[email protected] 0251-8240773
Berita

Soroti Isu Ocean Grabbing, Wakil Rektor Universitas Djuanda Jadi Keynote Speaker di Konferensi Internasional Malaysia

Kuala Lumpur, 29 Januari 2026 – Universitas Djuanda (UNIDA) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H., didapuk sebagai Keynote Speaker dalam perhelatan bergengsi The 6th International Conference on Sustainability in Technological, Environment, Digital Innovation, and Governance for Global Development. Acara ini diselenggarakan di Grand Hall, Tabung Haji Tower & Universiti Geomatika Malaysia, Kuala Lumpur, pada Kamis (29/1).

Tidak hanya menampilkan pimpinan universitas sebagai pembicara utama, konferensi internasional ini juga diikuti secara antusias oleh delegasi lengkap Universitas Djuanda yang terdiri dari puluhan dosen dan mahasiswa. Kehadiran delegasi ini menjadi bukti upaya kuat dan serius dari Universitas Djuanda untuk bersaing di kancah global, memastikan seluruh civitas akademika memiliki daya saing dan pengalaman internasional yang mumpuni.

Dalam paparan utamanya yang bertajuk "Reforming Indonesian Coastal Land Rights: Preventing Land and Ocean Grabbing", Dr. Aal menyoroti urgensi perlindungan hukum bagi masyarakat pesisir di tengah ancaman penguasaan lahan dan laut secara sepihak. Topik ini dinilai sangat relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

Kehadiran Wakil Rektor UNIDA serta partisipasi aktif dosen dan mahasiswa dalam forum ini merupakan bukti nyata pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 5 (Hasil Kerja Dosen Mendapat Rekognisi Internasional), IKU 3 (Dosen Berkegiatan di Luar Kampus), dan IKU 2 (Mahasiswa Mendapat Pengalaman di Luar Kampus). Lebih jauh, materi yang disampaikan merefleksikan semangat Program Kampus Berdampak. UNIDA membuktikan bahwa riset akademisnya tidak hanya berhenti di jurnal, melainkan hadir sebagai advokasi kebijakan untuk menyelesaikan masalah agraria dan maritim yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Chancellor Universitas Djuanda, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H., menyampaikan rasa bangganya atas rekognisi internasional yang diterima oleh pimpinan universitas dan antusiasme delegasi.

"Tampilnya Dr. Aal Lukmanul Hakim sebagai Keynote Speaker di forum global ini membuktikan bahwa kualitas pemikiran akademisi Universitas Djuanda telah diakui dunia. Isu yang diangkat mengenai Land and Ocean Grabbing sangat strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Ini menunjukkan bahwa UNIDA serius dalam memberikan sumbangsih pemikiran untuk menjaga kedaulatan agraria dan maritim bangsa melalui jalur diplomasi akademik," ujar Prof. Martin Roestamy.

Senada dengan Chancellor, Rektor Universitas Djuanda, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd., M.Pd.I., menegaskan bahwa partisipasi delegasi secara rombongan ini memperkuat posisi UNIDA sebagai universitas riset yang unggul.

"Kami terus mendorong para dosen dan pimpinan untuk mengambil peran sentral dalam forum internasional. Kehadiran Wakil Rektor di Universiti Geomatika Malaysia ini bukan hanya membawa nama baik institusi, tetapi juga memperluas jejaring kolaborasi riset. Ini adalah wujud komitmen kami untuk memastikan bahwa Universitas Djuanda selalu hadir dalam diskursus global mengenai keberlanjutan dan tata kelola pemerintahan," tutur Prof. Siti Pupu.

Sementara itu, Dr. Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H., dalam keterangannya usai menyampaikan pidato kunci, menjelaskan inti dari gagasan yang disampaikannya.

"Saya mengangkat isu reformasi hak tanah pesisir karena adanya fenomena ocean grabbing yang semakin mengkhawatirkan, di mana akses masyarakat lokal terhadap sumber daya laut terpinggirkan oleh kepentingan komersial skala besar. Melalui forum ini, saya menawarkan perspektif hukum dan kebijakan untuk mencegah hal tersebut. Harapannya, gagasan ini dapat memicu pembaruan regulasi yang lebih berkeadilan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga menjadi referensi bagi negara-negara berkembang lainnya," tegas Dr. Aal.

Konferensi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Tridarma International Visit & Academic (Batch 6) Universitas Djuanda di Malaysia yang berlangsung hingga 31 Januari 2026, yang bertujuan memperkuat jaringan akademik dan kolaborasi riset lintas negara.