[email protected] 0251-8240773
Berita

Perluas Pemasaran Produk UKM, Mahasiswa FAPERTA UNIDA Berikan Penyuluhan Digital Marketing Hasil Pertanian

Mahasiswa Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) berikan penyuluhan pertanian pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cimande pada (24/08/2022). Mengusung tema Digital Marketing di era Milenial, turut hadir sebagai narasumber dari dosen FAPERTA UNIDA yaitu Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si, Arti Yusdiarti, SP., MM, drh. Agung Puji Haryanto, M.Si dan Ir. Ita Novita, M.Si. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan media digital sebagai salah satu media pemasaran untuk produk hasil pertanian.

 

Desa Cimande merupakan salah satu desa dengan komoditas pertanian yang baik dan melimpah. Namun dari hasil observasi mahasiswa KKN FAPERTA, petani sebagai produsen mendapatkan harga jual yang rendah. Penyebab rendahnya harga jual di tingkat petani adalah panjangnya rantai distribusi dan ketergantungan petani kepada tengkulak. Melihat kondisi tersebut maka diperlukan upaya untuk meningkatkan posisi tawar petani dengan cara menghubungkan petani langsung kepada konsumen. Salah satunya melalui pemasaran secara online.

 

Tujuan penyuluhan pertanian ini adalah memperkenalkan pemasaran digital kepada petani era milenial Desa Cimande. Dengan adanya kegiatan ini, petani diharapkan lebih memahami pentingnya penggunaan media sosial untuk mendukung kegiatan pemasaran produk pertanian.

 

Kegiatan penyuluhan digital marketing ini disambut baik oleh Herlan Budiman selaku sekertaris desa dan Zaini selaku ketua Gapoktan Tumpang Sari Maju karena sesuai dengan permasalahan yang dialami yaitu yaitu rendahnya harga jual hasil pertanian di Desa Cimande. Karena banyaknya petani yang mengandalkan hasil penjualan kepada tengkulak, sehingga hal ini menarik minat masyarakat dan Gapoktan untuk dapat mengikuti kegiatan penyuluhan digital marketing ini.

 

“Dengan adanya kegiatan ini, para petani dan GAPOKTAN sedikit terbantu dari pengetahuanya seputar pemanfaatan digital, sehingga para petani bisa berjualan secara digital. Selain itu, semoga dengan adanya pengetahuan ini mampu mendorong semangat mereka untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan di wilayah pertaniannya,” kata Herlan Budiman

 

Pada sesi penyampaian materi oleh narasumber Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si memaparkan materi  tentang  digital marketing serta memberikan saran bahwa kegiatan promosi dan pencarian pasar melalui media digital secara online dengan memanfaatkan berbagai sarana jejaring sosial yaitu seperti platfrom marketplace  shopee, tokopedia, lazada. Selanjutnya Arti Yusdiarti, SP.,MM menyampaikan  materi tentang membangun organisasi strategik dengan memperkuat suatu organisasi yaitu membuat visi dan tujuan yang jelas, struktur organisasi, pembagian kerja serta perencanaan pembagian kompensasi kelompok yang jelas dan transparan, membuat target tahunan untuk divisi, membuat rencana kerja, monitor dan evaluasi tercapai setiap target.

 

Narasumber selanjutnya drh. Agung Puji Haryanto, M.Si memaparkan dari segi subjektif, objektif, action, dan planing (SOAP). SOAP merupakan singkatan dari subjektif (penilaian kualitatif yang bersifat umum dan dapat terlihat oleh panca indra), objektif, assesment (rangkuman masalah identifikasi dari subjektif dan objektif), dan planing yang dimana ke empat hal tersebut harus dilakukan dengan perbaikan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi agar peningkatan berkesinambungan.

 

Pada kesempatan yang sama dari segi strategi pemasaran disampaikan oleh Ir. Ita Novita, M.Si dibagi menjadi 3 tahapan yakni pertama pasca panen menitik beratkan kepada sortir dan grading, untuk menambah nilai jual komoditas, kedua yaitu tentang  pemilihan pangsa pasar, membahas tentang targeting atau pemilihan konsumen yang potensial untuk pemasaran bekelanjutan, dan ketiga yaitu pembahasan tentang bauran pemasaran yang meliputi produk, place, promotion,dan price.


Para warga yang ikut serta dalam penyuluhan  ini memiliki ketertarikan untuk bisa pemasaran digital  dengan pembelajaran yang mendasar. Maka dengan hadirinya penyuluhan ini sangat membantu petani untuk menambahkan nilai lebih terhadap produk pertanian. Diharapkan dengan adanya penyuluhan digital marketing ini membantu petani agar dapat memasarkan produk secara digital sehingga petani mendapatkan peningkatan hasil pertanian.