Terima Asesmen Akreditasi Perpusnas RI, BYC Library UNIDA Menuju Perpustakaan Bertaraf Internasional
Universitas Djuanda (UNIDA) menerima kunjungan tim asesor dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dalam rangka Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi BYC Library pada Senin, 30 Juni 2025. Kegiatan asesmen yang berlangsung di gedung BYC Library ini menjadi bagian dari upaya UNIDA untuk meningkatkan mutu layanan perpustakaan sesuai standar nasional dan internasional.
Hadir menyambut tim asesor, Chancellor UNIDA Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menuturkan bahwa asesmen ini merupakan momentum penting untuk merealisasikan cita-cita UNIDA memiliki perpustakaan berkelas internasional sebagai bagian dari penguatan visi.
“Konsep BYC Library terinspirasi dari perpustakaan modern di berbagai daerah dan negara. Di Osaka, perpustakaan dianggap sebagai aset universitas yang sangat berharga. Kami juga ingin menghadirkan suasana belajar yang kondusif dengan fasilitas seperti kafe, podcast corner, dan pemandangan indah dari lantai lima,” jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menyampaikan harapan agar BYC Library dapat berkembang menjadi pusat literasi unggulan yang terintegrasi dengan kebutuhan zaman. Ia juga menegaskan rencana pengembangan BYC Library sebagai pusat informasi berstandar internasional (IFLA).
“Perpustakaan adalah tempat penyebaran ilmu pengetahuan yang abadi. Warisan ilmu tidak akan hilang meski zaman berubah. Oleh karena itu, kami berkomitmen menjadikan BYC Library sebagai warisan ilmu bagi generasi masa depan,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIDA Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan harapan besar terhadap akreditasi BYC Library.
“Perpustakaan adalah jantung universitas. Ia bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang yang nyaman dan mendukung kegiatan akademik,” ujarnya.
Assoc. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, M.Pd.I juga menyampaikan bahwa identitas UNIDA sebagai kampus bertauhid tercermin dalam keberadaan Tauhid Corner, fasilitas khusus yang menyediakan materi-materi kajian tauhid dari para narasumber nasional hingga internasional.
Sementara itu, Direktur Standardisasi dan Akreditasi Perpustakaan Nasional, Dra. Made Ayu Wirayati, M.I.Kom menyampaikan apresiasinya atas komitmen UNIDA dalam pengembangan perpustakaan.
“Saya sangat terkesan dengan fasilitas dan semangat pengembangan BYC Library,” ungkapnya.
Dra. Made Ayu Wirayati, M.I.Kom menambahkan, dari sekitar 4.521 perpustakaan di Indonesia, baru sekitar 15% yang telah terakreditasi. Oleh karena itu, asesmen ini menjadi langkah penting untuk mendorong peningkatan kualitas perpustakaan di perguruan tinggi.
Selain itu, Dra. Made Ayu Wirayati, M.I.Kom menekankan bahwa penilaian akreditasi tidak hanya dilihat dari fisik bangunan, tetapi dari seberapa besar manfaat dan kemudahan akses informasi yang diberikan kepada masyarakat akademik dan umum.
“Semoga proses asesmen ini berjalan dengan baik dan BYC Library dapat menjadi contoh perpustakaan unggul di Indonesia,” tutupnya.