[email protected] 0251-8240773
Pengabdian Masyarakat

Hadapi Asia Future Shock, Tim Pengabdian PGSD FAIPG UNIDA Terapkan Model Pembelajaran Narasikom di Sekolah Dasar Bogor

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda (UNIDA) terapkan Model Pembelajaran Pengenalan, Eksplorasi, Interpretasi, dan Komunikasi (Narasikom) pada mata pelajaran Bahasa Daerah, Pendidikan Kewarganegaraan, serta Seni dan Budaya di kelas rendah SD Amaliah Ciawi, Kabupaten Bogor.

 

Tim PKM Dosen PGSD FAIPG UNIDA ini terdiri dari Megan Asri Humaira, M.Hum sebagai Ketua Tim, Irwan Efendi, M.Pd dan Sobrul Laeli, M.Pd sebagai anggota, beserta 7 mahasiswa PGSD FAIPG UNIDA, bekerjasama dengan Kepala Sekolah dan Guru-guru SD Amaliah.

 

Megan Asri Humaira, M.Hum selaku Ketua Tim menuturkan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan hibah pengabdian yang diberikan oleh Kemendikbudristek Dikti, skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun anggaran 2023 yang berjudul "Rekonstruksi Budaya Indonesia Melalui Model Pembelajaran Pengenalan, Eksplorasi, Interpretasi, dan Komunikasi (Narasikom) dalam Menghadapi Asia Future Shock bagi Siswa Sekolah Dasar Bogor”.

 

Adapun model Narasikom tersebut merupakan hasil penelitian melalui hibah Riset Mandiri Dosen yang dibiayai Kemendikbudristek bersama LPDP pada tahun anggaran 2021.

 

"Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan hibah pengabdian PKM dengan tujuan siswa-siswi sekolah dasar dapat meningkatkan pengetahuannya terkait kekayaan budaya Indonesia, bahkan mereka mengenal budaya di daerahnya masing-masing," tuturnya.

 

Megan Asri Humaira, M.Hum menjelaskan, penerapan model pembelajaran Narasikom ini telah melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan bersama dalam bentuk tim, yakni dosen, mahasiswa beserta guru kelas.

 

Mulai dari dilaksanakan Forum Group Discussion (FGD) dengan agenda sosialisasi model Narasikom kepada Guru-guru di SD Amaliah, pelaksanaan Pre-Test terhadap siswa kelas 3, penerapan model Narasikom pada pembelajaran bahasa Daerah, Pendidikan Kewarganegaraan, serta Seni dan Budaya, hingga Post-Test terhadap siswa kelas 3.

 

“Dengan menerapkan model Narasikom ini, proses pembelajaran diharapkan mampu memberikan motivasi yang tinggi serta memudahkan siswa dalam memahami apa yang dipelajarinya,” pungkas Megan Asri Humaira, M.Hum.

 

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Amaliah, Wahyu Rahmat Maulana, M.Pd.I mendukung penuh pelaksanaan model pembelajaran Narasikom. Ia berharap hal ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru, khususnya bagi Guru-guru maupun siswa di sekolah.

 

"Kami dukung adanya kegiatan di sekolah kami, kegiatan ini bisa termasuk program merdeka belajar, siswa mendapatkan ilmu pengetahuan dari berbagai aspek, serta guru-guru juga mendapatkan model pembelajaran terbaru yang dapat menjadi salah satu model pembelajaran di kelas, seperti model Narasikom," ungkapnya.