Spiritual Wisdom
Jujur
Dalam Berbuat, Bekerja, Dan Berperilakulah Dengan Hati Yang Tulus (Ikhlas)
Disampaikan
dalam kajian majelis tasbih 2022
oleh
Dr. Syamsuddin Ali Nasution, MA
Diantara
nilai karakter tauhid ada yang disebut
Spiritual Wisdom, yang mana mencakup: jujur, tulus
hati dan rela ; ini disebut dengan Ikhlas. KBBI mengemukakan
bahwa ikhlas ialah hati yang bersih (jujur), tulus hati, dan keikhlasan itu
ialah ketulusan hati, kejujuran, kerelaan. Terminologi “Ikhlas” merupakan
sebuah kata yang mudah diucapkan namun
sangat sulit dilakukan, dan susah diterapkan.
Ikhlas adalah salah satu rahasia hati yang tidak mungkin diketahui oleh
siapapun kecuali hanya Allah SWT. Justru Ikhlas berada pada permulaan kegiatan
hati. Memandang pentingnya posisi keikhlasan yang merupakan asas, fundasi semua
kegiatan dan perbuatan seorang hamba. maka perlu dikaji dari berbagai aspeknya
sesuai perspektif Islam.
Secara etimologi, kata ikhlas berderivasi dari bahasa Arab:خَلَصَ يخلص خلوصاً
خلاصا yang berati murni, jernih, bersih,
tidak kecampuran dan hilang dari noda. Sementara dalam grammar bahasa Arab,
kata ikhlas itu sendiri merupakan kata
terbitan dari verb اخلاصا يخلصأخلص artinya :”memurnikan”, mengerjakan tanpa
rasa pamer/pamrih (Al-Munawwir), yaitu dengan menambah huruf hamzah di awal
kata kerja خَلَصَ
Secara terminologi/istilah, para ulama
mengemukakan berbagai definisi kepada kata “Ikhlas”
Hakikat
Ikhlas: Ikhlas ialah mengesakan Allah Yang Haq dengan sengaja/niat lainnya
menyebutkan bahwa Ikhlas adalah niat yang benar
bersama Allah. Ikhlas adalah bahwa diam dan gerak seorang hamba adalah
untuk Allah. Pendapat lainnya ialah bahwa ihklas itu mengabaikan pandangan
makhluk dengan cara selalu berkonsentrasi kepada Al Khaaliq. Keurgensian Ikhlas
merupakan salah satu pilar yang terpenting dalam Islam. Karena ikhlas merupakan
salah satu syarat untuk diterimanya ibadah
KEUTAMAAN
& KELEBIHAN KEIKHLASAN
Ikhlas merupakan satu pilar terpenting dalam Islam.
1.
Keikhlasan akan menyelamatkan anda dari penyesatan dan
godaan setan, sebagaimana firman Allah swt pada Shad 82-83:
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (٨٢)إِلا
عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (٨٣):
Iblis berkata: "Demi kekuasaan Engkau aku akan
menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara
mereka.
2.
Keikhlasan :
membawa anda kepada kebahagiaan Surga. Dalam hal ini, Allah swt berfirman pada
surah al-Shaaffat, 39-49;
وَمَا تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (٣٩)إِلا
عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ (٤٠)أُولَئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَعْلُومٌ (٤١)فَوَاكِهُ
وَهُمْ مُكْرَمُونَ (٤٢)فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ (٤٣)عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ
(٤٤)يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ (٤٥)بَيْضَاءَ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ
(٤٦)لا فِيهَا غَوْلٌ وَلا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُونَ (٤٧)وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ
عِينٌ (٤٨)كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَكْنُونٌ (٤٩)
3.
Keikhlasan:
memurnikan/membersihkan hati dari kebencian, kedengkian, dan pengkhianatan,
sebagaimana hadis Rasulullah saw:
Ada tiga perkara yang menjadikan hati seorang mukmin
tidak menjadi seorang pengkhianat, yaitu : ikhlas beramal karena Allah,
memberikan nasihat yang baik kepada pemimpin kaum muslimin, dan senantiasa
komitmen kepada jama’ah kaum Muslimin.
4.
Keikhlasan adalah jalan menuju kemenangan
5.
Keikhlasan
menghilangkan keresahan/ kekhawatiran dan menghilangkan kesusahan.
FAKTOR
YANG DAPAT MERAIH IKHLAS DALAM BEKERJA
Ada beberapa faktor dan cara yang dapat dilaksanakan
oleh seorang muslim, sehingga mampu melakukan ibadah dengan ikhlas karena
Allah, walaupun ikhlas itu sangat sulit.
Diantaranya ialah:
1.
Mencari dan menuntut ilmu yang bermanfaat, yaitu
mempelajari Alqur`an dan As Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih, karena
mereka berada di atas kebenaran.
2.
Bersahabat dengan orang-orang shalih, termasuk faktor
yang dapat mendorong keikhlasan.
Berteman dengan orang-orang yang shalih dapat memotivasi diri untuk
mengikuti jejak dan tingkah laku mereka yang baik, mengambil pelajaran dan
mencontoh akhlak mereka yang baik. Dalam
hal ini, Rasulullah saw memberikan perumpamaan tentang sahabat yang sholeh dan
yang tholeh.
- Membaca
dan mengkaji sirah (sejarah) orang-orang yang ikhlas. Dalam Alquran
sebagai petunjuk, banyak dikisahkan
oleh Allah dan juga oleh Rasulullah saw tentang orang-orang yang
mukhlis. Semuanya untuk agar menjadi ibrah dan contoh bagi orang-orang
sesudah mereka.
- Serius
dalam melawan hawa nafsu. Seseorang tidak akan dapat mencapai keikhlsan
jika tidak bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu, cinta kedudukan dan
ketenaran, gila harta, sanjungan, dengki, dendam, dan lain-lainnya. Jangan
dibiarkan nafsu itu ditunggangi oleh syaitan/iblis
- Memohon
pertolongan kepada Allah. Ini termasuk salah satu jalan yang bisa menguatkan dan menopang agar
seseorang bersungguh-sungguh untuk ikhlas dalam ibadah. Doa adalah senjata
orang mukmin.
Di antara doa dalam masalah keikhlasan:
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ
شَيْئاً نَعْلَمُهُ وَ نَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ نَعْلَمُ
Ya, Allah. Sesungguhya kami berlindung kepadaMu agar
tidak menyekutukanMu dengan sesuatu yang kami ketahui. Dan kami memohon ampun
kepadaMu dari sesuatu yang kami tidak mengetahuinya.