Siapkan Tim KDMI dan NUDC, UNIDA Adakan Seleksi Tingkat Universitas
Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Biro Kemahasiswaan dan
Alumni (BKA) mengadakan kegiatan seleksi debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
pada Rabu (29/03/2023) bertempat di Ruang Kelas Pascasarjana UNIDA. Kegiatan tersebut
adalah merupakan ajang penjaringan awal mahasiswa UNIDA untuk Kompetisi Debat
Mahasiswa Indonesia (KDMI) dan National University Debate Championship
(NUDC) yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS) yang diadakan pada
setiap tahunnya.
Dalam kegiatan ini turut hadir Kepala BKA UNIDA M. Rendi
Ramdhani, M.Pd, dan Kepala Bagian Pembinaan Prestasi Didin Wahyudin, S.Pd serta mengundang 3 juri yakni Faisal Tri
Ramdani, S.Sos., M.A.P, kemudian Musa Mulyadi, S.M dan Afmi Apriliani, S.Sos.,
M.A.P.
Didin Wahyudin, S.Pd menjelaskan bahwasanya sebelum pelaksanaan
KDMI dan NUDC tingkat wilayah atau LLDIKTI, masing-masing perguruan tinggi melakukan
seleksi internal terlebih dahulu untuk menentukan 2 debater terbaik yang
akan mewakili kampus dalam ajang KDMI dan NUDC.
“Dari seleksi internal perguruan tinggi, kemudian seleksi
wilayah yang nantinya jika lolos itu akan lanjut ke tingkat Nasional. Adapun
untuk LLDIKTI wilayah 4 Jawa Barat dan Banten yakni kuotanya adalah 10 kampus
terbaik. Tahun lalu untuk tim KDMI kita berhasil lolos seleksi wilayah, dan
kita masuk ke tingkat nasional. Semoga harapannya tahun ini pun kita bisa lolos
ke nasional dan juga insyaallah bisa
menjadi juara,” tuturnya.
Didin Wahyudin, S.Pd menambahkan, untuk mekanisme
penilaiannya menggunakan British
Parliamentary atau Sistem Parlemen Inggris yang dalam 1 pertandingan
terdapat 4 Tim yang berdebat dan adapun penilaiannya dilakukan berdasarkan
Individu mahasiswa yang terdiri dari isi (substansi), gaya penyampaian dan strategi
penyampaian.
“Untuk peserta seleksi internal ini diikuti oleh mahasiswa dari
Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi (FE) serta Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu
Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM). Peserta yang ikut NUDC terdiri dari 12 mahasiswa
sedangkan untuk KDMI terdiri dari 16 mahasiswa yang ikut serta. Selanjutnya akan
dipilih 2 debater terbaik untuk mewakili kampus dan juga memilih N1 adjudicator
atau juri dari kalangan mahasiswa dan jika nilai N1 adjudicator tersebut bagus
kemungkinan akan diangkat jadi juri nasional,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, M. Rendi Ramdhani, M.Pd selaku Kepala
BKA UNIDA berharap dengan diadakannya kompetisi ini bisa menjaring calon
delegasi UNIDA dan menumbuhkan bibit-bibit mahasiswa yang berkualitas dengan memiliki
kemampuan dalam bidang debat serta bisa mengikuti dan juara pada ajang
kompetisi nasional.
“Untuk kegiatan seleksi NUDC dan KDMI ini adalah bagaimana menjaring calon delegasi universitas yang akan mengikuti lomba ditingkat wilayah atau LLDIKTI. Harapannya kita bisa tembus untuk mengikuti ajang nasional dengan menjuarai di tingkat wilayah atau LLDIKTI4 tersebut. Tentunya akan banyak lagi bibit-bibit mahasiswa berkualitas yang memiliki kemampuan dalam bidang debat, baik itu debat Bahasa Inggris ataupun debat Bahasa Indonesia. Sehingga peserta seleksi bisa semakin bertambah lebih banyak lagi ditahun berikutnya. Intinya, seleksi ini diadakan dalam rangka ajang pencarian calon delegasi yang mewakili UNIDA untuk berkompetisi ditingkat wilayah atau LLDIKTI wilayah 4 serta tembus dan juara di tingkat Nasional,” pungkas M. Rendi Ramdhani, M.Pd.
