[email protected] 0251-8240773
Kegiatan Kemahasiswaan

Bentuk Solidaritas untuk Palestina, Mahasiswa FISIP UNIDA Deklarasikan Gerakan Indonesian Student Association for Justice in Palestine

Mahasiswa Program Studi Sains Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan seminar bertajuk "Student for Justice in Palestine" pada Selasa (28/01/2025). Acara yang berlangsung di Ruang Kelas 304 Gedung FISIP ini dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, pelajar, masyarakat umum, tokoh agama, profesional, dan aktivis sosial.

Seminar yang menghadirkan Ustadz Samsam Nurhidayat sebagai narasumber ini turut didukung oleh LAZ Albunyan dan Rumah Peradaban Pelajar Indonesia (RPPI). Rangkaian acara meliputi diskusi panel, penampilan seni, penggalangan donasi untuk Palestina, serta deklarasi pembentukan Indonesian Student Association for Justice in Palestine (ISAJIP) Chapter Bogor.

Dr. Hj. Rita Rahmawati, Dra., M.Si selaku Dekan FISIP UNIDA, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan mahasiswa yang dinilainya sangat positif.

"Kami akan selalu membersamai mahasiswa dan siswa yang peduli dengan masalah kemanusiaan dan keadilan, serta menyatakan dukungan kepada rakyat Palestina dalam perjuangan mereka untuk mencapai kebebasan, kesetaraan, dan hak asasi manusia," ujarnya.

Ketua Pelaksana Acara, Fakhriza Trinanda Putra, menegaskan bahwa seminar ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya solidaritas dan keadilan untuk Palestina.

"Permasalahan yang terjadi di Palestina bukan sekadar permasalahan agama, melainkan permasalahan di mana hak asasi manusia direbut, diinjak, dan dihancurkan oleh Israel," jelasnya.

Seminar ini merupakan bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Pendidikan Pancasila yang diampu oleh Berry Sastrawan, S.Sos., M.A.P. Menurut Berry Sastrawan, S.Sos., M.A.P, mahasiswa memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Melalui seminar ini, kami berharap lahir lebih banyak generasi muda yang kritis, peduli, dan berani mengambil sikap dalam membela keadilan. Sebab, Palestina bukan sekadar isu internasional, tetapi juga panggilan moral bagi kita semua. Terakhir, saya ucapkan terimakasih banyak kepada Pimpinan Yayasan PSPIAI, Pimpinan Universitas Djuanda dan Strukutral FISIP UNIDA yang telah mendukung acara ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Samsam Nurhidayat dalam pemaparannya menyoroti hubungan historis Indonesia-Palestina dan pentingnya dukungan Indonesia terhadap perjuangan Palestina berdasarkan amanat konstitusi.

 

"Dalam Pembukaan UUD 1945 sudah ditegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, dan Palestina hingga kini masih menjadi salah satu negara yang terjajah," ungkapnya.