UNIDA Selenggarakan Peringatan Isra Mi'raj 1446 H Bersama Dr. (HC) Abuya Zulkifli Muhammad Ali, Lc., M.Pd
Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriyah dengan menghadirkan Dr. (HC) Abuya Zulkifli Muhammad Ali, Lc., M.Pd. Kegiatan yang mengangkat tema "Perjalanan Isra Mi'raj Momentum Bukti Nyata Gambaran Kehidupan Ukhrowi" ini dilaksanakan di Masjid Baitul Hamdi (MBH) Kampus UNIDA pada Senin, 20 Januari 2025.
Rektor UNIDA, Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas kehadiran Abuya yang selama ini hanya bisa disaksikan melalui kanal youtube dan media sosial.
“Alhamdulillah pada pagi hari ini kita duduk bersama-sama di masjid yang mulia ini, dan juga adalah sebuah qadarullah, sepertinya seperti kebetulan, tidak disangka-sangka, kita tidak pernah bermimpi bahwa Abuya hadir di tengah-tengah kita. Selama ini melihat Abuya di channel youtube dan media sosial. Alhamdulillah hari ini beliau hadir di tengah kita untuk memberikan tausyiah,” ungkapnya.
Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I juga menyampaikan refleksi tentang hari akhir yang terkadang menakutkan untuk dibicarakan, namun tetap hari akhir tersebut sudah pasti akan terjadi.
“Hari akhir itu adalah sesuatu yang agak ngeri untuk kita membicarakannya, karena mungkin kita merasa bekal kita belum cukup, belum sanggup menghadapi itu, Padahal itu adalah sesuatu yang pasti datangnya. Cuma apakah kita mengalaminya secara langsung atau tidak, dan yang paling penting apakah kita sudah mempersiapkannya? Semoga kehadiran kita pada hari ini menjadi saksi amal baik kita, amal sholeh kita yang akan membawa kemaslahatan menghadapi akhir zaman ini,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H yang juga sebagai Ketua Pembina Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliah Indonesia (YPSPIAI), menjelaskan bahwa UNIDA merupakan bagian dari pengelolaan YPSPIAI yang didirikan oleh Alamsyah Ratu Perwiranegara. Ia menyebutkan bahwa yayasan ini juga mengelola berbagai lembaga pendidikan mulai dari TK hingga perguruan tinggi.
Terkait dengan peringatan Isra Mi'raj ini, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menyampaikan bahwa momentum ini menjadi sangat penting untuk dimaknai bersama, terutama dalam konteks pendidikan dan pengembangan karakter.
Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menambahkan bahwa kehadiran Dr. (HC) Abuya Zulkifli Muhammad Ali, Lc., M.Pd dalam acara ini diharapkan dapat memotivasi untuk terus lebih baik dalam beribadah menghadapi akhir zaman.
“Hari ini kita dengar tausyiah dari Abuya sebagai pengingat bagi kita tentang akhir zaman. Kita yakin kepada Allah apa yang dibawa Rasulullah SAW. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan rahmat dan kekuatan kepada kita semuanya dalam menjalankan amal ibadah, amal sholeh, menjelang kita pulang menghadap Allah SWT,” ujarnya.
Sementara itu dalam tausyiahnya, Dr. (HC) Abuya Zulkifli Muhammad Ali, Lc., M.Pd mengaitkan peristiwa Isra Mi'raj dengan akhir zaman, yang membagikan pemahaman tentang berbagai pemandangan yang disaksikan Nabi Muhammad SAW selama perjalanan Isra Mi'raj, termasuk perumpamaan yang menggambarkan godaan duniawi di akhir zaman.
Dr. (HC) Abuya Zulkifli Muhammad Ali, Lc., M.Pd kemudian menguraikan lima fase kehidupan kaum Nabi Muhammad SAW. Islam dalam sejarah, menyebutkan bahwa fase pertama dimulai saat kepemimpinan langsung Nabi Muhammad SAW, kemudian fase kedua adalah fase Khulafaur Rasyidin. Lalu, fase ketiga adalah pada saat para khalifah menggunakan sistem kerajaan dan dinasti. Adapun saat ini sudah berada di fase keempat, yang sebentar lagi akan dimulai fase kelima ditandai dengan kemenangan Palestina.
Dalam kesempatan ini, Dr. (HC) Abuya Zulkifli Muhammad Ali, Lc., M.Pd juga mengingatkan bahwa meskipun kiamat sudah dekat, umat Islam harus tetap berkomitmen untuk berbuat kebaikan, sebagaimana sabda Nabi yang menganjurkan untuk tetap menanam biji kurma walau kiamat akan terjadi esok hari.
“Nabi berkata, andaikan besok kiamat terjadi, umpamanya, masih ada hari ini satu butir biji kurma yang bisa kamu tanam hari ini maka tanamlah. Kenapa Nabi memerintahkan itu? Artinya sedekat apapun kiamat yang akan terjadi, hari ini apa yang bisa kita lakukan, setiap kebaikan, harus tetap dilakukan,” terangnya.
“Cara kita menerima informasi hari akhir, harus bisa kita sikapi dengan bijak, dengan pemikiran yang positif sehingga buah dari informasi tersebut adalah kita semakin bersemangat untuk terus berbuat kebaikan di dunia,” tambahnya.