[email protected] 0251-8240773
Berita

UNIDA Sosialisasikan Hibah RIIM, Dorong Para Dosen Lahirkan Inovasi Berbasis Riset dan IPTEK

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) bersama Badan Pengembangan Keilmuan (BPK) Universitas Djuanda (UNIDA) adakan Sosialisasi Hibah Riset Inovasi dan Indonesia Maju (RIIM) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Tahun Anggaran 2024 secara daring melalui platform Zoom Cloud Meetings pada Selasa, 24 Oktober 2023. Sosialisasi tersebut diisi oleh Dosen Sekolah Pascasarjana UNIDA, Dr. Ir. Mardiah, M.Si yang juga merupakan reviewer dari BRIN dan diikuti oleh para dosen di lingkungan UNIDA.

RIIM adalah pendanaan riset yang diberikan kepada institusi atau lembaga riset untuk melaksanakan kegiatan pencarian kebaharuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut oleh pemangku kepentingan dengan tujuan mengimplementasikan hasil riset tersebut.

Kepala Biro Riset LPPM UNIDA Dr. Dudi Lesmana, S.Pi., M.Si menyatakan bahwa diharapkan dengan kegiatan sosialisasi ini dapat terus meningkatkan jumlah proposal hibah yang didanai.

BRIN dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyelenggarakan hibah RIIM ini, bertujuan untuk menghasilkan pembaharuan dalam inovasi dan nantinya bisa dikembangkan oleh siapapun termasuk stakeholder yang mengimplementasikan hasil riset. Maka dari itu, peluang ini perlu dimanfaatkan dengan baik oleh para dosen UNIDA, sehingga nantinya dapat berkontribusi banyak dalam menghasilkan pembaharuan tersebut sesuai dengan apa yang menjadi tujuan dari hibah RIIM.

“Dalam RIIM ini banyak fokus yang tersedia sehingga dosen UNIDA dapat bersama-sama ikut serta dalam hibah ini. LPPM dan BPK juga selalu terbuka untuk berdiskusi mengenai hibah apapun termasuk hibah RIIM ini. Semoga sosialisasi ini dapat meningkatkan proposal hibah yang didanai khususnya dalam hibah RIIM tahun anggaran 2024,” ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Sekolah Pascasarjana UNIDA, Dr. Ir. Mardiah, M.Si selaku narasumber dalam paparannya menyampaikan bahwa dosen UNIDA dapat mengajukan proposal hibah RIIM melalui website https://pendanaan-risnov.brin.go.id. Dalam hal ini, proposal harus fokus pada luaran dan pendanaan sesuai dengan Standar Biaya Keluaran (SBK) terbaru.

Adapun yang harus dipersiapkan oleh dosen dalam menyusun proposal hibah RIIM ini yaitu judul yang sesuai dengan latar belakang keilmuan, judul juga harus sesuai dengan tema penelitian minimal dua tahun yang telah dilakukan, ketua atau anggota penelitian pernah melakukan penelitian dengan tema yang sama, luaran penelitian bagus dan bisa dilaksanakan, pendanaan sesuai dengan SBK yang telah ditetapkan serta alur penelitian atau metode penelitian dapat dijelaskan secara rinci dan menungkinkan untuk dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu.

“Untuk sistematika proposal hibah RIIM ini yaitu judul, pendahuan, peta jalan dan nilai strategis, metodologi, jangka waktu pelaksanaan riset, luaran, anggaran, daftar pustaka dan jadwal kegiatan. Dosen juga harus memahami penialaian yang terdiri dari penelaahan admnistrasi, apakah proposal sesuai dengan sistematika dan penilaian kelengkapan berkas,” terangnya.

Dr. Ir. Mardiah, M.Si kemudian menjelaskan terkait dengan penilaian substansi, yakni terdiri dari kualitas rekam jejak tim peneliti, kualifikasi dan reputasi serta konsistensi pengalaman riset di bidangnya seperti riwayat pendidikan, pekerjaan dan kegiatan risetnya yang dimana bobot penilaiannya 30%.

“Hal lainnya yang menjadi nilai strategis ialah kaitan proposal dengan potensi menghasilkan HKI dan atau KTI, konsep atau pola pikir riset serta potensi pemanfaatannya oleh pemangku kepentingan dan bobotnya 30%. Lalu penilaian peta jalan dari proposal meliputi kejelasan, potensi, ketercapaian, sumber daya riset dapat memenuhi SDM dan sarana prasarana serta usulan biaya realistis yang memiliki bobot 20%,” ungkapnya.

“Penilaian substansi lainnya yaitu jumlah dan mutu luaran setiap tahun, dinyatakan dengan jelas dan dapat terukur secara kuantitatif dengan bobot 20% dan ada evaluasi terhadap rincian anggaran yang diusulkan, untuk menilai besaran dana yang dibutuhkan setiap tahunnya,” tambahnya,” tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan dosen selaku peserta sosialisasi.