[email protected] 0251-8240773
Berita

Wakil Rektor III UNIDA Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd Hadir sebagai Narasumber dalam ICONTESS 2025, Dorong Kemitraan Kolaboratif untuk Pendidikan Inklusif

Wakil Rektor III Universitas Djuanda (UNIDA) Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd, hadir sebagai invited speaker dalam International Conference on Education, Technology and Social Sciences (ICONTESS) 2025, yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, pada Rabu (18/6/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd memaparkan materi berjudul “Inclusive School-Integrated Service Centre Based on Collaborative Partnerships”. Ia menekankan pentingnya membangun pusat layanan terpadu di lingkungan sekolah inklusif yang melibatkan kolaborasi antarpihak, termasuk guru, orang tua, tenaga profesional, dan komunitas.

“Pendidikan inklusif tidak dapat berdiri sendiri. Diperlukan model layanan terpadu berbasis kemitraan kolaboratif antar berbagai pihak, mulai dari pemerintah, universitas, sekolah, hingga komunitas, untuk benar-benar mewujudkan lingkungan belajar yang ramah, adaptif, dan berkeadilan bagi semua siswa,” tegasnya dalam forum yang dihadiri peserta dari dalam dan luar negeri.

Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd yang juga merupakan Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian dan Pengembangan Keilmuan (LP3K) UNIDA menjelaskan beberapa komponen penting yang menjadi perhatian dalam konsep pusat layanan terpadu bagi sekolah inklusif berbasis kemitraan kolaboratif. Diantaranya ialah peningkatan kompetensi guru, yang dilakukan melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan.

“Program ini mencakup pemahaman tentang identifikasi dan penanganan peserta didik berkebutuhan khusus, perencanaan pembelajaran individual (Individualized Education Program/IEP), desain kurikulum yang responsif, hingga penerapan asesmen yang sesuai dengan kebutuhan siswa,” jelasnya.

Selain itu, penerapan kurikulum terdiferensiasi dan pendekatan Universal Design for Learning (UDL) juga menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif. Pendekatan ini dirancang untuk mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa serta mengurangi hambatan dalam proses belajar-mengajar, sehingga setiap peserta didik dapat mencapai potensi terbaiknya.

“Kemudian tidak kalah penting, penyediaan fasilitas pendukung serta teknologi bantu (assistive technology) turut menjadi prioritas. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian siswa, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus dalam mengakses pembelajaran,” terangnya.

Di samping itu, kemudahan akses terhadap informasi dan data juga menjadi perhatian, agar guru, orang tua, dan para pemangku kepentingan dapat memperoleh informasi yang relevan terkait jadwal pelatihan, layanan konseling, serta intervensi pembelajaran secara efisien.

“Seluruh upaya tersebut turut didukung oleh efisiensi pembiayaan layanan. Hal ini dicapai melalui pemanfaatan dana sosial, kerja sama dengan berbagai mitra strategis, serta kontribusi dari seluruh pihak yang terlibat. Dengan kolaborasi yang solid dan berkelanjutan, diharapkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap keberagaman peserta didik dapat terwujud dengan optimal,” paparnya.

Menurutnya, pendekatan ini berkontribusi pada peningkatan mutu pembelajaran di sekolah inklusif, sekaligus memperkuat kepercayaan diri guru dalam menangani keragaman siswa. Pendekatan ini juga mendorong percepatan koordinasi lintas lembaga dan membantu mengurangi kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Sebagai informasi, konferensi ICONTESS 2025 yang mengangkat tema “Building Sustainable Education through Research” digelar secara hybrid, dengan menghadirkan akademisi dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Turki, dan Mesir.

Selain Prof. Dr. Rasmitadila, M.Pd turut hadir sebagai pembicara undangan lainnya antara lain Prof. Dr. Norazilawati Binti Abdullah dari Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia, Asst. Prof. Dr. Fatih Yavuz dari Mudanya University, Turki, dan Prof. Dr. Salamah Daud dari Al-Azhar University, Mesir.

Acara ini juga menghadirkan Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, sebagai keynote speaker. Seluruh makalah yang dipresentasikan berkesempatan untuk dipublikasikan dalam prosiding terindeks internasional bereputasi seperti Scopus.