[email protected] 0251-8240773
Berita

UNIDA Sambut Kunjungan STIKes Keris Husada, Perkuat Proses Penyatuan Institusi

Universitas Djuanda (UNIDA) menerima kunjungan civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Keris Husada dalam rangka proses penyatuan institusi, Selasa (28/4/2026), di Aula Gedung C UNIDA. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi dalam menghadapi penyatuan STIKes Keris Husada ke dalam UNIDA.

Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I menyambut hangat rombongan civitas akademika STIKes Keris Husada dan menyampaikan bahwa proses penyatuan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas kelembagaan serta memperluas kontribusi pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I menegaskan bahwa UNIDA sebagai perguruan tinggi unggul terus berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.

“Kami menyambut baik proses penyatuan ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun institusi pendidikan yang lebih kuat, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Turut hadir Ketua I Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI), dr. Achmad Mediana, Sp.OG. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa proses penyatuan ini diharapkan dapat memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional dan berakhlakul karimah.

dr. Achmad Mediana, Sp.OG menambahkan, sebagai tenaga medis yang turut fokus pada pengembangan mutu sumber daya manusia kesehatan di Indonesia, penyatuan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kualitas layanan pendidikan kesehatan dan melahirkan lulusan yang siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Langkah ini diharapkan semakin memperkuat peran UNIDA sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing,” tuturnya.

Ketua Yayasan Keris Samudra, Brigadir Jenderal TNI Mar (Purn.) Purwo Siswoko, S.H mengapresiasi sambutan yang diberikan UNIDA dan berharap proses penyatuan berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi pengembangan institusi dan masyarakat.

“Melalui momentum ini, kami optimistis akan tercipta peluang yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan, khususnya di bidang kesehatan yang semakin dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan Pembina Yayasan Keris Samudra Korps Marinir, Letnan Jenderal TNI Mar (Purn.) R.M. Trusono, S.Mn., M.M. Ia menilai UNIDA sebagai perguruan tinggi unggul yang memiliki kapasitas luar biasa dalam mengembangkan pendidikan tinggi.

“UNIDA merupakan perguruan tinggi unggul yang luar biasa, sejalan dengan komitmen untuk membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Semoga proses ini berjalan lancar dan membawa keberkahan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pembina YPSPIAI sekaligus Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menjelaskan bahwa nama Universitas Djuanda diambil dari Ir. H. Djuanda Kartawidjaja sebagai inspirasi dalam membangun nilai perjuangan dan pengabdian.

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H juga menegaskan bahwa UNIDA telah meraih akreditasi institusi Unggul, dengan sejumlah program studi serta perpustakaan yang juga berstatus unggul.

Selain itu, berbagai penguatan dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan riset, serta kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna menciptakan lulusan yang adaptif dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Universitas Djuanda hadir sebagai center of excellent sesuai cita-cita para pendirinya  dengan semangat perjuangan Ir. H. Djuanda Kartawidjaja, kami berkomitmen menjaga kualitas melalui capaian akreditasi unggul, sekaligus terus melahirkan lulusan yang berintegritas, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan umat,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi serta peninjauan fasilitas kampus untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai lingkungan akademik di UNIDA. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan dalam mendukung proses integrasi secara optimal.