[email protected] 0251-8240773
Berita

UNIDA Siapkan Fakultas Ilmu Kesehatan, Kemendiktisaintek Lakukan Evaluasi Lapangan

Universitas Djuanda (UNIDA) terus memperkuat pengembangan institusi melalui pembentukan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Sebagai bagian dari proses tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia melaksanakan Evaluasi Lapangan Penyatuan STIKES Keris Husada ke UNIDA secara daring melalui Zoom Cloud Meetings pada Jumat, 26 Juni 2026. Fakultas Ilmu Kesehatan nantinya akan menaungi tiga program studi, yaitu Kebidanan (D3), Keperawatan (D3), dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (S1).

Ketua Pembina Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) yang juga Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran FIKES di UNIDA merupakan bagian dari langkah strategis pengembangan universitas. Menurutnya, UNIDA telah lama mempersiapkan pembukaan fakultas di bidang kesehatan sebagai upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.

"Kami telah menyiapkan satu gedung secara khusus untuk Fakultas Ilmu Kesehatan agar proses pembelajaran dapat berjalan optimal. Semoga penyatuan ini menjadi jalan terbaik bagi UNIDA maupun STIKES Keris Husada serta membawa manfaat bagi seluruh pihak," ujarnya.

Turut hadir, Ketua Umum YPSPIAI Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas proses penyatuan tersebut. Ia berharap FIKES dapat berkembang bersama UNIDA yang telah meraih akreditasi Unggul sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi dunia pendidikan, masyarakat, bangsa, dan agama.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I., menjelaskan roadmap pengembangan FIKES menuju reputasi global. Tahap awal difokuskan pada masa transisi dan konsolidasi, dilanjutkan dengan penguatan kelembagaan serta pencapaian akreditasi Unggul bagi seluruh program studi, kemudian memasuki tahap ekspansi dan peningkatan rekognisi internasional.

Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I juga menegaskan bahwa UNIDA telah mempersiapkan seluruh aspek yang diperlukan sebelum proses penyatuan dilaksanakan, meliputi aspek keuangan, hukum, dan administrasi umum, sehingga proses merger dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Yayasan Keris Samudera, Brigadir Jenderal TNI Marinir (Purn.) Purwo Siswoko, S.H., menjelaskan bahwa penyatuan STIKES Keris Husada dengan UNIDA merupakan tindak lanjut atas kebijakan pemerintah mengenai penataan kelembagaan perguruan tinggi. Ia menilai UNIDA menjadi mitra yang tepat karena memiliki tata kelola yang baik serta komitmen kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi.

"UNIDA telah menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang. Kami berharap usulan penyatuan ini dapat segera disetujui sehingga memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan kesehatan di masa mendatang," ungkapnya.

Mewakili Kemendiktisaintek RI, Sefryan Daru menyampaikan apresiasi kepada kedua institusi yang telah memasuki tahapan evaluasi lapangan. Ia menjelaskan bahwa proses evaluasi dilakukan melalui verifikasi terhadap sejumlah aspek sebagai bagian dari penilaian penyatuan perguruan tinggi.

"Semoga evaluasi lapangan ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik sesuai harapan bersama," katanya.

Dukungan terhadap penyatuan tersebut juga disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum yang hadir secara virtual. Ia menyampaikan bahwa LLDIKTI Wilayah IV menyambut baik proses penyatuan ini. Dengan status akreditasi Unggul yang dimiliki UNIDA, ia meyakini tata kelola perguruan tinggi telah memenuhi standar untuk mengembangkan FIKES secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kelembagaan dan Kemitraan LLDIKTI Wilayah III Jakarta, Mulhadi HM, berharap penyatuan STIKES Keris Husada ke UNIDA dapat menjadi langkah strategis dalam menghasilkan lulusan bidang kesehatan yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan evaluasi lapangan oleh tim asesor melalui proses verifikasi terhadap berbagai indikator yang menjadi persyaratan dalam penyatuan STIKES Keris Husada ke UNIDA. Hasil evaluasi ini akan menjadi salah satu dasar bagi Kemendiktisaintek dalam menetapkan keputusan atas usulan penyatuan kedua institusi tersebut.