[email protected] 0251-8240773
Kerjasama

Kolaborasi FIPHAL UNIDA dan FIKES UNSIKA, Gelar Bimbingan Teknis Penyusunan Prosedur Operasional Baku untuk Program Pembelajaran Daring Kolaboratif

Dalam rangkaian kegiatan lanjutan Program Pembelajaran Daring Kolaboratif (PDK) yang diinisiasi oleh Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) berkolaborasi dengan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), dilaksanakan Bimbingan Teknis Penyusunan Prosedur Operasional Baku (POB). Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 28 Agustus 2025, yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting.

Hadir secara virtual mewakili Dekan, Wakil Dekan Bidang Akademik FIPHAL UNIDA Dr. Erna Puspasari, S.Si., M.Si dalam sambutanya menyampaikan bahwa Program PDK merupakan program dari Kemendiktisaintek RI yang memberikan kesempatan untuk mengimplementasikan kegiatan kolaborasi pembelajaran digital. Adapun terkait kegiatan bimbingan teknis ini diharapkan dapat menghasilkan POB yang komprehensif dan dapat diimplementasikan secara efektif untuk program PDK.

“Kami dari Prodi Teknologi Pangan FIPHAL UNIDA bekerjasama dengan Prodi Gizi FIKES UNSIKA membangun pembelajaran kolaboratif pada mata kuliah Pangan Fungsional. Diharapkan kerja sama antara UNIDA dan UNSIKA ini dapat menjadi model kolaborasi pembelajaran digital yang berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal bagi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di kedua institusi," ungkapnya.

Bimbingan teknis berlangsung interaktif dengan pemaparan materi tentang komponen-komponen POB yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran digital. Materi yang disampaikan meliputi standar sistem platform LMS, standar konten pembelajaran, dan prosedur penyelenggaraan pembelajaran daring.

Pada sesi pemaparan, Wakil Rektor I UNIDA Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menyampaikan mengenai kebijakan akademik UNIDA dalam mendukung pembelajaran digital dan kolaboratif. Ia menegaskan pentingnya administrasi dalam pembelajaran digital yang menjadi kunci keberhasilan.

“Pekerjaan yang baik harus tercatat dengan baik untuk menghasilkan output yang maksimal. Ketika tidak teradministrasi dengan baik, kita tidak bisa memonitor, mengevaluasi, atau melaporkan dengan optimal," tuturnya.

Sementara itu, narasumber lainnya dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Ishaq Madeamin, S.Pd., M.Pd memaparkan mengenai best pratices penyusunan POB PDK. Ia menjelaskan platform LMS yang digunakan, prosedur penyelenggaraan pembelajaran daring, serta implementasi pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Ia juga menekankan bahwa pembelajaran digital kolaboratif memerlukan integrasi antara sistem informasi akademik dengan LMS yang digunakan.

"Platform LMS yang digunakan harus memberikan kemudahan bagi mahasiswa dan dosen. Fitur-fitur yang tersedia harus mendukung pengembangan konten pembelajaran yang bervariasi, mulai dari materi PDF, PPT, hingga video pembelajaran," ujarnya.