Seleksi Akhir Calon Santri Mahasiswa, PP MABIT UNIDA Adakan Itikaf Jaring Kader Generasi Unggul Berkarakter Tauhid dan Qurani
Pondok Pesantren Mahasiswa Bina
Tauhid (PP MABIT) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan acara Itikaf Calon
Santri Mahasiswa Pendidikan Kader Dakwah (PKD) dengan tema “Menjaring Kader
Generasi Unggul Berkarakter Tauhid dan Qurani”. Pembukaan acara dilaksanakan
pada Senin (31/07/2023) bertempat di Ruang ATJ Kampus UNIDA.
Turut hadir Chancellor UNIDA Prof.
Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan
Amaliah Djuanda (YPAD), Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, Rektor UNIDA Prof.
Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D beserta jajaran, Pimpinan PP MABIT UNIDA Dr.
Sudiman Sihotang, S.H., M.H, para Dekan di lingkungan UNIDA dan diikuti oleh 33
orang calon santri mahasiswa yang lolos ke tahap seleksi akhir.
Pimpinan PP MABIT UNIDA, Dr.
Sudiman Sihotang, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan
itikaf 2023 yang merupakan seleksi tahap akhir calon penerima beasiswa PKD ini
akan diselenggarakan selama satu minggu, yakni dimulai dari hari Senin, 31 Juli
2023 sampai Sabtu, 5 Agustus 2023.
“Puji syukur kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan kesehatan sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang
berbahagia ini dalam rangka acara pembukaan Itikaf 2023, seleksi tahap akhir
calon penerima beasiswa PKD UNIDA. InsyaAllah acara ini akan berlangsung
dimulai pada hari ini sampai dengan hari Sabtu depan. Kegiatan ini diikuti oleh
2 kelompok yaitu kelompok peserta calon seleksi kemudian ada kelompok santri
prima yang akan membersamai peserta seleksi. Semoga acara kegiatan ini
kedepannya berjalan dengan lancar serta kita semua diberikan kekuatan dan kesehatan,”
ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor
UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D berpesan kepada para calon mahasiswa
santri PP MABIT UNIDA untuk selalu membaca Al-Quran serta mengamalkan isi dari
kandungan di dalam Al-Quran. Kemudian, selalu tanamkan di dalam jiwa
nilai-nilai Al-Quran karena setiap ayat Al-Quran mencerminkan ciri kepribadian
Rasulullah SAW.
“Al-Quran itu diturunkan kepada Rasulullah
SAW, begitu diturunkan sudah terpatri di dada Rasulullah SAW dan tidak akan
terlupakan. Kemudian orang kedua yang hafal Al-Quran itu adalah Sayyidina Ali
R.A dan beliau mengatakan juga bahwa kita harus mempelajari Al-Quran serta
mengamalkan isi kandungan dari Al-Quran karena kalau kita lihat, banyak ciri
kepribadian diri dari Rasulullah SAW yang tercermin didalam Al-Quran. Dan
kalian ini nanti harus benar-benar serius dan bekerja keras, terus berusaha
untuk bisa menghafal Al-Quran. Apabila ditargetkan berapa juz, usahakan lebih
dari itu dan itu jauh lebih baik. Tanamkan juga didalam jiwa kalian nilai-nilai
Al-Quran tersebut. InsyaAllah kita semua akan mendapatkan jalannya Allah
dan membawa diri kita jauh lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.
Selanjutnya Chancellor UNIDA,
Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menjelaskan bahwasanya lulusan santri
mahasiswa itu semuanya memiliki kualitas yang bagus dan prima serta menyampaikan
bahwa arti dari kampus bertauhid ini adalah kampus yang mendahulukan
kepentingan Allah SWT.
“Pertama anak-anakku sekalian,
lulusan-lulusan santri mahasiswa PKD itu semuanya berkualitas dan juga Prima. Jadi
dengan begitu apabila kalian ingin terus berada disini, lanjutkan perjuangan
yang sudah kalian lakukan di awal penerimaan,” tuturnya.
“Yang kedua, ini adalah Kampus Bertauhid,
artinya mendahulukan semua kepentingan dengan Allah SWT, tidak ada satupun
kepentingan di dunia ini yang bisa kita kalahkan kalau sudah berhadapan dengan
Allah SWT dan salah satu kepentingan Allah SWT yang paling berat dilakukan oleh
manusia adalah shalat. Maka dari itu, shalatnya harus di awal waktu, wajib
berjamaah di masjid, dan melakukan doa bersama dan Kampus Bertauhid itu
bagaimana juga menjadikan islam itu kuat,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif
Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I.,
M.Pd.I menyampaikan bahwa menjadi santri PKD perlu perjuangan, perngorbanan dan
usaha yang gigih. Tidak mudah untuk menjadi insan berkarakter tauhid yang
unggul. Maka, 21 Nilai Karakter Tauhid menjadi dasar yang sangat penting untuk
dimiliki mahasiswa santri PKD.
“Yang berniat masuk PKD
bersiaplah untuk menjadi orang-orang yang penuh perjuangan, kegigihan, serta
perlu dilatih dan tidak serba instan. PKD akan disiapkan untuk menjadi
pemimpin, penerus perjuangan Kampus Bertauhid. Mereka yang diyakini betul bisa
menjadi teman dalam memajukan UNIDA dan Perguruan Amaliah, loyalitas, dedikasi,
dan 21 karakter tauhidnya itu semua harus dimiliki. Artinya, memang kita
betul-betul persiapkan ini semua untuk menjadikan kalian sebagai pejuang,”
pungkasnya.