malaikat.
“Mungkin ada persepsi bahwa yang namanya rezeki
itu selalu mengenai uang atau materi karena hal itu sudah termindset dalam
pikiran kita yang membuat kita menjadi makhluk yang hedonisme. Rezeki
kata Imam Gozali memiliki 4 kategori yaitu rezeki yang di jamin yaitu gizi yang
masuk ke dalam diri kita apapkah itu udara, makanan dan lain sebagainya. Kedua
yaitu rezeki yang dibagi yaitu rezeki kepada setiap manusia, rezeki sudah
tertakar dan tidak pernah tertukar. Ketiga rezeki yang dimiliki saat ini seperti
kita memiliki kendaraan, rumah atau minimal kesehatan maka itu rezeki yang dimiliki
dan ketegori rezeki yang keempat adalah rezeki yang dijanjikan, Allah berikan 3
janji yaitu kalau kita bertaqwa kepada Allah maka Allah berjani akan memberikan
jalan keluar dan Allah berikan rezeki yang tidak diduga-duga, Allah akan
mudahkan segala urusan janji ketiga Allah angkat derajat kita dan memberikan
pahala yang berlimpah. Mudah-mudahan materi kali ini memberikan pencerahan bagi
kita semua mengenai hakikat rezeki dan semoga pertemuan kali ini memberikan
berkah dan manfaat juga untuk kita semua,” ungkap Ust. Hisyam Mukhlas Arruyani,
S.Pd.