Bahas Pembangunan Ibu Kota Negara yang Berkelanjutan, Sekolah Pascasarjana UNIDA Bogor Selenggarakan Kuliah Perdana
Dalam rangka menyambut tahun akademik
2022/2023, Sekolah Pascasarjana Universitas Djuanda
(UNIDA) Bogor selenggarakan Kuliah Perdana Mahasiswa Baru Program Magister
Tahun Akademik 2022/2023 secara luring di Ruang Serba Guna Sekolah
Pascasarjana UNIDA Bogor. Kegiatan Kuliah Perdana tersebut diisi oleh Rektor
UNIDA Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH dan dihadiri oleh Dekan Sekolah
Pascasarjana UNIDA Bogor, Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si beserta jajaran.
Dekan Sekolah
Pascasarjana UNIDA Bogor, Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si. dalam paparan
sambutannya menyatakan bahwasanya kegiatan ini merupakan kegiatan untuk para
mahasiswa baru Sekolah Pascasarjana dalam menyambut kalender akademik tahun
2022/2023. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan banyak memberikan
manfaat khususnya bagi
mahasiswa baru Sekolah Pascasarjana UNIDA Bogor.
“Nantinya akan dilaksanakan juga program Visiting
Professor yang dimana dalam program studi Magiter Hukum Professor dari Universiti
Utara Malaysia yaitu Prof. Dr. Hilal dahlan, sedangkan untuk Magister Administrasi
Publik dari Universitas kebangsaan Malaysia yaitu Prof. Dr. Novel Lyndon dan untuk
program studi Magister Teknologi Pangan yaitu Prof. Marco Tieman dari Help
university Malaysia,” tutur Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si.
Selanjutnya Rektor UNIDA
Bogor, Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH dalam paparan meterinya yang berjudul “Ibu Kota
Negara dan Pembangunan yang Berkelanjutan” menyatakan bahwasanya
filosofis lingkungan hidup ada dua yaitu yang pertama manusia merupakan bagian
dari lingkungan hidup apapun yang terjadi pada lingkungan akan berdampak pada
manusia. Filosofis yang kedua yaitu manusia itu sebagai pengelola dan tuan dari
lingkungan hidup karena manusia lebih istimewa dengan makhluk lainnya karena
adanya akal pikiran. Karena pemikiran ini juga manusia dimintai pertanggung
jawaban oleh Tuhan termasuk dalam hal masalah lingkungan maka harus selalu
hati-hati dan baik dalam pembangunan lingkungan terutama harus berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup yaitu
pembangunan yang mempengaruhi dan dipengaruhi lingkungan hidup dan interaksi
antara pembangunan dan lingkungan hidup membentuk sistem ekologi yang disebut
Ekosistem serta tujuan pembangunan hendaknya untuk meningkatkan kesejahteraan
dan taraf hidup.
“Letak masalahnya bukan dari membangun atau tidak
membangun, melainkan bagaimana membangun sekaligus mutu lingkungan terjaga (pembangunan
berkelanjutan yang berwawasan lingkungan). Dengan demikian pembangunan harus tetap
dilanjutkan tanpa mengabaikan lingkungan hidup. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan
lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup,
termasuk sumber daya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan
dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan begitu pun dalam
pembangunan Ibu Kota Negara hendaknya harus pembangunan yang sifatnya
berkelanjutan,” ungkap Prof. Dr. Suhaidi, SH., MH.
Kegiatan
dilanjutkan dengan diskusi antara narasumber dan peserta.