[email protected] 0251-8240773
Berita

Balai POM Bogor dan Komisi IX DPR RI Selenggarakan Sosialisasi Keamanan Obat dan Makanan Bersama FIPHAL UNIDA

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) bekerja sama dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bogor serta Anggota Komisi IX DPR RI drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Obat dan Makanan yang Baik dan Aman” pada Rabu, 29 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung C UNIDA dan dihadiri oleh pimpinan universitas, mitra, dosen, mahasiswa, para pelajar, serta masyarakat umum.

Sosialisasi sesi ke dua ini berlangsung secara interaktif, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu-isu terkini seputar keamanan pangan, obat-obatan, serta peredaran produk kosmetik.

Dekan FIPHAL UNIDA, Dr. Ir. Helmi Haris, M.S dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan nilai-nilai yang diusung oleh FIPHAL. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat mampu secara mandiri melindungi diri dari produk yang tidak memenuhi ketentuan.

“Topik yang dibahas hari ini sejalan dengan prinsip halal dan thayyib sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an. Halal berarti tidak dilarang agama, sedangkan thayyib berarti baik, bermanfaat, dan tidak membahayakan. Prinsip ini menjadi dasar bagi kami dalam mendidik mahasiswa agar memahami pentingnya pangan yang halal dan baik,” ujarnya.

Dr. Ir. Helmi Haris, M.S juga berpesan agar para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk menambah wawasan.

“Para pemateri hari ini merupakan ahli di bidangnya. Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dan ikuti hingga akhir,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor I UNIDA, Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menegaskan bahwa FIPHAL merupakan satu-satunya fakultas pangan halal di Indonesia. Ia juga menyoroti bahwa penting bagi seluruh masyarakat untuk membangun kesadaran dalam mengonsumsi makanan maupun obat-obatan secara baik.

“FIPHAL hadir sebagai wujud implementasi Kampus Bertauhid yang menanamkan nilai halalan thayyiban bukan hanya halal, tetapi juga baik. Kesadaran ini penting untuk membangun pola konsumsi masyarakat yang benar terhadap makanan dan obat-obatan,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si, menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan pengawasan BPOM dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden RI.

“Program MBG bertujuan menyediakan makanan yang aman dan bergizi bagi masyarakat. Karena itu, BPOM memiliki peran strategis dalam memastikan dapur penyedia MBG memenuhi standar higienitas dan sanitasi. Jangan sampai ada makanan yang justru membahayakan kesehatan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap obat dan kosmetik yang beredar di pasaran.

“Negara hadir melalui BPOM untuk melindungi masyarakat agar aman dalam mengonsumsi obat, makanan, maupun menggunakan kosmetik,” tegasnya.

Selanjutnya Kepala BPOM Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., M.Si, menegaskan bahwa BPOM berkomitmen mendukung program MBG dan peningkatan literasi keamanan pangan masyarakat.

“Kami memiliki program literasi keamanan pangan berbasis BBAS (Bentuk, Bau, Warna, dan Rasa). Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai materi edukatif yang tersedia di pojok literasi untuk mengenali pangan aman sebelum dikonsumsi,” jelasnya.

Selain itu, Eva Nikastri, STP, M.Si, selaku Ketua Tim Komunikasi BPOM Bogor, memaparkan pentingnya menjadi konsumen cerdas dalam mengenali obat dan mencegah penyalahgunaannya.

“Obat harus dikonsumsi sesuai aturan pakai. Jangan berhenti sebelum dosis habis hanya karena merasa sudah sembuh, karena hal ini dapat menyebabkan resistensi dan memperlambat proses penyembuhan,” terangnya.

Eva juga memperkenalkan aplikasi BPOM Mobile, yang memungkinkan masyarakat memeriksa status legalitas produk melalui barcode pada kemasan.

“Melalui BPOM Mobile, masyarakat dapat memastikan apakah suatu produk sudah terdaftar di BPOM atau belum,” tambahnya.