[email protected] 0251-8240773
Berita

Tingkatkan Mutu SDM Menuju Akreditas Unggul, UNIDA Selenggarakan Sosialisasi The English House

Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Sosialisasi The English House secara luring di Aula Gedung C UNIDA pada Selasa, 29 November 2022. Kegiatan tersebut menyosialisasikan cara agar lolos program beasiswa khususnya beasiswa ke luar negeri dan diisi oleh Saharman Gea, S.Si., M.Si., Ph.D serta dihadiri oleh Chancellor UNIDA, Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, Plt. Rektor UNIDA, Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I beserta jajaran dan diikuti oleh Sumber Daya Manusia (SDM) UNIDA yang dikategorikan Matra 2A, Djuanda Reborn, Alumni Pendidikan Kader Dakwah (PKD) dan Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid (PP Mabit).

Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H dalam paparan arahannya menyampaikan bahwa menjadi generasi muda harus mau terbang terutama terbang ke luar negeri untuk bersekolah, itu haru menjadi cita-cita terutama sebagai Djuanda Muda. Dan kegiatan ini merupakan bagian dari visi UNIDA untuk diakui dunia maka setiap SDM harus lancar dalam berbahasa Inggris.

“Kegiatan kali ini membantu UNIDA terbang dengan SDM yang ditingkatkan. Lalu kita penelitian harus diarahkan kepada penelitian yang bertemakan Djuanda. Harus melahirkan Djuanda Muda dengan pikiran yang diperbaharui sesuai dengan kondisi saat ini dan harus lebih eksplor karakter Djuanda untuk menjadi tauladan. Sebagai Djuanda Muda mesti berikhtiar untuk sekolah keluar negeri, kembangkan pemikiran sebagai Djuanda Muda lalu terbangkan UNIDA,” tutur Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.

Plt. Rektor UNIDA, Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I dalam paparannya menyampaikan bahwasanya dalam kegiatan ini juga akan mendengarkan pengalaman Bapak Saharman Gea, S.Si., M.Si., Ph.D dan diharapkan dapat menjadi inspirasi sehingga dapat melahirkan Djuanda-Djuanda muda yaitu yang hadir di acara kali ini. Sebagai generasi Djuanda Muda harus selalu ikhtiar dan hari ini termasuk dalam salah satu ikhtiarnya.

"Bagaimana kita dapat membangun juang seperti Djuanda sehingga dapat membangun negara dan bangsa. Yang dimana harus membangun diri sendiri dahulu kemudian membangun bangsa lalu menjadi rahmatan lil alamin. Selamat mengikuti kegiatan kali ini, semoga Allah memberi berkah sehingga kita bisa belajar dan memetik manfaat terbaik dari kegiatan ini,” ungkap Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I.

Selanjutnya Wakil Rektor I UNIDA, Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H dalam paparan sambutannya menyampaikan bahwa banyak hal yang dapat dipelajari dari kegiatan kali ini yang dapat digunakan untuk menuju UNIDA unggul tahun 2026. Dalam mencapai unggul salah satu upayanya yaitu harus mencetak mutu Sumber Daya Manusia yang unggul yang siap menghadapi dunia global dan tentu untuk mempersiapkan diri ke depan sebagai generasi penerus Djuanda atau Djuanda Reborn karena sebutan tersebut tidak saja memiliki arti belaka akan tetapi harus memiliki arti nyata.

"Djuanda-Djuanda muda harus mampu menghadapi tantangan ke depan menuju UNIDA unggul. Banyak program yang bisa dikerjasamakan dengan The English House ini terutama untuk pengembangan SDM. Diharapkan rekan-rekan dalam kegiatan ini harus konsentrasi dan harus menimba ilmu dari narasumber dan diharapkan mendapatkan tips beasiswa di luar negeri," tutur Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H.

Pada kesempatan yang sama, Saharman Gea, S.Si., M.Si., Ph.D dalam paparan materinya menyampaikan bahwa Djuanda Reborn harus memiliki semangat Al-Quran, harus bekerja sama tidak boleh ada yang berjuang sendiri. Diharapkan generasi Djuanda ini harus terus betul-betul diwariskan. Mestinya kedepannya UNIDA harus menjadi pusat nilai-nilai kehebatan Djuanda dan nilai itu harus didistribusikan sehingga menjadi nilai rahmatan lil alamin dan sebagai salah satu bentuk implementasinya yaitu berikhtiar untuk sekolah ke luar negeri. Jika berkesempatan bersekolah di luar negeri maka kesempatan membangun jejaring lebih luas bisa didapatkan dan itu menjadi kredit point baik bagi diri sendiri maupun bagi UNIDA.

“Pengalaman saya di Inggris, dimana Inggris menjadi pelopor revolusi Industri dan yang menjadikannya ciri sebagai revolusi industri adalah ditemukannya mesin uap, pada saat itu hanya beberapa orang saja yang paham mengenai revolusi industri yang banyak mengubah dunia. Maka dari itu kesimpulan yang bisa diambil dari revolusi industri di Inggris Bahwa untuk menggerakan roda organisasi itu tidak harus 100 persen turun tangan, misal dengan jumlah dosen 500 orang maka tidak perlu ke luar negeri semua akan tetapi yang pergi ke luar negeri nantinya menjadi motor penggerak untuk tumbuh hingga bertaraf internasional,” tuturnya.

“Banyak program yang tersedia untuk bersekolah di luar negeri yang diantaranya program LPDP Scholarship, Fullbright Scholarship, Chevening Scholarship, Australia Awards Scholarship, DAAD Scholarship, Erasmus Mundus Scholarship, Turkiye Scholarship dan Japan International Cooperation Agency (JICA) Scholarship. Adapun dokumen-dokumen yang perlu disipakan dengan baik diantaranya yaitu izajah, menyiapakn cover letter, motivation letter, personal statement, reference letter, dokumen hasil TOEFL atau IELTS, proposal penelitian dan Letter of Acceptance (LoA), dokumen-dokumen tersebut hendaknya dipersiapkan dengan baik agar lebih besar peluang lolos,” tutur Saharman Gea, S.Si., M.Si., Ph.D.