[email protected] 0251-8240773
Berita

Melalui Majelis Dhuha, Insan UNIDA Manfaatkan Momentum Bulan Suci Ramadhan untuk Tingkatkan Ketakwaan Kepada Allah SWT

Yayasan Pendidikan Amaliyah Djuanda (YPSPIAI) dan Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan kembali agenda rutin ketauhidan, Majelis Dhuha, pada Kamis (30/03/2023) di Masjid Baitul Hamdi UNIDA. Rangkaian kegiatan Majelis Dhuha ini diisi dengan shalat dhuha berjamaah, ratibul haddad, dzikir dan ditutup oleh tausiyah yang disampaikan H. Inayatullah Abd. Hasyim, LL.B., LL.M selaku Dosen Fakultas Hukum (FH) UNIDA.

Hadir memberikan sambutan, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D mengatakan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan untuk kalibrasi. Artinya, bulan untuk mengukur dan menyatukan nilai-nilai kebaikan yang dilakukan dalam rangka melatih diri agar dapat lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Mari pada bulan ini kita isi dengan berbagai kegiatan yang baik, seperti yang diungkapkan oleh Ali Bin Abi Tholib yang mengingatkan kepada kita agar pada kesempatan apapun kita wajib selalu mengingat Allah, meminta segala kebaikan dari Allah SWT. Mari dalam bulan Ramadhan ini juga kita memperdalam dan memperbanyak ilmu. Bersihkan diri dan hati dari hal-hal kotor,” ungkap Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D.

Mengangkat tema “Shaum Ramadhan sebagai Pembuka Pintu Rezeki”, H. Inayatullah Abd. Hasyim, LL.B., LL.M dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa rezeki termahal di bulan Ramadhan ialah Al-Quran Nur Karim.

Jibril datang kepada Rasulullah SAW, meminta rasul untuk membaca yang kemudian ini menjadi ayat yang pertama kali diturunkan, yaitu pada bulan Ramadhan. Lalu hingga kini kita belajar berbagai ilmu, dari tafsir, tajwid, tahsin, qiroat, ulumul quran. Berkembang juga ilmu penulisannya, sebab pertama turun tidak ditulis. Begitu Rasulullah SAW menerima wahyu, mulailah berdakwah dengan sembunyi-sembunyi,” terangnya.

H. Inayatullah Abd. Hasyim, LL.B., LL.M menambahkan, ulama sudah sering mengatakan bahwa saking mulianya Al-Quran, dibawanya oleh Jibril semulia-mulianya malaikat dan yang menerimanya ialah Rasulullah SAW orang yang paling mulia di muka bumi ini, sehingga Al-Quran menjadi mukjizat Rasulullah SAW yang tiada tandingannya.

Maka dikatakanlah mukjizat terbesar itu Al-Quran. Berbagai macam mukjizat para nabi sebelumnya seperti mukjizat Nabi Musa yang bisa membelah lautan, juga banyak cerita mukjizat para Nabi lainnya, tapi tidak sebesar mukjizat Al-Quran. Maka sahabat menganjurkan ketika bulan Ramadhan perbanyak  tilawatil quran,” jelasnya