[email protected] 0251-8240773
Berita

TPG UNIDA Berikan Edukasi Keamanan Pangan dan Penerapan Nomor Induk Berusaha di Desa Pasir Muncang

Program Studi Teknologi Pangan (TPG) Universitas Djuanda (UNIDA) berikan Edukasi Keamanan Pangan dan Penerapan nomor induk berusaha (NIB) pada produk UMKM di Desa Pasir Muncang pada Sabtu (26/11/2022) di Pendopo Desa Pasir Muncang. Tujuan kegiatan ini adalah pelaku UMKM khususnya di Desa pasir Muncang memahami terkait keamanan pangan dan memiliki legalitas usaha dalam bentuk NIB.

Menghadirkan narasumber dosen dari FIPHAL UNIDA yaitu Dede Juanda, B.Sc., S.Si., M.TP  dan M. Fakih Kurniawan,S.Si.,M.Si. Kegiatan ini dilatarbelakangi karena pesatnya perkembangan UMKM saat ini namun masih ditemukan di masyarakat, yang belum menyadari akan pentingnya legalitas usaha. Selain itu hal vital yang berperan penting juga tentang keamanan pangan terhadap produk UMKM.  Sehingga peran akademisi dan mahasiswa dalam lingkup organisasi diperlukan untuk kemajuan UMKM.

 “Nomor Induk Berusaha merupakan legalitas dalam usaha yang kita bangun sehingga memiliki kekuatan hukum dan bermanfaat untuk perizinan yg lebih luas kedepannya,” jelas Dede Juanda, B.Sc., S.Si., M.TP pada sesi penyampaian materi.

Pada kesempatan yang sama M. Fakih Kurniawan,S.Si.,M.Si juga menjelaskan betapa pentingnya keamanan pangan.

“Keamanan pangan memiliki peranan penting dalam industri pangan, keamanan pangan yang tidak terjamin akan menyebabkan kerusakan terhadap pangan baik secara fisik, kimia, dan biologi yang dapat memberi dampak pada kesehatan manusia,” paparnya.

Masyarakat menyambut baik kedatangan tim Universitas Djuanda ke Desa Pasir Muncang, terlihat  dari antusiasnya masyarakat dalam bertanya dan mengikuti jalannya acara, seperti yang disampaikan peserta yang bernama Ujang Maulani  asal pasir muncang.

“Alhamdulillah kegiatan ini dilaksanakan di desa kami, terima kasih karena sudah melirik ke desa kami terutama pada UMKM sekitar sini, dengan adanya kegiatan ini semoga ibu – ibu atau bapak – bapak akan lebih paham mengenai keamanan pangan dan legalitas usaha,” pungkasnya.