[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Kajian Muslimah UNIDA: Muslimah Penghuni Surga Berdasarkan Hadits dan Al-Quran

Universitas Djuanda (UNIDA) kembali gelar kegiatan rutin Kajian Muslimah yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Irma Purnasari, S.Sos., M.Si dengan tema “Muslimah Penghuni Surga Berdasarkan Hadits dan Al-Quran” di Masjid Baitul Hamdi (MBH) UNIDA pada Jumat, 29 November 2024.

Irma Purnasari, S.Sos., M.Si dalam paparan kajiannya menyampaikan bahwa ada 5 hal yang Allah rahasiakan yaitu kematian perihal kapan mati dan di bumi bagian sebalah mana mati, lalu kapan terjadinya kiamat, kapan terjadinya hujan walaupun ada petanda prakiraan cuaca dan apa yang ada di rahim seorang wanita perihal jenis kelamin dan perkembangannya serta apa yang akan manusia kerjakan esok. Karena kematian itu suatu kepastian dan Allah SWT merahasiakan kapan waktu kematian, maka setiap muslimah harus mempersiapkan diri supaya berada pada kematian yang husnul khotimah. Mati merupakan kepastian, nikmat atau azab kubur merupakan kepastian, kebangkitan di alam kubur merupakan kepastian. Adanya surga dan neraka pun merupakan kebenaran yang wajib diyakini.

Surga merupakan tempat yang penuh kenikmatan dan anugerah yang Allah sediakan bagi hamba-Nya yang beriman dan beramal shaleh. Dalam pandangan Islam, terdapat banyak kriteria yang mengedepankan peran dan pentingnya wanita, khususnya muslimah dalam meraih surga. Melalui Al-Quran dan Hadist, dapat diketahui berbagai penjelasan mengenai posisi muslimah sebagai penghuni surga.

“Muslimah hendaknya bersyukur mendapat hidayah menjadi seorang muslimah, dan senantiasa bersyukur mendapat hidayah untuk mengikuti sunah pada dasarnya orang yang beragama Islam wajib mengikuti sunah Rasulullah SAW karena muslimah penghuni surga adalah wanita muslim yang menegakkan shalat wajib lima waktu. Shalat yang didirikan berdasarkan petunjuk dari Al-Quran dan wanitas muslimah penghuni surga juga senantiasa mengikuti segala hal yang dicontohkan oleh Rasululloh SAW atau sunah Rasul,” ungkapnya