Tingkatkan Mutu SDM Menuju Akreditas Unggul, UNIDA Selenggarakan Sosialisasi The English House
Universitas Djuanda
(UNIDA) selenggarakan Sosialisasi The English House secara luring di Aula Gedung C
UNIDA pada Selasa, 29 November 2022. Kegiatan tersebut menyosialisasikan cara
agar lolos program beasiswa khususnya beasiswa ke luar negeri dan diisi oleh Saharman
Gea, S.Si., M.Si., Ph.D serta dihadiri oleh Chancellor UNIDA, Dr. H.
Martin Roestamy, S.H., M.H, Plt. Rektor UNIDA, Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah,
S.Pd.I., M.Pd.I beserta jajaran dan diikuti oleh Sumber Daya Manusia (SDM)
UNIDA yang dikategorikan Matra 2A, Djuanda Reborn, Alumni Pendidikan Kader
Dakwah (PKD) dan Santri Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid (PP Mabit).
Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H dalam paparan arahannya
menyampaikan bahwa menjadi generasi muda harus mau terbang terutama terbang ke
luar negeri untuk bersekolah, itu haru menjadi cita-cita terutama sebagai
Djuanda Muda. Dan kegiatan
ini merupakan bagian dari visi UNIDA untuk diakui dunia maka setiap SDM
harus lancar dalam berbahasa Inggris.
“Kegiatan kali ini membantu UNIDA terbang
dengan SDM yang ditingkatkan. Lalu kita penelitian
harus diarahkan kepada penelitian
yang bertemakan Djuanda. Harus melahirkan Djuanda Muda
dengan pikiran yang diperbaharui sesuai dengan kondisi saat ini dan harus lebih
eksplor karakter Djuanda untuk menjadi tauladan. Sebagai Djuanda Muda mesti
berikhtiar untuk sekolah keluar negeri, kembangkan pemikiran sebagai Djuanda Muda
lalu terbangkan UNIDA,” tutur Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.
Plt. Rektor UNIDA,
Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I dalam paparannya menyampaikan
bahwasanya dalam kegiatan ini juga akan mendengarkan pengalaman Bapak Saharman
Gea, S.Si., M.Si., Ph.D dan diharapkan dapat menjadi inspirasi sehingga dapat
melahirkan Djuanda-Djuanda muda yaitu yang hadir di acara kali ini. Sebagai
generasi Djuanda Muda harus selalu ikhtiar dan hari ini termasuk dalam salah
satu ikhtiarnya.
"Bagaimana
kita dapat membangun juang seperti Djuanda sehingga dapat membangun negara dan bangsa.
Yang dimana harus membangun diri sendiri dahulu kemudian membangun bangsa lalu
menjadi rahmatan lil alamin. Selamat mengikuti kegiatan kali ini, semoga Allah memberi berkah
sehingga kita bisa belajar dan memetik manfaat terbaik dari kegiatan ini,”
ungkap Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I.
Selanjutnya Wakil
Rektor I UNIDA, Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H dalam paparan sambutannya
menyampaikan bahwa banyak hal yang dapat dipelajari dari kegiatan kali ini yang
dapat digunakan untuk menuju UNIDA unggul tahun 2026. Dalam mencapai unggul
salah satu upayanya yaitu harus mencetak mutu Sumber Daya Manusia yang unggul
yang siap menghadapi dunia global dan tentu untuk mempersiapkan diri ke depan
sebagai generasi penerus Djuanda atau Djuanda Reborn karena sebutan
tersebut tidak saja memiliki arti belaka akan tetapi harus memiliki arti nyata.
"Djuanda-Djuanda
muda harus mampu menghadapi tantangan ke depan menuju UNIDA unggul. Banyak
program yang bisa dikerjasamakan dengan The English House ini terutama untuk pengembangan SDM. Diharapkan rekan-rekan dalam
kegiatan ini harus konsentrasi dan harus menimba ilmu dari narasumber dan
diharapkan mendapatkan tips beasiswa di luar negeri," tutur Aal Lukmanul
Hakim, S.H., M.H.
Pada kesempatan
yang sama, Saharman Gea, S.Si., M.Si., Ph.D dalam paparan materinya
menyampaikan bahwa Djuanda Reborn harus memiliki semangat Al-Quran, harus
bekerja sama tidak boleh ada yang berjuang sendiri. Diharapkan generasi Djuanda
ini harus terus betul-betul diwariskan. Mestinya kedepannya UNIDA harus menjadi
pusat nilai-nilai kehebatan Djuanda dan nilai itu harus didistribusikan
sehingga menjadi nilai rahmatan lil alamin dan sebagai salah satu bentuk
implementasinya yaitu berikhtiar untuk sekolah ke luar negeri. Jika berkesempatan
bersekolah di luar negeri maka kesempatan membangun jejaring lebih luas bisa didapatkan dan itu menjadi kredit point baik bagi diri sendiri maupun bagi
UNIDA.
“Pengalaman saya di
Inggris, dimana Inggris menjadi pelopor revolusi Industri dan yang
menjadikannya ciri sebagai revolusi industri adalah ditemukannya mesin uap,
pada saat itu hanya beberapa orang saja yang paham mengenai revolusi industri
yang banyak mengubah dunia. Maka dari itu kesimpulan yang bisa diambil dari revolusi industri di
Inggris Bahwa untuk menggerakan roda organisasi itu tidak
harus 100 persen turun tangan, misal
dengan jumlah dosen 500 orang maka tidak perlu ke luar
negeri semua akan tetapi yang pergi ke luar negeri nantinya menjadi motor
penggerak untuk tumbuh hingga
bertaraf internasional,” tuturnya.
“Banyak program yang tersedia untuk bersekolah
di luar negeri yang diantaranya program LPDP Scholarship, Fullbright
Scholarship, Chevening Scholarship, Australia Awards Scholarship,
DAAD Scholarship, Erasmus Mundus Scholarship, Turkiye
Scholarship dan Japan International Cooperation Agency (JICA) Scholarship.
Adapun dokumen-dokumen yang perlu disipakan dengan baik diantaranya yaitu
izajah, menyiapakn cover letter, motivation letter, personal
statement, reference letter, dokumen hasil TOEFL atau IELTS,
proposal penelitian dan Letter of Acceptance (LoA), dokumen-dokumen
tersebut hendaknya dipersiapkan dengan baik agar lebih besar peluang lolos,”
tutur Saharman Gea, S.Si., M.Si., Ph.D.