[email protected] 0251-8240773
Ketauhidan

Spiritual Wisdom

Jujur Dalam Berbuat, Bekerja, Dan Berperilakulah Dengan Hati Yang Tulus   (Ikhlas)

Disampaikan dalam kajian majelis tasbih 2022

oleh Dr. Syamsuddin Ali Nasution, MA

Diantara nilai karakter tauhid  ada yang disebut Spiritual Wisdom, yang mana mencakup: jujur, tulus hati dan rela ; ini disebut dengan Ikhlas. KBBI mengemukakan bahwa ikhlas ialah hati yang bersih (jujur), tulus hati, dan keikhlasan itu ialah ketulusan hati, kejujuran, kerelaan. Terminologi “Ikhlas” merupakan sebuah  kata yang mudah diucapkan namun sangat sulit dilakukan, dan susah diterapkan.  Ikhlas adalah salah satu rahasia hati yang tidak mungkin diketahui oleh siapapun kecuali hanya Allah SWT. Justru Ikhlas berada pada permulaan kegiatan hati. Memandang pentingnya posisi keikhlasan yang merupakan asas, fundasi semua kegiatan dan perbuatan seorang hamba. maka perlu dikaji dari berbagai aspeknya sesuai perspektif Islam.

Secara etimologi, kata ikhlas  berderivasi dari bahasa Arab:خَلَصَ يخلص خلوصاً خلاصا  yang berati murni, jernih, bersih, tidak kecampuran dan hilang dari noda. Sementara dalam grammar bahasa Arab, kata ikhlas itu sendiri  merupakan kata terbitan  dari verb     اخلاصا يخلصأخلص   artinya :”memurnikan”, mengerjakan tanpa rasa pamer/pamrih (Al-Munawwir), yaitu dengan menambah huruf hamzah di awal kata kerja  خَلَصَ

Secara terminologi/istilah, para ulama mengemukakan berbagai definisi kepada kata “Ikhlas”

Hakikat Ikhlas: Ikhlas ialah mengesakan Allah Yang Haq dengan sengaja/niat lainnya menyebutkan bahwa Ikhlas adalah niat yang benar  bersama Allah. Ikhlas adalah bahwa diam dan gerak seorang hamba adalah untuk Allah. Pendapat lainnya ialah bahwa ihklas itu mengabaikan pandangan makhluk dengan cara selalu berkonsentrasi kepada Al Khaaliq. Keurgensian Ikhlas merupakan salah satu pilar yang terpenting dalam Islam. Karena ikhlas merupakan salah satu syarat untuk diterimanya ibadah

 

KEUTAMAAN & KELEBIHAN  KEIKHLASAN

Ikhlas merupakan satu pilar terpenting dalam Islam.

1.      Keikhlasan akan menyelamatkan anda dari penyesatan dan godaan setan, sebagaimana firman Allah swt pada Shad 82-83:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (٨٢)إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (٨٣):

Iblis berkata: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.

2.       Keikhlasan : membawa anda kepada kebahagiaan Surga. Dalam hal ini, Allah swt berfirman pada surah al-Shaaffat, 39-49;

وَمَا تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٣٩)إِلا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ (٤٠)أُولَئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَعْلُومٌ (٤١)فَوَاكِهُ وَهُمْ مُكْرَمُونَ (٤٢)فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ (٤٣)عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ (٤٤)يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ (٤٥)بَيْضَاءَ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ (٤٦)لا فِيهَا غَوْلٌ وَلا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُونَ (٤٧)وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ عِينٌ (٤٨)كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَكْنُونٌ (٤٩)

3.       Keikhlasan: memurnikan/membersihkan hati dari kebencian, kedengkian, dan pengkhianatan, sebagaimana hadis Rasulullah saw:

Ada tiga perkara yang menjadikan hati seorang mukmin tidak menjadi seorang pengkhianat, yaitu : ikhlas beramal karena Allah, memberikan nasihat yang baik kepada pemimpin kaum muslimin, dan senantiasa komitmen kepada jama’ah kaum Muslimin.

4.      Keikhlasan adalah jalan menuju kemenangan

5.      Keikhlasan  menghilangkan keresahan/ kekhawatiran dan menghilangkan kesusahan.

 

FAKTOR YANG DAPAT MERAIH IKHLAS DALAM BEKERJA

Ada beberapa faktor dan cara yang dapat dilaksanakan oleh seorang muslim, sehingga mampu melakukan ibadah dengan ikhlas karena Allah, walaupun ikhlas itu sangat sulit.

Diantaranya ialah:

1.      Mencari dan menuntut ilmu yang bermanfaat, yaitu mempelajari Alqur`an dan As Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih, karena mereka berada di atas kebenaran.

2.      Bersahabat dengan orang-orang shalih, termasuk faktor yang dapat mendorong keikhlasan.  Berteman dengan orang-orang yang shalih dapat memotivasi diri untuk mengikuti jejak dan tingkah laku mereka yang baik, mengambil pelajaran dan mencontoh akhlak mereka yang baik.  Dalam hal ini, Rasulullah saw memberikan perumpamaan tentang sahabat yang sholeh dan yang tholeh.

  1. Membaca dan mengkaji sirah (sejarah) orang-orang yang ikhlas. Dalam Alquran sebagai petunjuk, banyak dikisahkan  oleh Allah dan juga oleh Rasulullah saw tentang orang-orang yang mukhlis. Semuanya untuk agar menjadi ibrah dan contoh bagi orang-orang sesudah mereka.
  2. Serius dalam melawan hawa nafsu. Seseorang tidak akan dapat mencapai keikhlsan jika tidak bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu, cinta kedudukan dan ketenaran, gila harta, sanjungan, dengki, dendam, dan lain-lainnya. Jangan dibiarkan nafsu itu ditunggangi oleh syaitan/iblis
  3. Memohon pertolongan kepada Allah. Ini termasuk salah satu jalan yang  bisa menguatkan dan menopang agar seseorang bersungguh-sungguh untuk ikhlas dalam ibadah. Doa adalah senjata orang mukmin.

Di antara doa dalam masalah keikhlasan:

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئاً نَعْلَمُهُ وَ نَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ نَعْلَمُ

Ya, Allah. Sesungguhya kami berlindung kepadaMu agar tidak menyekutukanMu dengan sesuatu yang kami ketahui. Dan kami memohon ampun kepadaMu dari sesuatu yang kami tidak mengetahuinya.