UNIDA Terjunkan Tim Mahasiswa Pulihkan Dampak Bencana di Sumatra, Tegaskan Komitmen Kemanusiaan melalui Program Mahasiswa Berdampak
Universitas Djuanda (UNIDA) secara resmi melepas Tim Pengabdian kepada Masyarakat dalam Program Mahasiswa Berdampak untuk Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung pada Ahad (1/2/2026) di depan Gedung B, Kampus UNIDA.
Hadir memberikan sambutan, Wakil Rektor III UNIDA sekaligus Ketua LP3K, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd, menyampaikan bahwa UNIDA menjadi salah satu perguruan tinggi di Jawa Barat yang dipercaya untuk terlibat dalam Program Diktisaintek Berdampak pada pemulihan pascabencana.
“Kepercayaan ini merupakan amanah besar bagi Universitas Djuanda. Oleh karena itu, seluruh rangkaian pengabdian harus dilaksanakan secara bertanggung jawab, profesional, dan menjunjung tinggi nilai integritas,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa wajib menjaga nama baik UNIDA sebagai Kampus Bertauhid selama pelaksanaan program. Seluruh kegiatan harus dilaksanakan secara terkoordinasi dengan dosen pembimbing, serta mencerminkan implementasi 21 Nilai Karakter Tauhid dalam kehidupan sehari-hari.
“Mahasiswa dituntut mampu beradaptasi dengan budaya masyarakat setempat, menjunjung etika bermasyarakat, memperkuat kebersamaan, dan saling menjaga selama menjalankan tugas pengabdian,” tambahnya.
Tim pengabdian yang diketuai oleh Dekan Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) UNIDA Assoc. Prof. Dr. Ir. Helmi Haris, M.S tersebut akan memfokuskan kegiatan pengabdian masyarakat di Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
Melalui program ini, UNIDA berupaya berkontribusi aktif dalam proses pemulihan pascabencana di Sumatra, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang berlandaskan nilai-nilai tauhid dan pengabdian kepada masyarakat.
“Seluruh rangkaian program pengabdian diharapkan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana,” tutur Assoc. Prof. Dr. Ir. Helmi Haris, M.S dalam sambutannya.