Raih Pendanaan P2MW, Mahasiswa FIPHAL UNIDA Kembangkan Produk Inovasi Pangan Healthy Cookies Berbahan Lokal
Selain meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahap Bertumbuh pada skema Manufaktur dan Teknologi Terapan, tim mahasiswa Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) lainnya juga berhasil lolos dan meraih pendanaan dalam P2MW skema Makanan dan Minuman tahap awal, melalui inovasi berjudul “Healthy Cookies Berbasis Tepung Umbi Garut dengan Fortifikasi Varian Daun Poko dan Serai”.
Tim ini diketuai oleh Indrawan Setiaji dengan anggota tim Siti Aliza Fahira, Muhamad Rois Fahmi Khafabih, Farid Pidraus, dan Alleta Tri Wirani, dengan dibimbing oleh dosen FIPHAL, Dr. Erna Puspasari, S.Si., M.Si.
Rektor UNIDA Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I mengapresiasi capaian ini sebagai bagian dari penguatan budaya wirausaha dan kontribusi nyata dalam membangun kemandirian ekonomi bangsa.
“Prestasi ini menunjukkan komitmen dan kapasitas inovatif mahasiswa UNIDA dalam mengembangkan solusi kreatif dan aplikatif di bidang pangan halal serta teknologi tepat guna,” ungkapnya.
Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I juga menegaskan, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem pembinaan kewirausahaan di lingkungan UNIDA terus berkembang dan memberikan ruang optimal bagi mahasiswa untuk bereksplorasi, berinovasi, serta menjawab tantangan zaman melalui pendekatan ilmiah dan berbasis potensi lokal.
Hal senada disampaikan oleh dosen pembimbing tim, Dr. Erna Puspasari, S.Si., M.Si yang menyampaikan bahwa program ini menjadi wadah strategis untuk mengasah keterampilan kewirausahaan mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pengembangan pangan fungsional berbasis kearifan lokal.
“Inovasi yang mereka kembangkan selain memperhatikan aspek kebermanfaatan, juga mengedepankan nilai kesehatan, kehalalan, dan potensi ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim, Indrawan Setiaji, mengungkapkan rasa syukur dan semangatnya untuk melanjutkan inovasi yang telah dirintis.
“Pendanaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar, memperbaiki produk, dan menjajaki peluang pemasaran lebih luas. Kami ingin menunjukkan bahwa pangan lokal bisa naik kelas dan punya daya saing tinggi,” tuturnya.