[email protected] 0251-8240773
Berita

Maknai Hari Santri Nasional Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Santri Bina Tauhid Peringati Maulid Nabi SAW dan Hari Santri Nasional

Dalam rangka memaknai Hari Santri Nasional dengan meneladani akhlak Rasulullah SAW, Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid dan Pondok Pesantren Bina Tauhid Amaliah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional  pada (23/10/2022) di Sultanah Garden & Convention. Selain sebagai ajang Silaturahmi sesama insan UNIDA Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan menambah rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW serta menjadikan para santri senantiasa mengingat dan meneladani semangat jihad para santri dan ulama pendahulu.

Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam beberapa waktu setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Peringatan tersebut bagi umat muslim adalah penghormatan dan pengingatan kebesaran dan keteladanan Nabi Muhammad dengan berbagai bentuk kegiatan budaya, ritual dan keagaamaan. Selain itu pada peringatan Hari Santri Nasional merupakan suatu agenda tahunan yang diperingati oleh semua masyarakat terutama di kalangan santri dalam pondok pesantren dengan berbagai macam kegiatan. Peringatan Hari Santri penting direfleksikan dan menjadi momentum guna memupuk sikap nasionalisme dan menggelorakannya dalam aktualisasi kebangsaan. Salah satu aktualisasi yang dibutuhkan bangsa di era sekarang adalah jihad membangun bangsa.

Turut hadir Chancellor UNIDA Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH dalam sambutannya Chancellor menyampaikan para santri agar senantiasa istiqamah dalam kebaikan,

 “Yang paling susah itu istiqamah, maka dari itu kita harus bersyukur kita dikelilingi orang-orang yang menuntut ilmu, dan kita sudah berada di tempat yang tepat. Ada pepatah mengatakan kalau kita bersama orang yang berilmu, pintu surga sudah pasti kelihatan. Hanya saja menuju istiqomah itu tidak mudah, berat istiqomah itu, tapi sekalinya kita bertahan untuk istiqomah ganjarannya mendapatkan surga,” ungkapnya.

Selain itu Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH menambahkan,

“Tekad kita di hari santri 2022 ini adalah istiqomah. Kalau kita sudah istiqomah, jabatan, tahta, harta, akan datang sendiri. Kalau kita tidak henti-hentinya istiqomah, insyaallah rezeki Allah kita dapat. Sehingga kita harus belajar dari rasul, karena rasul mengajarkan kita bahwa segala sesuatu mesti istiqomah,” jelasnya.

Kegiatan selanjutnya yaitu penyampaian biografi 21 tokoh yang terdiri dari Sunan Bonang, Sunan Gunung Djati, Sunan Ampel, Sunan Gresik, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Kalijaga, Ir. H Djuanda Kartawijaya, Bung Hatta, Letn. Jenderal (Purn) H. Alamsyah Ratu Perwira, Jenderal Sudirman, Prabu Siliwangi, B.J. Habibie, Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, Muhammad Natsir, Agus Salim, Syech Ahmad Khatib, Syech Imam Nawawi.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan maulid diba yang dipimpin oleh santri PP Mabit dan diisi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Ketua pelaksana Arif Pardiansyah menyampaikan peringatan Maulid Nabi merupakan momentum yang pas bagi kita semua untuk kembali meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

“Peringatan Maulid Nabi merupakan suatu ikhtiar untuk menyambung tali kasih dengan beliau yang selalu menyayangi dan mencintai umat Muslim melebihi darah dagingnya sendiri. Oleh karena itu, mari kita luruskan niat dan samakan tujuan untuk melangkahkan kaki menuju acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari ini. Sebagai pelengkap kegiatan peringatan Maulid Nabi di tahun ini, kami sudah menyiapkan beberapa rangkaian acara, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Quran, pembacaan Maulid Addiba, tausyiah, parade 21 tokoh, dan pentas seni yang dapat diiikuti oleh para santri mahasiswa juga santri Binta Amaliah. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar,” pungkas ketua pelaksana.