[email protected] 0251-8240773
Berita

Menuju Pertanian Berdaya Saing Global, Fakultas Pertanian UNIDA Ikuti Tridarma International Visit 2026 di Malaysia

Delegasi Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) mengikuti Program Tridarma International Visit & Academic Batch 6 yang diselenggarakan oleh ASEAN Academic Association (ASEANACA) di Malaysia. Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi FAPERTA UNIDA dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat hilirisasi riset pertanian berbasis inovasi teknologi pangan.

Program yang berlangsung pada 27–31 Januari 2026 ini diawali dengan kunjungan institusional dan academic meeting ke Inkubator Teknologi Makanan MARA (INTEM) di kawasan Taman Perindustrian KIP, Kuala Lumpur. Kunjungan tersebut difokuskan pada pemahaman tata kelola inkubasi bisnis dan pengembangan inovasi teknologi pangan yang dikelola lembaga publik Malaysia.

Dekan FAPERTA UNIDA, Dr. Abdullah Baharun, S.Pt., M.Si menegaskan bahwa partisipasi Fakultas Pertanian dalam program ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor inovasi sektor pertanian dan pangan.

“Kegiatan ini selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Melalui kolaborasi riset internasional dan penguatan jejaring dengan lembaga inkubasi seperti INTEM MARA, Fakultas Pertanian UNIDA terus mendorong hilirisasi inovasi teknologi pertanian agar memberi dampak nyata bagi ketahanan pangan,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan ekosistem riset hingga tahap komersialisasi menjadi kebutuhan penting dalam menjawab tantangan pertanian modern. Model inkubasi yang diterapkan INTEM memberikan gambaran komprehensif tentang integrasi antara riset, kebijakan publik, serta kebutuhan industri dalam membangun produk inovatif berbasis pangan.

Delegasi Fakultas Pertanian UNIDA dalam kegiatan ini diwakili oleh Dr. Muhammad Zainal Fanani, S.P, dosen Program Studi Agroteknologi. Ia menyampaikan bahwa kunjungan ke INTEM menjadi pengalaman strategis dalam memahami bagaimana hasil riset pertanian dapat dikembangkan secara sistematis hingga siap memasuki pasar industri.

“Model yang diterapkan MARA menunjukkan bahwa riset tidak berhenti pada publikasi, melainkan diarahkan pada produk yang memiliki nilai tambah dan kesiapan pasar. Ini menjadi pembelajaran penting bagi penguatan hilirisasi riset pertanian di Indonesia,” jelasnya.

Selain kunjungan institusional, rangkaian kegiatan Tridarma International Visit & Academic juga meliputi visiting lecturing, kolaborasi riset, mobilitas mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat (PKM) internasional, serta partisipasi dalam 6th International Conference on Sustainability in Technological, Environmental, Law, Management, Social and Economic Matters (ICOSTELM 2026) di Melaka.

Partisipasi aktif FAPERTA UNIDA dalam forum internasional ini mempertegas komitmen institusi dalam mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya penguatan kerja sama global dan peningkatan peran dosen di luar kampus. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pertanian yang inovatif, berdaya saing, serta berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.