Perluas Pemasaran Produk UKM, Mahasiswa FAPERTA UNIDA Berikan Penyuluhan Digital Marketing Hasil Pertanian
Mahasiswa Fakultas Pertanian
(FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) berikan penyuluhan pertanian pada
kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cimande pada (24/08/2022).
Mengusung tema Digital Marketing di era Milenial, turut hadir sebagai narasumber dari dosen FAPERTA UNIDA yaitu Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si, Arti Yusdiarti, SP., MM, drh. Agung
Puji Haryanto, M.Si dan Ir. Ita Novita, M.Si. Kegiatan ini bertujuan untuk
mengenalkan media digital sebagai salah satu media pemasaran untuk produk hasil
pertanian.
Desa Cimande merupakan salah
satu desa dengan komoditas pertanian yang baik dan melimpah. Namun dari hasil
observasi mahasiswa KKN FAPERTA, petani sebagai produsen
mendapatkan harga jual yang rendah. Penyebab rendahnya harga jual di tingkat
petani adalah panjangnya rantai distribusi dan ketergantungan petani kepada
tengkulak. Melihat kondisi tersebut maka diperlukan upaya untuk meningkatkan posisi
tawar petani dengan cara menghubungkan petani langsung kepada konsumen. Salah
satunya melalui pemasaran secara online.
Tujuan penyuluhan pertanian
ini adalah memperkenalkan pemasaran digital kepada petani era milenial Desa Cimande. Dengan adanya kegiatan ini, petani diharapkan lebih memahami
pentingnya penggunaan media sosial untuk mendukung kegiatan pemasaran produk
pertanian.
Kegiatan penyuluhan digital
marketing ini disambut baik oleh Herlan Budiman selaku sekertaris desa dan
Zaini selaku ketua Gapoktan Tumpang Sari Maju karena
sesuai dengan permasalahan yang dialami yaitu yaitu rendahnya harga jual hasil
pertanian di Desa Cimande. Karena banyaknya petani yang mengandalkan hasil
penjualan kepada tengkulak, sehingga hal ini menarik minat masyarakat dan Gapoktan untuk dapat mengikuti kegiatan penyuluhan digital marketing ini.
“Dengan adanya kegiatan ini,
para petani dan GAPOKTAN sedikit terbantu dari pengetahuanya seputar
pemanfaatan digital, sehingga para petani bisa berjualan secara digital. Selain
itu, semoga dengan adanya pengetahuan ini mampu mendorong semangat mereka untuk
terus mengembangkan ilmu pengetahuan di wilayah pertaniannya,” kata Herlan
Budiman
Pada sesi penyampaian materi
oleh narasumber Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si memaparkan materi tentang
digital marketing serta memberikan saran bahwa kegiatan promosi dan
pencarian pasar melalui media digital secara online dengan memanfaatkan
berbagai sarana jejaring sosial yaitu seperti platfrom marketplace shopee,
tokopedia, lazada. Selanjutnya Arti Yusdiarti, SP.,MM menyampaikan materi tentang membangun organisasi strategik
dengan memperkuat suatu organisasi yaitu membuat visi dan tujuan yang jelas,
struktur organisasi, pembagian kerja serta perencanaan pembagian kompensasi kelompok
yang jelas dan transparan, membuat target tahunan untuk divisi, membuat rencana
kerja, monitor dan evaluasi tercapai setiap target.
Narasumber selanjutnya drh. Agung Puji Haryanto, M.Si memaparkan dari segi subjektif, objektif, action, dan planing (SOAP). SOAP merupakan singkatan dari subjektif (penilaian
kualitatif yang bersifat umum dan dapat terlihat oleh panca indra), objektif, assesment (rangkuman masalah
identifikasi dari subjektif dan objektif), dan planing yang dimana ke empat hal tersebut harus dilakukan dengan
perbaikan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi agar peningkatan berkesinambungan.
Pada kesempatan yang sama dari
segi strategi pemasaran disampaikan oleh Ir. Ita Novita, M.Si dibagi menjadi 3
tahapan yakni pertama pasca panen menitik beratkan kepada sortir dan grading, untuk
menambah nilai jual komoditas, kedua yaitu tentang pemilihan pangsa pasar, membahas tentang targeting
atau pemilihan konsumen yang potensial untuk pemasaran bekelanjutan, dan ketiga
yaitu pembahasan tentang bauran pemasaran yang meliputi produk, place, promotion,dan price.
Para warga yang ikut serta dalam penyuluhan ini memiliki ketertarikan untuk bisa pemasaran digital dengan pembelajaran yang mendasar. Maka dengan hadirinya penyuluhan ini sangat membantu petani untuk menambahkan nilai lebih terhadap produk pertanian. Diharapkan dengan adanya penyuluhan digital marketing ini membantu petani agar dapat memasarkan produk secara digital sehingga petani mendapatkan peningkatan hasil pertanian.