Perkuat kerja sama dan Riset Internasional, UNIDA dengan The English House Tandatangani MoU
Dalam upaya percepatan visi menjadi universitas
riset yang menyatu dalam tauhid dan diakui dunia, Universitas Djuanda (UNIDA)
jalin kerja sama dengan The English House sebagai bentuk penguatan riset dan
kerja sama Internasional pada Senin (28/11/2022). Jalinan kerja sama ini
ditandai dengan penandatanganan Memorandum of
Understanding (MoU) di Ruang Serbaguna Sekolah Pascasarjana UNIDA
yang dihadiri oleh Chancellor UNIDA dan jajaran pimpinan UNIDA serta Dekan dan
Ketua Program Studi. Dalam kesempatan yang sama dilaksanakan juga
penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation of
Arrangements (IA) dari
setiap Program studi di lingkungan UNIDA.
Chancellor UNIDA Dr. H. Martin Roestamy, S.H.,
M.H dalam arahannya menyampaikan program yang akan dijalankan serta
disinergiskan sebagai bentuk implementasi kerja sama antara UNIDA dengan The
English House.
“Terdapat 5 program yang akan dijalankan,
diantaranya yang pertama ialah meningkatkan kualitas sumber daya manusia
melalui pendidikan luar negeri bagi Insan UNIDA yang potensial. Kedua, UNIDA
akan mempersiapkan kader-kadernya untuk mendapatkan beasiswa luar negeri.
Ketiga, peningkatan kualitas jurnal di lingkungan UNIDA. Keempat, pelatihan
Turnitin untuk menghindari plagiarisme bagi Editor
in Chief Jurnal Program Studi dan Ketua Program Studi. Kemudian kelima,
peningkatan kualitas menulis karya ilmiah dalam bahasa asing,” tuturnya.
Chancellor UNIDA Dr. H. Martin Roestamy, S.H.,
M.H menambahkan, setidaknya ada 3 segmen yang dapat segera ditindaklanjuti,
khususnya berkaitan dengan pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya
manusia di UNIDA. Banyak yang dapat dikerjasamakan untuk mendukung pencapaian
tujuan dan cita-cita universitas, hal ini tentu harus dengan kesungguhan dalam
implementasi kerja sama tersebut.
“Mengapa tidak UNIDA ini menjadi pusat tentang pikiran
Djuanda? Untuk itu, mulai dari sekarang kita tracing, bimbing dan bina untuk meningkatkan potensi dari awal agar
menjadi Djuanda-Djuanda muda. Mari kita semangat, semua dosen yang masih S2
harus melanjutkan sekolah ke jenjang S3 untuk kita persiapkan menuju akreditasi
internasional. Kita harus bisa dan semangat dalam mengejar cita-cita kita
bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Saharman Gea, S.Si., M.Si., Ph.D mengatakan, pengembangan
dan peningkatan SDM merupakan hal utama dalam kemajuan institusi sehingga
sangat perlu diperhatikan.
“Saya berharap bahwa
akan ada implementasi dari kerja sama ini, kita ketahui bahwa segala sesuatu
sangat ditentukan oleh SDM. Maka, SDM inilah yang dapat berjuang meningkatkan
institusi. Kemudian, sebelum menjalankan program kami harap untuk bisa diberi
kesempatan sebagai pengantar agar bisa menjelaskan program-program yang akan
dijalankan nantinya kepada para peserta terpilih,” ungkapnya.