Melalui Majelis Dhuha, Insan UNIDA Manfaatkan Momentum Bulan Suci Ramadhan untuk Tingkatkan Ketakwaan Kepada Allah SWT
Yayasan
Pendidikan Amaliyah Djuanda (YPSPIAI) dan Universitas Djuanda (UNIDA)
selenggarakan kembali
agenda rutin ketauhidan, Majelis
Dhuha, pada Kamis
(30/03/2023) di Masjid Baitul Hamdi UNIDA. Rangkaian kegiatan Majelis Dhuha ini diisi dengan shalat dhuha
berjamaah, ratibul haddad, dzikir dan ditutup oleh tausiyah yang disampaikan H. Inayatullah Abd. Hasyim, LL.B.,
LL.M selaku Dosen Fakultas Hukum (FH) UNIDA.
Hadir memberikan sambutan, Rektor UNIDA Prof. Mohamad
Ali Fulazzaky, Ph.D mengatakan bahwa bulan
Ramadhan merupakan
bulan untuk kalibrasi. Artinya, bulan untuk mengukur dan
menyatukan nilai-nilai kebaikan yang dilakukan dalam rangka melatih diri agar
dapat lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Mari pada bulan ini kita isi
dengan berbagai kegiatan yang baik, seperti yang diungkapkan oleh
Ali Bin Abi Tholib yang mengingatkan kepada kita agar pada kesempatan
apapun kita wajib selalu mengingat Allah, meminta segala kebaikan dari Allah
SWT. Mari dalam bulan Ramadhan ini juga kita memperdalam dan memperbanyak
ilmu. Bersihkan diri dan hati dari hal-hal kotor,”
ungkap Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D.
Mengangkat tema “Shaum Ramadhan sebagai Pembuka Pintu
Rezeki”, H. Inayatullah Abd. Hasyim, LL.B., LL.M dalam tausyiahnya menyampaikan
bahwa rezeki termahal di bulan Ramadhan ialah Al-Quran Nur Karim.
“Jibril
datang kepada Rasulullah SAW,
meminta rasul untuk membaca yang kemudian ini menjadi ayat yang pertama kali
diturunkan, yaitu pada bulan Ramadhan. Lalu hingga kini kita
belajar berbagai ilmu, dari tafsir, tajwid, tahsin, qiroat, ulumul quran. Berkembang juga ilmu
penulisannya, sebab pertama turun tidak ditulis. Begitu Rasulullah SAW
menerima wahyu, mulailah
berdakwah dengan sembunyi-sembunyi,” terangnya.
H. Inayatullah Abd. Hasyim, LL.B., LL.M menambahkan, ulama
sudah sering mengatakan bahwa saking mulianya Al-Quran, dibawanya oleh Jibril
semulia-mulianya malaikat dan yang menerimanya ialah Rasulullah SAW orang yang
paling mulia di muka bumi ini, sehingga Al-Quran menjadi mukjizat Rasulullah
SAW yang tiada tandingannya.
“Maka
dikatakanlah mukjizat terbesar itu Al-Quran. Berbagai macam mukjizat para nabi
sebelumnya seperti mukjizat Nabi Musa yang
bisa membelah lautan, juga banyak
cerita mukjizat para Nabi lainnya, tapi
tidak sebesar mukjizat Al-Quran. Maka sahabat menganjurkan ketika bulan Ramadhan
perbanyak tilawatil quran,”
jelasnya