Upayakan Peningkatan Mutu Kampus, BPM UNIDA Adakan Rapat Dengar Pendapat
Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Djuanda (UNIDA) melaksanakan rapat dengar pendapat dengan pimpinan universitas dalam agenda Pemutakhiran Draft Dokumen SPMI (Standar Penjaminan Mutu Internal) pada Senin (10/07/2023).
Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Senat Akademik UNIDA itu dihadiri oleh para pimpinan kampus diantaranya Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Universitas (DPU), Ketua Senat Akademik UNIDA, Rektor UNIDA, Wakil Rektor I UNIDA, Wakil Rektor III UNIDA, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Tauhid. Selain para Pimpinan Kampus, turut hadir juga di ruangan Kepala dan Staf BPM.
Dalam pemaparannya, Kepala BPM Dr. Irman Suherman, M.Pd menyampaikan bahwa untuk saat ini terdapat 574 indikator dari dokumen standar yang sudah dimutakhirkan yang sebelumnya terdapat sekitar 600 standar.
“Indikator tahun 2022/2023 ini sudah terintegrasi dengan Instrumen Akreditasi Program Studi Lembaga Akreditasi Mandiri (IAPS LAM) dari Pendidikan (DIK), Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (EMBA), Informatika dan Komputer (INFOKOM). Selain itu juga sudah mencakup Indikator Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Indikator Khas UNIDA pada bidangnya,” terangnya.
Sementara itu, Ketua DPU, Samsuri, S.E., M.M menyampaikan bahwa jika standar sudah tercapai, maka untuk kedepannya standarnya dapat dinaikkan. Tetapi jika standarnya belum tercapai, dilakukan evaluasi dalam program kerjanya mana yang harus diperbaiki.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DPU, Arti Yoesdiarti, S.P., M.M memberikan saran untuk tetap melanjutkan pemutakhiran dokumen SPMI tersebut dan memberikan catatan bahwa harus tetap menyisir kriteria BAN PT dan LAM dengan tidak ada yang tertinggal, agar dapat menaikkan nilai dalam akreditasi.
Adapun masukan-masukan lain yang disampaikan mulai dari gaya penulisan, redaksi dan subtansi dari indikator SPMI tersebut yang sudah sewajarnya mengacu secara normatif pada SN Dikti, LAM dan dokumen lama yang sudah dibuat sehingga dokumen yang dibuat masih dalam jalurnya.