[email protected] 0251-8240773

KKN FKIP UNIDA, CIPTAKAN MAKANAN KHAS BERNAMA MIAMSI PARSIX

Kegiatan Mahasiswa KKN Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Djuanda Bogor berdayakan daun singkong menjadi makanan khas ?MiAmSi Parsix?. MiAmSi Parsix sendiri merupakan makanan khas yang dicetuskan oleh mahasiswa KKN 06 FKIP UNIDA di Kampung Parung Ponteng RW 07 Desa Tajur, Kecamatan Citeureup Bogor. Makanan ini merupakan perpaduan makanan yang sudah populer yaitu mie ayam dipadu padankan dengan kekayaan daerah yang dimiliki masyarakat Parung Ponteng yaitu daun singkong. Alya Gusfiana selaku penanggung jawab kewirausahaan mejelaskan, Karena melihat peluang didaerah ini yang merupakan akses menuju tempat wisata yang sering dilalui oleh pengunjung offroad sehingga berpeluang untuk meningkatkan peluang usaha bagi masyarakat Parung Ponteng. ?Dengan melihat mata pencaharian warga disini yang rata- rata bekerja sebagai petani singkong dan melihat pula suburnya tanaman singkong di derah tersebut,? ucapnya melalui pers rilis yang di terima Kabarpasundannews.com, Senin, (27/08/2018). Alya menerangkan, Kita berinisiatif menginovasikan salah satu bagian dari singkong dengan memberdayakan daun singkong menjadi makanan khas bagi daerah Parung Ponteng yaitu produk bernama MiAmSi Parsix (Mie Ayam Singkong Parung Ponteng Asix),? ?MiAmSi ini merupakan perpaduan bahan alami sebagai pewarna dalam mie yang dijadikan olahan MiAmSi Parsix, Kita pun memberikan penyuluhan dan mendemosntrasikan dalam pengolahan bahan-bahan MiAmSi kepada warga,? tuturnya. Dia menjelaskan, mulai dari pemetikan daun singkong hingga pengolahannya. Dengan adanya produk yang dibuat ini warga semakin memiliki wawasan yang luas tentang pemanfaatan atau pemberdayaan singkong tersebut. Proses pembuatan MiAmsi ini, lanjut Alya, tidak terlalu sulit dengan bahan- bahan yang mudah ditemukan di pasar- pasar. Bahan yang digunakan dalam MiAmsi ini diantaranya adalah terigu, telur, daun singkong, garam, dan mentega. ?MiAmsi ini tahan hingga 2-3 hari karena tidak menggunakan bahan pengawet sehingga dikatakan MiAmSi merupakan makanan sehat. Dalam proses pemasarannya, MiAmSi sudah mulai di produksi oleh warga sebagai makanan khas dan memperkenalkannya kepada para wisatawan,? beber Alya. ?Harapan kami dengan adanya produk yang kami ciptakan ini dapat membantu ekonomi warga khususnya di Kampung Parung Ponteng Desa Tajur Kecamatan Citeureup. Juga kami berharap usaha ini dapat berkembang secara terus menerus,? imbuhnya. Sementara, Zainal wisatawan asal Jakarta sangat mengapresiasi hal tersebut,? Kreatif, selain unik juga dapat membantu kita sebagai wisatawan, yang berkunjung ke tempat ini. Tidak harus repot-repot mencari makanan yang khas kemana-mana,? ucapnya. Sumber : http://kabarpasundannews.com/2018/08/27/kkn-fkip-unida-ciptakan-makanan-khas-bernama-miamsi-parsix/