Kajian Muslimah UNIDA: Adab Muslimah dalam Bertutur Kata dan Bermedia Sosial
Universitas Djuanda (UNIDA) kembali gelar kegiatan rutin Kajian Muslimah yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Wakil Rektor II UNIDA, Prof. Dr. Hj. Henny Nuraeny, S.H., M.H dengan tema “Adab Muslimah dalam Bertutur Kata dan Bermedia Sosial” di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA pada Jumat, 26 September 2025.
Prof. Dr. Hj. Henny Nuraeny, S.H., M.H dalam paparan materinya menyampaikan bahwa Islam adalah agama yang kompleks dan menyeluruh bagi pemeluknya yang meliputi dan mengatur segala dimensi-dimensi kehidupan. Islam dan media sosial memiliki korelasi karena dalam penggunaan media sosial seseorang harus mengedepankan kebijaksanaan, kecerdasan dan kemampuan dalam mengelola media sosial yang dimiliki, hal ini juga berhubungan dengan etika, adab dan sikap yang perlu ditanamkan dan dipupuk dalam setiap pengguna media sosial.
Media sosial termasuk salah satu kebutuhan dari kebutuhan-kebutuhan lainnya yang ada dalam kehidupan manusia. Media sosial diibaratkan pisau bermata dua karena dapat menyelamatkan dan menjerumuskan penggunanya, hal ini tergantung pada penggunaan media sosial itu sendiri, digunakan dengan benar atau tidak.
Adab dalam menggunakan media sosial sesuai ajaran Islam yang dimana tentu Islam sendiri mengaturnya, seperti dilarangnya penyebaran berita angin, palsu atau hoax yang dapat memicu kegaduhan atau keributan di dunia maya yang sulit untuk diselesaikan, ditambah dengan penyebaran berita di dunia maya lebih cepat dari pada di dunia nyata. Apabila hal tersebut tidak diperhatikan dan direnungi, maka akan banyak orang-orang yang salah kaprah dalam bermedia sosial. Untuk itu sebaiknya menghindari hal-hal negatifseperti mengunggah vidio atau photo berlebihan dan vulgar, mengadu nasib, berkeluhkesah dan berduka di media sosial.
Sekarang banyak orang-orang yang mengumbar kecantikan maupun ketampanan dengan niat mendapatkan pujian, terlebih yang diunggah adalah vidio atau foto yang terindikasi vulgar dengan mempertontonkan aurat. Allah telah berfirman kepada hambanya untuk menjaga aurat dengan pakaianyang telah dianugerahkan dalam surah al-A’raf ayat 26.
“Islam menganjurkan adab bagi Muslimah dalam bertutur kata dan bermedia sosial dilakukan dengan cara mencari informasi yang bermanfaat, untuk menimalisir kesalahan informasi dengan melakukan tabayyun, tidak menebarkan kebencian dan berita palsu, menjaga lisan dan kata-kata dalam berucap, menggunakan sosial media dalam menebarkan kebaikan, menghindari ujaran kebencian dan hoaks serta menjaga privasi orang lain,” ungkapnya.
Prof. Dr. Hj. Henny Nuraeny, S.H., M.H juga menambahkan bahwa dengan memahami dan menerapkan adab-adab tersebut, seorang Muslimah dapat menjadikan media sosial sebagai alat yang bermanfaat untuk kebaikan diri sendiridan orang lain, serta menjaga kehormatan dirinya di dunia maya. Menjadi pengguna media sosial yang bijak adalah bentuk ibadah dan tanggung jawab sosial.
“Oleh karena itu dalam menyebarkan informasi juga terdapat pedoman-pedomanya yaitu seperti informasi yang diunggah atau yang disebar memberi manfaat bagi masyarakat terutama yang disampaikan ke ranah publik, memastikan indikator-indikator informasi atau konten dengan cara memuat kebaikan, ketaqwaan, persaudaraan, kasih sayang dan tidak ada unsur kebencian serta dilarang menampilkan konten atau menyebarkan informasi yang memuat aib sesama saudara, mencaci maki orang lain dan mencari kesalahan orang lain. Lalu hendakknya konten yang diunggah tidak mengandung unsur hoax, gosip,berita palsu dan lain-lain.