TPG UNIDA Berikan Edukasi Keamanan Pangan dan Penerapan Nomor Induk Berusaha di Desa Pasir Muncang
Program
Studi Teknologi Pangan (TPG) Universitas Djuanda (UNIDA) berikan Edukasi
Keamanan Pangan dan Penerapan nomor induk berusaha (NIB) pada produk UMKM di
Desa Pasir Muncang pada Sabtu (26/11/2022) di Pendopo Desa Pasir Muncang.
Tujuan kegiatan ini adalah pelaku UMKM khususnya di Desa pasir Muncang memahami
terkait keamanan pangan dan memiliki legalitas usaha dalam bentuk NIB.
Menghadirkan
narasumber dosen dari FIPHAL UNIDA yaitu Dede Juanda, B.Sc., S.Si., M.TP dan M. Fakih Kurniawan,S.Si.,M.Si. Kegiatan
ini dilatarbelakangi karena pesatnya perkembangan UMKM saat ini namun masih
ditemukan di masyarakat, yang belum menyadari akan pentingnya legalitas usaha.
Selain itu hal vital yang berperan penting juga tentang keamanan pangan
terhadap produk UMKM. Sehingga peran
akademisi dan mahasiswa dalam lingkup organisasi diperlukan untuk kemajuan
UMKM.
“Nomor Induk Berusaha merupakan legalitas
dalam usaha yang kita bangun sehingga memiliki kekuatan hukum dan bermanfaat
untuk perizinan yg lebih luas kedepannya,” jelas Dede Juanda, B.Sc., S.Si.,
M.TP pada sesi penyampaian materi.
Pada
kesempatan yang sama M. Fakih Kurniawan,S.Si.,M.Si juga menjelaskan betapa
pentingnya keamanan pangan.
“Keamanan
pangan memiliki peranan penting dalam industri pangan, keamanan pangan yang
tidak terjamin akan menyebabkan kerusakan terhadap pangan baik secara fisik,
kimia, dan biologi yang dapat memberi dampak pada kesehatan manusia,” paparnya.
Masyarakat
menyambut baik kedatangan tim Universitas Djuanda ke Desa Pasir Muncang,
terlihat dari antusiasnya masyarakat
dalam bertanya dan mengikuti jalannya acara, seperti yang disampaikan peserta
yang bernama Ujang Maulani asal pasir
muncang.
“Alhamdulillah
kegiatan ini dilaksanakan di desa kami, terima kasih karena sudah melirik ke
desa kami terutama pada UMKM sekitar sini, dengan adanya kegiatan ini semoga
ibu – ibu atau bapak – bapak akan lebih paham mengenai keamanan pangan dan
legalitas usaha,” pungkasnya.