[email protected] 0251-8240773
Berita

Siapkan Tim KDMI dan NUDC, UNIDA Adakan Seleksi Tingkat Universitas

Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) mengadakan kegiatan seleksi debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pada Rabu (29/03/2023) bertempat di Ruang Kelas Pascasarjana UNIDA. Kegiatan tersebut adalah merupakan ajang penjaringan awal mahasiswa UNIDA untuk Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debate Championship (NUDC) yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS) yang diadakan pada setiap tahunnya.

Dalam kegiatan ini turut hadir Kepala BKA UNIDA M. Rendi Ramdhani, M.Pd, dan Kepala Bagian Pembinaan Prestasi Didin Wahyudin, S.Pd  serta mengundang 3 juri yakni Faisal Tri Ramdani, S.Sos., M.A.P, kemudian Musa Mulyadi, S.M dan Afmi Apriliani, S.Sos., M.A.P.

Didin Wahyudin, S.Pd menjelaskan bahwasanya sebelum pelaksanaan KDMI dan NUDC tingkat wilayah atau LLDIKTI, masing-masing perguruan tinggi melakukan seleksi internal terlebih dahulu untuk menentukan 2 debater terbaik yang akan mewakili kampus dalam ajang KDMI dan NUDC.

“Dari seleksi internal perguruan tinggi, kemudian seleksi wilayah yang nantinya jika lolos itu akan lanjut ke tingkat Nasional. Adapun untuk LLDIKTI wilayah 4 Jawa Barat dan Banten yakni kuotanya adalah 10 kampus terbaik. Tahun lalu untuk tim KDMI kita berhasil lolos seleksi wilayah, dan kita masuk ke tingkat nasional. Semoga harapannya tahun ini pun kita bisa lolos ke nasional dan juga insyaallah bisa menjadi juara,” tuturnya.

Didin Wahyudin, S.Pd menambahkan, untuk mekanisme penilaiannya menggunakan British Parliamentary atau Sistem Parlemen Inggris yang dalam 1 pertandingan terdapat 4 Tim yang berdebat dan adapun penilaiannya dilakukan berdasarkan Individu mahasiswa yang terdiri dari isi (substansi), gaya penyampaian dan strategi penyampaian.

“Untuk peserta seleksi internal ini diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi (FE) serta Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM). Peserta yang ikut NUDC terdiri dari 12 mahasiswa sedangkan untuk KDMI terdiri dari 16 mahasiswa yang ikut serta. Selanjutnya akan dipilih 2 debater terbaik untuk mewakili kampus dan juga memilih N1 adjudicator atau juri dari kalangan mahasiswa dan jika nilai N1 adjudicator tersebut bagus kemungkinan akan diangkat jadi juri nasional,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, M. Rendi Ramdhani, M.Pd selaku Kepala BKA UNIDA berharap dengan diadakannya kompetisi ini bisa menjaring calon delegasi UNIDA dan menumbuhkan bibit-bibit mahasiswa yang berkualitas dengan memiliki kemampuan dalam bidang debat serta bisa mengikuti dan juara pada ajang kompetisi nasional.

“Untuk kegiatan seleksi NUDC dan KDMI ini adalah bagaimana menjaring calon delegasi universitas yang akan mengikuti lomba ditingkat wilayah atau LLDIKTI. Harapannya kita bisa tembus untuk mengikuti ajang nasional dengan menjuarai di tingkat wilayah atau LLDIKTI4 tersebut. Tentunya akan banyak lagi bibit-bibit mahasiswa berkualitas yang memiliki kemampuan dalam bidang debat, baik itu debat Bahasa Inggris ataupun debat Bahasa Indonesia. Sehingga peserta seleksi bisa semakin bertambah lebih banyak lagi ditahun berikutnya. Intinya, seleksi ini diadakan dalam rangka ajang pencarian calon delegasi yang mewakili UNIDA untuk berkompetisi ditingkat wilayah atau LLDIKTI wilayah 4 serta tembus dan juara di tingkat Nasional,” pungkas M. Rendi Ramdhani, M.Pd.