[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Seleksi Akhir Calon Santri Mahasiswa, PP MABIT UNIDA Adakan Itikaf Jaring Kader Generasi Unggul Berkarakter Tauhid dan Qurani

Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid (PP MABIT) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan acara Itikaf Calon Santri Mahasiswa Pendidikan Kader Dakwah (PKD) dengan tema “Menjaring Kader Generasi Unggul Berkarakter Tauhid dan Qurani”. Pembukaan acara dilaksanakan pada Senin (31/07/2023) bertempat di Ruang ATJ Kampus UNIDA.

Turut hadir Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda (YPAD), Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D beserta jajaran, Pimpinan PP MABIT UNIDA Dr. Sudiman Sihotang, S.H., M.H, para Dekan di lingkungan UNIDA dan diikuti oleh 33 orang calon santri mahasiswa yang lolos ke tahap seleksi akhir.

Pimpinan PP MABIT UNIDA, Dr. Sudiman Sihotang, S.H., M.H dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan itikaf 2023 yang merupakan seleksi tahap akhir calon penerima beasiswa PKD ini akan diselenggarakan selama satu minggu, yakni dimulai dari hari Senin, 31 Juli 2023 sampai Sabtu, 5 Agustus 2023.

“Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesehatan sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang berbahagia ini dalam rangka acara pembukaan Itikaf 2023, seleksi tahap akhir calon penerima beasiswa PKD UNIDA. InsyaAllah acara ini akan berlangsung dimulai pada hari ini sampai dengan hari Sabtu depan. Kegiatan ini diikuti oleh 2 kelompok yaitu kelompok peserta calon seleksi kemudian ada kelompok santri prima yang akan membersamai peserta seleksi. Semoga acara kegiatan ini kedepannya berjalan dengan lancar serta kita semua diberikan kekuatan dan kesehatan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIDA Prof. Mohamad Ali Fulazzaky, Ph.D berpesan kepada para calon mahasiswa santri PP MABIT UNIDA untuk selalu membaca Al-Quran serta mengamalkan isi dari kandungan di dalam Al-Quran. Kemudian, selalu tanamkan di dalam jiwa nilai-nilai Al-Quran karena setiap ayat Al-Quran mencerminkan ciri kepribadian Rasulullah SAW.

“Al-Quran itu diturunkan kepada Rasulullah SAW, begitu diturunkan sudah terpatri di dada Rasulullah SAW dan tidak akan terlupakan. Kemudian orang kedua yang hafal Al-Quran itu adalah Sayyidina Ali R.A dan beliau mengatakan juga bahwa kita harus mempelajari Al-Quran serta mengamalkan isi kandungan dari Al-Quran karena kalau kita lihat, banyak ciri kepribadian diri dari Rasulullah SAW yang tercermin didalam Al-Quran. Dan kalian ini nanti harus benar-benar serius dan bekerja keras, terus berusaha untuk bisa menghafal Al-Quran. Apabila ditargetkan berapa juz, usahakan lebih dari itu dan itu jauh lebih baik. Tanamkan juga didalam jiwa kalian nilai-nilai Al-Quran tersebut. InsyaAllah kita semua akan mendapatkan jalannya Allah dan membawa diri kita jauh lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.

Selanjutnya Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menjelaskan bahwasanya lulusan santri mahasiswa itu semuanya memiliki kualitas yang bagus dan prima serta menyampaikan bahwa arti dari kampus bertauhid ini adalah kampus yang mendahulukan kepentingan Allah SWT.

“Pertama anak-anakku sekalian, lulusan-lulusan santri mahasiswa PKD itu semuanya berkualitas dan juga Prima. Jadi dengan begitu apabila kalian ingin terus berada disini, lanjutkan perjuangan yang sudah kalian lakukan di awal penerimaan,” tuturnya.

“Yang kedua, ini adalah Kampus Bertauhid, artinya mendahulukan semua kepentingan dengan Allah SWT, tidak ada satupun kepentingan di dunia ini yang bisa kita kalahkan kalau sudah berhadapan dengan Allah SWT dan salah satu kepentingan Allah SWT yang paling berat dilakukan oleh manusia adalah shalat. Maka dari itu, shalatnya harus di awal waktu, wajib berjamaah di masjid, dan melakukan doa bersama dan Kampus Bertauhid itu bagaimana juga menjadikan islam itu kuat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I menyampaikan bahwa menjadi santri PKD perlu perjuangan, perngorbanan dan usaha yang gigih. Tidak mudah untuk menjadi insan berkarakter tauhid yang unggul. Maka, 21 Nilai Karakter Tauhid menjadi dasar yang sangat penting untuk dimiliki mahasiswa santri PKD.

“Yang berniat masuk PKD bersiaplah untuk menjadi orang-orang yang penuh perjuangan, kegigihan, serta perlu dilatih dan tidak serba instan. PKD akan disiapkan untuk menjadi pemimpin, penerus perjuangan Kampus Bertauhid. Mereka yang diyakini betul bisa menjadi teman dalam memajukan UNIDA dan Perguruan Amaliah, loyalitas, dedikasi, dan 21 karakter tauhidnya itu semua harus dimiliki. Artinya, memang kita betul-betul persiapkan ini semua untuk menjadikan kalian sebagai pejuang,” pungkasnya.